Aku Wanita Hina

Aku Wanita Hina
Aron Wijaya


__ADS_3

Di dalam ruang rapat semua rekan bisnis Adit sudah berkumpul, Adit pun sudah masuk di temani asisten nya Roby.


"Maaf semua nya lama menunggu" sapa Adit pada semua orang yang ada dalam ruang rapat.


Semua orang masih diam tidak ada satu orang pun yang menjawab basa basi Adit, mata semua orang tertuju pada Adit namun tatapan mereka memperlihatkan ketidak sukaan nya.


"Baiklah sebaik nya kita mulai saja rapatnya" ucap Adit lagi sambil mengubah posisi duduk nya.


"Memang nya apa yang anda tunggu dari tadi" ucap salah satu rekan bisnis Adit.


Raut wajah Adit pun semakin menegang, sebisa mungkin ia tidak memperlihatkan nya.


"Saya mengumpulkan anda semua nya disini ingin membicarakan mengenai proyek yang sudah kita sepakati sebelum nya, asisten saya Roby menyampaikan bahwa proyek pembangunan sekolah yang sudah di setujui di batalkan. Kalau boleh saya tahu apa masalah nya kenapa proyek ini di batalkan" ucap Adit panjang lebar, dada nya sudah bergemuruh.


"Buat apa lagi meneruskan pembangunan sekolah ini, pembangunan sekolah hanyalah kedok dari semua rencana licik mu. Kami akan menarik semua uang yang sudah kami investasikan dan kami akan mengambil semua saham yang kami miliki di perusahaan Raharja" jawab salah satu rekan bisnis Adit, ia mewakili semua rekan-rekannya berbicara.

__ADS_1


"Apa maksud anda dengan kedok pak?" tanya Adit.


"Cih,,, tidak usah pura-pura bodoh. Saya tahu anda membangun sekolah ini dengan tujuan memperbaiki nama baik mu, anda katakan pada kami kalau sekolah ini akan menjadi sekolah gratis untuk anak-anak yang tidak mampu, namun di balik itu semua anda akan mengambil organ-organ tubuh dari anak-anak yang tidak berdosa. Hentikan sekarang juga atau anda akan menyesal" ucap seseorang yang saham nya paling tinggi di perusahaan Raharja selain Aron Wijaya.


"Anda tidak bisa menuduh saya tanpa bukti pak" ucap Adit sudah mulai gusar.


Salah satu anak buah rekan bisnis Adit maju ke depan setelah mendapat instruksi dari Bos nya, ia mulai mengotak atik sebuah mesin yang akan menampilkan sebuah video bukti kebejatan Adit.


Video pun mulai berputar.


"Hahahahahah aku akan semakin kaya setelah sekolah gratis yang aku bangun selesai, anak-anak yang akan sekolah di sana satu persatu akan mati setelah organ tubuhnya hilang, aku akan semakin kaya dengan menjual organ tubuh dari anak-anak itu" ucap Adit sambil tertawa.


Adit yang sudah mulai merasa terpojok hanya bisa diam, ia begitu syok karena apa yang ia bicarakan dengan anak buahnya bisa di ketahui secepat itu, ia semakin tidak menyangka ketika apa yang ia rencanakan di rekam, namun yang paling membuatnya bingung, siapa yang sudah menghianatinya.


"Ini tidak benar Tuan" ucap Adit mencoba membela diri. "Apa yang ada dalam video itu tidak benar" ucapnya lagi.

__ADS_1


"Polisi sudah menunggu anda bapak Adit Raharja" ucap Aron Wijaya yang baru saja memasuki ruangan.


Aron langsung terbang ke indonesia setelah melihat video yang di kirim anak buahnya, ia ingin menyaksikan sendiri kehancuran Adit.


"Aron,, jadi ini semua adalah perbuatanmu" ucap Adit dengan sorot penuh kebencian.


"Anda salah Tuan Adit yang terhormat, saya tidak melakukan apa pun" jawab Aron dengan santai.


Adit di giring keluar ruangan oleh beberapa petugas kepolisian, ia melihat ke arah asisten nya, namun sang asisten hanya diam. Semua orang yang melihat Adit di borgol dan di bawa petugas kepolisian bertanya-tanya.


Sedang di rumah sakit Amel semakin gelisah memikirkan suaminya, ia ingin menelpon Adit namun merasa takut.


"Tuhan tolong jaga suamiku dimanapun ia berada" bathin Amel.


Menghapus air matanya.

__ADS_1


***Bersambung............


Hay hay hay jangan lupa like dan komen nya ya,, makasih😘😘😘🙏🙏🙏***


__ADS_2