Aku Wanita Hina

Aku Wanita Hina
Hati Yang Tersakiti


__ADS_3

Di pagi hari di dalam sebuah kamar kediaman keluarga Raharja.


Tit. Tit. Drttttt. Pesan masuk di ponsel Amel.


Amel meraih ponselnya membuka pesan yang masuk. Betapa kagetnya Amel saat melihat beberapa poto yang masuk ke nomornya. Di lihatnya Riska Yang tidur berdua bersama Adit tanpa memakai baju, tubuh mereka hanya tertutupi selimut.


Amel menangis hatinya sangat sakit melihat suaminya sendiri bersama orang lain.


"Ya Allah sesakit inikah rasanya di tinggalkan, mengapa takdirku begitu buruk, apa salahku selama ini, mengapa suamiku memperlakukan ku seperti ini?. salahkah jika aku mencintainya, salahkah jika aku egois ingin mendapatkan cintanya, salahkah aku berharap padanya. Tuhan aku membenci keadaan ini" bathin Amel.


Sambil memegang dadanya karna sakit yang di rasakannya.


"Nak apa kehadiranmu akan merubah segalanya, apa kehadiranmu tidak ada artinya" gumam Amel meraba perutnya yang masih rata.


Amel mencoba menenangkan diri, melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mendinginkan pikirannya.


Beberapa menit kemudian Amel keluar dari kamar.


"Amel apa kamu ingin makan sesuatu Nak?" Tanya Ayah Rudi.


"Tidak Ayah, aku hanya ingin jalan-jalan ke taman" jawab Amel.


"Baiklah Nak, ayo Ayah temani" sambil menggandeng tangan menantunya.


------ Di Taman.


"Amel, Ayah tau hubunganmu dengan Adit tidak begitu baik, Ayah tau segalanya, maafkan Ayah yang dulu memintamu menjadi istri anak Ayah" ucap Ayah Rudi pada Amel.

__ADS_1


"Ayah semua sudah takdir dari yang Maha Kuasa, apapun yang terjadi padaku adalah kehendaknya, jangan pernah merasa bersalah hanya karena aku" ucap Amel tersenyum.


"Ayah sangat bersyukur kamu menjadi menantu Ayah, kamu wanita yang di butuhkan Adit, maafkan Adit yang belum bisa melihatmu"


"Tidak ada manusia yang sempurna, semua punya sifat masing-masing dan Tuhan tidak akan menguji umatnya di batas kemampuan nya" ucap Amel menitikan air mata.


"Jika suatu saat kamu ingin pergi mencari kebahagiaan mu, maka Ayah akan selalu berada di garda terdepan, Ayah akan berusaha membantumu mencari kebahagiaanmu"


"Andai saja semudah itu Ayah, sekarang aku sedang mengandung anak Mas Adit, apapun yang di lakukan Mas Adit padaku, aku akan menerimanya, sekarang bukan hanya aku tapi juga akan ada anak yang akan lahir di antara aku dan Mas Adit" ucap Amel menghapus air matanya.


Setelah pembicaraan hangat antara Amel dan Ayah Rudi, Amel kembali ke rumah besar, Amel merasa lapar karna memang belum sarapan.


Karena sudah merasa kenyang akhirmya Amel kembali ke dalam kamarnya untuk istirahat.


------------------ Di kediaman Bu Ratih.


"Nak, Ibu tahu kamu sangat mencintai Amel, Ibu tahu kamu berusaha untuk melupakannya. Maafkan Ibu yang egois telah memisahkan kamu dengannya" bathin Bu Ratih. Sambil melihat album poto Aron, Bu Ratih menangis.


"Tante" panggil Mira.


"Tante egois Mir, selama ini tante berpikir Aron akan bisa bahagia walaupun tanpa Amel"


"Sudahlah tante, semua sudah terjadi, kita tidak bisa memutar waktu, mungkin memang takdir belum menyatukan mereka" ucap Mira lalu memeluk Bu Ratih.


"Maafkan tante, gara-gara tante memaksa kamu harus menjadi menantu tante, kamu terjebak dalam keadaan ini"


---------------- Seminggu sudah kepergian Adit ke luar kota. Adit sekalipun belum memberi kabar pada Amel. Adit seakan tidak perduli akan kehamilan Amel.

__ADS_1


"Sayang aku bosan disini" ucap Riska manja.


"Ayo kita jalan-jalan" ajak Adit menggandeng tangan Riska.


Di dalam mobil. "Kita mau kemana sayang?" tanya Riska.


"Terserah kamu mau kemana, tadi kamu yang bilang bosan di hotel"


"Kita ke pantai saja ya sayang"


Adit hanya mengangguk sambil tersenyum memegang tangan Riska.


--------- Dua jam kemudian Adit dan Riska telah sampai di pantai. berhubung hotel yang di tempati Adit lumayan jauh dengan pariwisata membuat mereka lapar karena lama di perjalanan. Akhirnya mereka memutuskan untuk makan siang dulu.


"Sayang kamu mau pesan apa"


"Samakan saja dengan pesananmu"


Adit melihat sekeliling di lihatnya seorang wanita hamil yang sedang makan di tempatnya, Adit mengingat Amel yang sekarang mengandung anaknya.


"Apa selama ini aku terlalu egois padanya?, aku menikmati hariku bersama Riska namun aku mengikat Amel pada pernikahan ini. Dia pun sedang mengandung darah dagingku" bathin Adit.


Bersambung.........


Maaf kurang panjang, author sedang sakit kepala karena hari ini author sedang putus cinta.


lelaki yang author sayangi, cintai, percaya, memutuskan hubungan secara sepihak.

__ADS_1


Bukankah itu egois??? tapi author juga tidak bisa mengikat seseorang yang tidak ingin bersama kita.


Maafkan author jadi curhat,, tapi rasanya di tinggalkan tuh emang sakit banget.😭😭😭


__ADS_2