Aku Wanita Hina

Aku Wanita Hina
Pirasat


__ADS_3

Sementara itu di Rumah keluarga Raharja.


Amel baru saja keluar dari kamar mandi setelah selesai membersihkan diri. Amel duduk di depan cermin meja riasnya, Amel melamun melihat pantulan dirinya sambil menyisir rambutnya yang setengah basah. Setelah selesai dengan ritual rutinnya setiap habis mandi, Amel hendak bangun namun tanggannya tidak sengaja menjatuhkan alat make up nya. Amel menunduk lalu memungut alat make up yang berserakan di lantai kamar. Perasaannya tidak enak, selintas bayangan Riska yang begitu mesra dengan Adit membuat hatinya ngilu.


"Ya Allah, jika Mas Adit adalah jodoh yang telah engkau kirimkan untuk hamba, maka jadikanlah Mas Adit suami yang bertanggung jawab. Jadikanlah Suamiku, suami yang selalu menyayangiku, Suami yang selalu melihatku penuh cinta. Aku ingin melihat cinta untukku di mata Suamiku. Tapi jika dia bukan yang terbaik untukku, kuatkan hatiku menerima segala cobaan darimu Tuhan" Bathin Amel.


Amel menitikan air matanya menarik nafasnya dalam, mencoba menahan segala rasa sakit yang selama ini di rasakannya.


Drrrrrtttttttt Drrrrrrttttttttt


Suara ponsel Amel berbunyi hingga membuat nya tersadar dari lamunannya. Amel menyimpan Alat make up di atas meja riasnya.


Amel tersenyum melihat siapa penelpon di layar ponselnya.


{GC Sahabatku Video Call}. yang terdiri dari Ainun, Nisa, Putri, Desi.


Putri: "Ameeeelllll kamu dari mana saja sih lama banget angkat telponnya".


Nisa: "Gak usah teriak-teriak dudul"


Ainun: "Tau si dudul emang kita budek apa!"


Desi: "Udah-udah kenapa kalian rame sendiri sihhhh. Mel semalem lu gak di apa-apain kan sama si Adit?"


Putri: "Iya Mel, kita semua khawatir sama lu, takut lu di apa-apain"


Amel: "Aku baik-baik aja, kalian gak usah khawatir. Mas Adit tuhh suami yang baik" sambil tersenyum pelik.


Putri: "Kamu gak bohong kan Mel, dia kayanya marah banget lho semalem. kalau ingat wajah dia yang semalam aku takut Mel"


Nisa: "Apaan sih kamu Put, Amel kan gak pernah bohong, emang kamu pecicilan"

__ADS_1


Amel: "Sudah-sudah, makasih ya semuanya udah khawatir sama aku, tapi aku baik-baik aja ko. Aku sayang kalian semua"


Setelah puas bersenda gurau lewat Video Call bersama teman-temannya. Amel keluar dari kamar menuju dapur.


"Amel!" panggil Bu Maryam setengah berteriak.


"Ya Bu, ada apa?" jawab Amel menghampiri Bu Maryam.


"Buatkan minum, di depan ada tamu penting" kata Bu Maryam lalu meninggalkan Amel di dapur.


--------- Amel berjalan pelan membawa nampan berisi minuman dan beberapa cemilan. Sampai di ruang tamu betapa kagetnya Amel melihat siapa tamu yang datang adalah Aron, Namun Amel tak berani menegurnya. Amel meninggalkan Ayah Rudi dan Aron yang sedang berbincang.


"Apa dia pembantu anda?"


"Akhhh tidak Tuan, dia menantuku. Dia istri Adit"


"Saya kira dia pembantu anda, karna sepertinya dia tidak pantas menjadi menantu keluarga Raharja" ucap Aron lalu menyeruput kopi nya.


"Ohhh begitu rupanya" sambil manggut-manggut.


"Ternyata masih ada orang yang menyayangimu di rumah ini Amel. Sekarang setidaknya aku bisa sedikit tenang" Bhatin Aron.


Aron adalah orang yang memiliki saham tertinggi di Raharja Group. Namun posisinya di Raharja Group tidak membuatnya ingin merusak perjodohan Amel dan Adit sehingga membuat Aron menyesali kesalahannya yang melepaskan wanita yang sangat di cintainya begitu saja.


----------- Di dalam kamar Amel sedang terduduk di lantai sambil menangis. Amel teringat kenangannya di masa lalu bersama Aron.


"Sayang kamu di sosmed jangan Upload poto yang cantik-cantik begini, apalagi yang senyumnya manis begini" ucap Aron sambil merebut ponsel Amel.


"Apaan sih yank kamu posesif banget dehh" jawab Amel merebut ponselnya lagi.


"Sayang aku takut kamu di culik orang, terus aku sama siapa?" ucap Aron pura-pura ngambek.

__ADS_1


"Ahahahahahha sayang kamu lucu deh, siapa yang akan nyulik aku sih. Udah deh jangan mulai lagi" jawab Amel sambil mencium pipi Aron lalu berlari.


"Ayo kejar aku kalau kamu bisa hahahahaah" sambil berlari Amel tertawa.


Amel tersadar dari lamunannya ketika pintu kamarnya di ketuk. Amel melangkahkan kakinya menuju pintu untuk membukanya.


"Tuan Aron ingin bertemu denganmu sebelum beliau meninggalkan kota ini" ucap Bu Maryam sinis


Amel hanya mengangguk lalu keluar meninggalkan kamar menuju ruang tamu.


di ruang tamu Amel duduk di sofa dekat Ayah Rudi.


"Amel apa kamu bahagia tinggal disini?" pertanyaan pertama teelontar dari bibir Aron.


"Maaf Tuan, anda tidak berhak menanyakan kehidupan pribadi saya" jawab Amel tanpa melihat wajah Aron


"Akhh ya maaf. Aku hanya melihat kamu seperti pembantu disini makanya aku bertanya" Ucap Aron lagi.


"Bahagia atau tidaknya saya itu bukan urusan anda Tuan. Dan satu lagi, mengurus rumah ini adalah tanggung jawab saya sebagai menantu disini, sebagai seorang istri, saya harus mengurus suami saya sendiri saya tidak butuh pembantu" jawaban telak dari Amel membungkam mulut Aron.


Setelah perbincangan itu Aron meninggalkan kediaman keluarga Raharja kembali ke Luar Negeri. Amel masuk lagi kedalam kamar nya. Amel melepas kepergian Aron dari jendela kamar nya.


"Maafkan aku Aron, aku tidak bermaksud menyakitimu, aku tau maksud baikmu ingin melindungiku. Biarlah apa yang aku alami disini menjadi rahasiaku bersama Tuhan. Aku ingin kamu bahagia Aron" ***bathin Amel.


Bersambung***..........


Jagalah kekasihmu ketika dia masih ada di sisimu, karna ketika dia sudah pergi kamu akan merasakan bagaimana sakitnya di tinggalkan.


perjuangkan dia jangan mudah menyerah.🤗


Karna ada yang tanya ini kisah nyata atau tidak. Jawabannya adalah iya.

__ADS_1


Novel ini di angkat dari kisah nyata namun sedikit di lebih lebihkan. hehe mungkin kebanyakn lebihnya juga😂😂😂


__ADS_2