
Amel pergi ke pantai, pantai yang selalu menjadi tempat Aron dan Amel menghabiskan akhir pekan mereka.
Amel berjalan gontai menuju bibir pantai, sampai di bibir pantai, amel duduk tersungkur meghadap pantai, air mata amel semakin deras.
" Tuhan engkau tahu betapa aku sangat menyayangi Aron, engkau pun tahu, dia satu-satunya lelaki yang bisa masuk di hatiku setelah Arka". sambil terus menangis Amel bicara pada dirinya sendiri.
ya Arka adalah kekasih masa lalu Amel, dan karna Arka lah, Amel selalu merasa dirinya hina dan tidak pantas untuk Aron.
lama Amel terduduk di bibir pantai hingga matahari terbenam.
Amel bangun dari duduknya setelah matahari benar-benar terbenam.
Amel berjalan meninggalkan pantai, dia harus segera pulang jika tak ingin di marahi ibunya.
💮💮💮
kediaman Amel.
Ceklek! suara pintu terbuka.
" dari mana saja kamu?". suara ibu Risma memenuhi ruangan setelah melihat Amel masuk.
" maaf bu, tadi aku pergi kepantai". ucap Amel sambil berlalu melewati ibunya.
Amel berhenti sebentar, menatap ibunya. " ibu, aku akan menerima perjodohan dari ibu, aku siap menikah!. aku istirahat dulu bu". lalu Amel masuk ke dalam kamarnya, menutup pintunya lalu mengunci pintu dari dalam.
Amel bersandar di pintu kamarnya, terduduk di lantai sambil menangis.
.............................................................
Sementara itu di kediaman Aron.
Tok .. tok .. tok!
" ya ... sebentar ". ibu Ratih.
ibu Ratih adalah ibu Aron.
__ADS_1
Betapa kagetnya ibu Ratih setelah membuka pintu. Aron berdiri di depan pintu dengan keadaan yang berantakan, bau alkohol menyeruak dari tubuh Aron.
" Asataga nak!. kamu kenapa?". sambil memapah anaknya masuk ke dalam kamar.
" Ibu .. Bu .. dia akan menikah bu, dia meninggalkan aku bu". untuk pertama kalinya setelah dewasa, Aron menangis dalam pelukan ibunya.
" syukurlah jika gadis murahan itu akan menikah, setidaknya aku tidak akan punya menantu murahan sepertinya". bathin ibu ratih
ibu meninggalkan Aron di kamarnya. sesekali ibu mendengar Aron teriak menyebut nama Amel.
ibu Ratih masuk ke dalam kamarnya, lalu mengambil ponselnya, ibu Ratih akan menghubungi seseorang yang selama ini telah di siapkannya untuk menjadi menantu.
" Halo tante". ucap Mira.
ya mira adalah gadis yang selalu mengejar cinta Aron. namun keberadaanya selama ini tak pernah di anggap oleh Aron.
" Mira!" pekik ibu Ratih.
Mira pun menjauhkan ponselnya karna saking kerasnya ibu Ratih berteriak.
" Mira, gadis murahan itu akan menikah. sekarang kamu harus extra jika mendekati Aron". Ucap ibu Ratih senang.
" Apa!". suara Amel tak kalah keras dari ibu Ratih. " benarkah tan? dia akan menikah dengan siapa tan?". ucap Mira kaget sekaligus senang.
"entah siapa lelaki bodoh yang mau menikah dengannya, aku tidak perduli. besok kamu kesini ya, temani Aron". ucap ibu Ratih
" ia tan pasti, aku pasti datang, sekarang Aron dimana tante?". Mira tau Aron tak mungkin cepat menerima keputusan Amel yang akan menikah.
" aron sedang istirahat di kamarnya, sudah dulu ya, tante mau istirahat". lalu ibu memutuskan sambungan telpon, ibu Ratih tersenyum sambil berjalan pelan menuju ranjang.
di dalam kamar Aron.
" Amel .. Amel kenapa kamu tega meninggalkanku Amel?. apa kamu tidak mencintaiku Amel". Aron terus mercacau dalam tidurnya, entah apa yang di mimpikannya.
" Amel. aku sangat mencintaimu Amel". air mata Aron mengalir namun Aron masih dalam keadaan tidak sadar.
Lama Aron mercacau menyebut nama Amel, hingga dia tertidur dengan tenang.
__ADS_1
..............................
sementara itu di dalam sebuah kamar, seorang gadis duduk meringkuk sambil menangis di atas ranjang.
Amel tak bisa tidur karna memikirkan Aron.
"maafkan aku aron, aku sangat mencintaimu aron, tapi aku tak pantas untukmu aron, hati ini akan selalu menjdi milikmu". bathin amel
Amel meraih ponselnya, dia ingin menghubungi Aron, namun niat itu di urungkannya, Amel takut menyakiti Aron lagi.
Amel menegakkan kepalanya, lalu mengusap air mata yang sedari tadi mengalir di pipinya
.
" aku pasti bisa, ia aku pasti bisa. kamu pasti bisa melewati ini semua Amel. aku tidak bisa terus larut dengan kesedihan ini, sebentar lagi aku akan menjadi istri seseorang, aku harus menjadi istri yang baik". bathin amel.
Amel terus menguatkan dirinya sendiri, sampai tak terasa dia telah terlelap dalam tidurnya.
ya begitulah seseorang menguatkan dirinya sendiri di saat tak ada teman atau keluarga untuk saling berbagi rasa.
kita hanya bisa menelan pahitnya hidup sendiri.
***Bersambung.........
Prolog***
sejak kecil Amel tinggal bersama nenek nya, amel di besarkan neneknya, orang tua amel telah berpisah sejak Amel baru usia 2 tahun.
ayahnya pergi meninggalkannya dengan wanita lain, sedangkan ibu Amel menikah lagi...
ibu Amel menikah dengan lelaki bejat, lelaki yang selalu ingin melecehkan Amel, di lubuk hati Ibu Amel, sesungguhnya tersimpan cinta yang sangat dalam untuk Amel.
ibu Amel melindungi amel dengan cara menikahkan Amel dengan seorang lelaki yang jauh lebih dewasa dari Amel, karna ibu Amel berpikir, calon suami amel bisa membahagiakan Amel dan selalu melindungi amel.
Ibu mana yang tidak mencintai anaknya.
namun tak selamanya pilihan ibu itu benar.
__ADS_1