
Sementara itu di sebuah gedung yang menjulang tinggi seorang lelaki yang berperawakan tinggi berparas tampan sedang menatap geram pada layar ponselnya, dimana sedang di putar sebuah video yang memperlihatkan aktifitas Amel sampai Amel yang sedang terbaring lemah di dalam ruang rawat inap rumah sakit. Siapa lagi jika bukan Aron.
"Brengsekkkk! apa yang kau lakukan pada wanita ku?". teriaknya membanting ponsel yang masih memutar video Amel. "Wanitaku yang malang" ucapnya berdiri dari duduknya lalu melangkah menuju jendela. Di masukkan nya kedua tangan nya kedalam saku celana, tatapannya yang tajam menampar seluruh kota negaraXX dari balik jendela.
Aron berbalik melangkah kmbali ke meja kerjanya, ia meraih gagang telepon. "Bawakan aku ponsel yang baru" ucapnya lalu memutuskan sambungan telpon, ia kembali berjalan ke depan jendela.
"Aku akan membalas semua yang kau lakukan pada wanitaku, lihatlah bagaimana aku akan membuatmu menyesali perbuatanmu selama ini" bathin Aron.
Tidak lama pintu ruangan Aron di ketuk.
Tok. Tok. Tok!
"Masuk!" ucapnya masih membelakangi pintu.
"Apa yang aku minta sudah siap?" tanyanya.
"Ini ponsel yang anda pesan Tuan, ini ponsel keluaran terbaru, dan saya sudah memindahkan semua fail-fail yang ada pada ponsel anda sebelumnya" ucap pegawai Aron karena sudah terbiasa dengan sikap bos nya jika menginginkan sesuatu yang harus sudah lengkap.
__ADS_1
Aron berbalik melangkah, berjalan pelan menuju sofa yang ada di ruangannya. Ia menduduk kan bokongnya di atas sofa empuk, ia bersandar lalu menaikkan sebelah kakinya ke atas pangkuan nya. "Buka" perintahnya melihat kotak ponsel yang masih baru.
"Ini Tuan" pegawai itu menyerahkan ponsel ke hadapan Aron.
Aron meraihnya. "Pergi" perintahnya pada pegawai itu. Aron mencari kontak yang sudah ada di dalam ponselnya.
Setelah sambungan telpon terhubung. "Aku ingin mereka menarik seluruh investasi yang masuk ke perusahaan Raharja, pastikan tidak ada yang mau menginvestasi kan uangnya di perusahaan Raharja" perintahnya lewat sambungan telpon. Lalu Aron memutuskan sambungan telpon. "Kita lihat sejauh apa kekuasaan mu Adit Raharja" gumam Aron.
------------------- Sementara itu di sebuah ruang rawat rumah sakit dengan waktu yang berbeda beberapa jam dengan waktu di negaraXX. Amel dan teman-temannya sedang bersenda gurau sambil memakan surabi yang tadi di bawa Nisa.
"Amel nanti kalau perutmu sudah membuncit, kamu pasti kayak badut. Ha ha ha ha" ucap Putri yang di akhiri tawa renyahnya.
"Ha ha ha ha ha" mereka semua akhirnya tertawa bersama, hanya Putri yang cemberut.
"Kapan kalian akan menikah? di antara kita hanya aku yang sudah menikah" tanya Amel pada semua teman nya.
"Aku masih suka sendiri, jomblo bikin happy" jawab Putri.
__ADS_1
"Elleehhh bilang aja gak ada cowok yang mau sama kamu, ha ha ha ha. Aku masih mau melanjutkan pendidikan ku lagi" jawab Ainun.
"Kalau aku sih mau membahagiakan ibuku dulu, aku belum mau menikah sebelum bisa membahagiakan ibuku" ucap Nisa.
"Aku akan menikah kalau lelaki yang aku suka mau melamarku" jawab Desi spontan.
Lalu semuanya tertawa mendengar jawaban Desi. "Bagaimana ada orang yang mau melamarmu kalau kamu begini terus, mandi saja sekali seminggu" ucap Putri.
Amel hanya geleng-geleng kepala melihat kekonyolan teman-temannya.
Saat mereka sibuk menertawakan Desi, pintu ruangan terbuka. Mereka semua menoleh secara bersamaan di lihatnya siapa yang berdiri di depan pintu ialah Adit suami Amel.
Semua teman-teman Amel berdiri lalu berpamitan untuk pulang. Setelah kepergian teman-teman Amel, Adit berdiri di samping ranjang Amel.
"Jadi kamu menikmati sakitmu? kamu bahagia di sini dan aku di rumah selalu di salahkan oleh ayah" ucap Adit mencengkram dagu Amel.
***Bersambung........
__ADS_1
MAAF UP TELAT, AKU MASIH SAKIT, LAGI GALON JUGA AKU INIH🤧🤧🤧🤧***