Aku Wanita Hina

Aku Wanita Hina
Aku Istrimu


__ADS_3

Hari-hari begitu cepat berlalu. satu bulan sudah Amelia Ratna menjadi seorang istri Adit Raharja.


"Mulai hari ini, kamu yang akan mengerjakan seluruh pekerjaan rumah, bi inah sedang cuti. jadi pekerjaan rumah kamu yang bereskan" ucap bu Maryam pada Amel.


bu maryam adalah ibu mertua Amel.


"i-iya bu" ucap amel terbata. selama menjadi menantu Raharja, amel tak pernah sekalipun berani membantah semua perintah anggota keluarga Raharja.


Amel hanya akan menunduk dan mengatakan iya atau baik.


Ting Tong!


"Ya sebentar!" sambil sedikit berlari amel menuju pintu masuk karna mendengar bel berbunyi. di lapnya tangannya yang basah di bajunya.


Ceklek. pintu terbuka.


"Siapa ya?, anda siapa nona?" amel meralat ucapannya yang pertama setelah melihat keseluruhan penampilan tamu yang datang.


"Apa Adit ada di rumah?, kamu pembantu baru disini ya?" tanya si tamu pada Amel.


"Silahkan masuk nona, mas adit ada di dalam ruang kerjanya nona" ucap amel mempersilahkan si tamu untuk masuk.


"Waaaaahhhhh, cukup berani juga rupanya kamu memanggil Adit dengan embel-embel mas" sambil berjalan masuk si tamu langsung menuju ruang kerja adit.


Tok. tok. tok!

__ADS_1


"M-mas adit!, ada tamu yang mencari mas" sabil mengetuk pintu, amel memberanikan diri memanggil suaminya. suami yang tak pernah menganggap Amel adalah istrinya.


setelah Adit mempersilahkan Masuk, Amel membuka pintu ruang kerja Adit.


"Sayang ... aku sangat merindukanmu" ucap si tamu berhambur memeluk Adit.


Deg. Amel langsung mengangkat kepalanya yang selama ini selalu menunduk jika di hadapan Adit. kata Sayang yang terucap dari mulut wanita lain untuk suaminya membuatnya merasakan sakit di hatinya. Amel menutup pintu ruangan kerja Adit, setelah pintu tertutup, Amel bersandar di daun pintu, meremas dadanya, hatinya sakit melihat suaminya bercumbu dengan wanita lain.


Hubungan Amel dan Adit memang sebatas menjadi partner ranjang bagi Adit. selain itu, amel juga sudah seperti pembantu di rumah keluarga Raharja. namun seiring berjalannya waktu, Amel mulai menyayangi suaminya, entah kapan perasaan itu muncul. mungkin karna Amel merasa Adit suaminya dan Hubungan intim yang selama ini Adit lakukan pada amel, membuat Amel sedikit demi sedikit menyayangi Adit.


"Kapan kamu pulang dari luar negeri? hmmmm' ucap adit sambil mengangkat dagu Riska dengan telunjuknya.


ya tamu yang datang adalah Riska, kekasih Adit sejak jaman mereka kuliah.


Mata riska yang memandang Adit, cukup menggambarkan bagaimana rindunya Gadis itu pada adit. tanpa peringatan sebelumnya, Riska mencium bibir adit, melum*tnya menggali lebih dalam kenikmatan yang selama ini tertahan.


"Dia wanita yang di jodohkan Ayahku, posisinya di Rumah ini tak lebih dari seorang pembantu, aku menidurinya jika aku sangat merindukanmu" sambil meraih pinggang Riska semakin merapatkan tubuh riska di tubuhnya.


"Sekarang ada kamu, aku hanya akan menjamah tubuhmu" lalu lagi-lagi adit ******* lembut bibir Riska.


"Apa kamu yakin hanya sebatas itu posisi gadis itu di hatimu?, kamu bahkan tidak marah ketika dia memanggilmu dengan embel-embel mas" ucap Riska sambil memainkan tangannya di dada bidang Adit.


"Aku merindukanmu, berhenti membahas gadis lain saat kita sedang bersama" lalu adit melepaskan pelukan mereka, Adit membawa riska agar duduk di sofa.


tak berselang lama, Amel masuk membawa minuman dan beberapa cemilan untuk tamu suaminya. Amel melihat betapa dekatnya Wanita yang di depannya kini dengan suaminya.

__ADS_1


"Amel, dia kekasihku, kekasih yang sangat aku cintai, namanya Riska" ucap adit pada amel tanpa menoleh sedikitpun.


seketika tubuh mungil Amel meradang mendengar suaminya berkata sangat mencintai wanita lain. Amel hanya membalas ucapan adit dengan sebuah senyuman. selama ini Amel selalu membalas penghinaan keluarga Raharja hanya dengan Senyuman.


Amel berlalu pergi tanpa mengucapkan satu katapun.


...💮💮💮💮...


Malam harinya. Setelah riska selesai ikut makan malam dengan keluarga Raharja, Riska pulang, karna dia belum pulang ke rumahnya.


sesampainya di bandara, Riska langsung menuju rumah adit.


"M-mas, apa aku boleh meminta sesuatu?" ucap amel ragu-ragu.


adit menoleh pada Amel. "apa yang ingin kamu katakan" ucapnya lalu kembali pokus pada ponselnya.


"M-mas, apa mas bisa tidak terlalu dekat dengan wanita lain?" ucap amel sambil meremas jemarinya.


Adit langsung berdiri, berjalan pelan mendekati Amel yang berdiri tidak jauh dari tempatnya duduk. Adit mencengkram dagu Amel.


"Beraninya kau mencampuri urusan pribadiku" ucapnya geram. "Wanita jal*ng sepertimu tak pantas menjadi istriku. kau hanya pemuas nafsuku dan kau hanyalah sampah di rumah ini, tidak lebih!" masih mencengkran dagu Amel, cengkraman tangan adit di dagu Amel semakin kuat ketika Air mata amel mengalir di pipi mulus amel.


Amel berusaha melepaskan cengkraman kuat tangan Adit. " Aku istrimu, bukan pembantumu" untuk pertama kalinya Amel berani membantah Adit.


Bersambung.................

__ADS_1


huaaaaaaaaa ko aku yang sedih ya, gak kuat aku😭😭😭😭😭😭😭


__ADS_2