
"aku tau kamu pura-pura tidur" ucap adit berbisik di telinga amel. lalu menyibak selimut yang di pakai amel.
Rasa takut yang sedari tadi di sembunyikan amel semakin terlihat jelas ketika adit semakin merapatkan posisi tidurnya.
Amel masih memejamkan mata, mencoba menguasai rasa takut yang di rasakannya.
lagi-lagi Adit berbisik.
"berhenti pura-pura tidur, atau aku akan semakin menggila" ucpnya lagi menahan geram.
Amel mulai mengerjapkan matanya, mencoba membenarkan posisi tidurnya menghadap Adit.
sejenak mata mereka saling pandang.
"M-mas, mas maafkan aku" ucap amel terbata.
"Hey,, mengapa minta maaf" ucap Adit sambil mulai mengendus-endus bagian wajah amel.
Amel mencoba menahan kepala Adit dengan telapak tangannya. rasa takut yang Amel rasakan semakin menjadi.
"Biarkan aku melakukan apa yang ingin aku lakukan, nikmatilah permainanku" ucap adit yang sudah tak bisa mngontrol hasratnya.
"M-mas, aku mohon ... jangan malam ini, aku belum siap" dengan takut-takut Amel menolak halus keinginan Adit.
"Memangnya siapa yang meminta persetujuanmu?, kamu adalah istriku, tubuhmu milikku, aku berhak melakukan apapun pada tubuh ini" ucap adit, lalu menarik paksa piayama yang di pakai Amel.
Tubuh Amel gemetar ketakutan, air mata yang sedari tadi di tahannya akhirnya lolos melewati pipi mulus Amel.
__ADS_1
dengan sangat kasar, Adit membuka seluruh pakaian yang menempel di tubuh Amel.
Adit pun menanggalkan seluruh pakaiannya.
Amel semakin tegang melihat Adit sudah polos tanpa sehelai benangpun.
Amel melihat ada yang berdiri tegak tapi bukan keadilan. Ups๐คญ
Adit mulai dengan aksinya, menelusuri seluruh bagian tubuh polos Amel, tanpa peduli dengan isak tangis Amel.
.........................................
di kediaman Aron.
"Aron, apa kamu yakin akan pergi malam ini juga?" ucap ibu Ratih.
Ibu Ratih berusaha mencegah keinginan Aron untuk pergi meninggalkan kota sebelum Aron menikah dengan Mira. apalagi dengan melihat Aron yang sedang bersiap untuk kepergiannya, semakin cemaslah bu Ratih.
"Tapi Aron. gadis murahan itukan sudah meninggalkanmu dengan pria lain. cobalah menerima Mira" ucap bu Ratih marah.
"Ibu, aku mohon berhenti memanggil Amel dengan sebutan gadis murahan. Amel gadis baik-baik bu" ucap Aron mengusap wajahnya kasar.
"Cih. sudah di tinggal saja, kamu tetap membelanya. sadarlah Aron, Mira gadis baik-baik. dia juga berasal dari keluarga yang jelas. tidak seperti Amel yang tidak jelas asal usulnya" ucap bu Ratih sinis.
"Terserah ibu mau berkata apa, aku lelah menghadapi ibu selama ini" Aron menarik kopernya keluar dari dalam kamarnya. Sudah di luar rumah.
ketika membuka pintu mobil, Aron berhenti sejenak lalu berbalik memandang ibunya.
__ADS_1
"Maafkan aku bu, selama ini aku sering menyakiti ibu. Do'a kan aku selamat sampai tujuan bu" ucap Aron sambil meraih tangan kanan ibunya lalu mencium punggung tangan ibunya.
Bu Ratih tak sanggup mengucapkan kata-kata lagi, bu ratih hanya Mengusap puncak kepala Aron. " pergilah nak! Ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu" sambil mengusap air matanya, bu Ratih berkata. "Semoga kamu segera mendapatkan kebahagianmu" lalu mereka berpelukan.
sekeras apapun seorang ibu, pasti akan sangat terluka jika melihat anak nya terluka.
Aron sudah di dalam Mobil, dia di antarkan supir pribadinya. Aron melihat jalanan, sorot mata yang hampa seakan menampar kaca mobil.
"Amel, mengapa kamu tega melakukan ini semua? selama ini aku menyerahkan seluruh hatiku untukmu, seandainya kamu mrmberiku kesempatan sekali saja. aku pasti akan menjadi lelaki yang paling bahagia di dunia" bathin Aron.
tanpa di sadari Aron menangis dalam diam. mengingat kenangan selama mereka masih bersama, tertawa bersama.
...๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ...
Kembali kedalam kamar pengantin.
Setelah hasratnya terpuaskan, Adit berbaring di samping Amel. Adit tersenyum sinis sambil berkata. "Sok suci, wanita murahan srpertimu berlaga sombong. Cih, kamu tak ada bedanya dengan jal*ng di luar sana" sambil menatap Amel jijik.
Amel hanya diam meremas selimut yang membalut tubuhnya, hanya air mata yang menjadi saksi, bagaimana perasaan Amel saat ini.
"Tuhan, ampuni segala dosaku, aku wanita hina, tak pantas mendapatkan kebahagiaan" bathin Amel .
Karna lelah menangis dalam diam, akhirnya Amel terlelap dalam tidurnya.........
Bersambung..........
Maaf ya adegan ranjangnya aku skip,, aku tidak tau bagaimana harus menulisnya๐๐๐
__ADS_1
maaf juga tulisanku acakadul, ini karya pertamaku๐๐๐๐
Belum saatnya Rahasia Amel terungkap.