Aku Wanita Hina

Aku Wanita Hina
Kepulangan Adit


__ADS_3

Hari-hari begitu cepat berlalu, kini tiba saatnya Adit harus kembali dari kotaXX.


Setelah selesai berkemas mengemasi barang-barangnya, Adit dan Riska keluar dari Hotel, di loby sudah Ada supir yang menunggu mereka, supir yang akan mengantar mereka ke Bandara.


Setelah satu jam perjalanan Adit dan Riska sampai di bandara. Tidak butuh waktu lama pesawat yang di tumpangi Adit dan Riska mengudara di atas kotaXX.


------------ Setelah beberapa jam pesawat mengudara akhirnya pesawat mendarat dengan mulus tanpa kendala.


"Sayang aku pulang naik mobil kamu ya" pinta Riska.


"Sayang arah kita kan berbeda, apa tidak lebih baik kamu naik mobil atau taxi saja agar cepat sampai rumah" ucap Adit.


"Baiklah aku naik taxi saja, ya udah aku duluan ya" ucap Riska mencium pipi Adit lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Adit.


Setelah taxi yang di naiki Riska pergi, Adit masuk mobilnya lalu pergi meninggalakan bandara.


------------------ Setelah satu jam perjalanan akhirnya Adit tiba di kediamannya. Adit masuk melangkah menarik kopernya.


"Mas sudah pulang?" sambut Amel senang karna sudah lama merindukan Ayah dari anak yang di kandungnya.


"Iya" jawab Adit menyerahkan kopernya ke depan Amel.


"Mas mau makan?, biar aku siapkan" tanya Amel tersenyum.


"Aku sudah makan tadi di luar,, cepat masuk ke kamar" ucap Adit berlalu meninggalkan Amel.


Adit langsung masuk ke kamar mandi ingin membersihkan diri agar lebih fresh karena seharian di perjalanan membuatnya lelah.


Tidak butuh waktu lama Adit keluar dari kamar mandi sudah berngganti pakaian dengan baju tidur.


Adit mendekati Amel yang sudah terlelap.


"Aku sangat menginginkanmu malam ini" gumam-gumam Adit sambil mencumbu Amel.


"Mmmmmmmm" Amel menggeliat.

__ADS_1


Adit menyibak selimut yang menutupi tubuh mungil Amel, mata Adit tertuju di perut rata Amel, usia kandungan Amel sudah memasuki bulan ketiga. Adit yang tadinya ingin berlaku kasar melembutkan perlakuannya.


Adit naik ke atas tubuh Amel namun tidak langsung menindihnya karena kehamilan Amel. Adit memulai aksinya hingga membuat tidur pulas Amel terusik.


"Mmmmmmmm Mas" ucap Amel pelan karena masih belum sadar seutuhnya.


Adit menyambar bibir mungil Amel, mel*m*tnya lembut, tangannya sudah menggerayangi dua buah gundukan yang semakin membesar itu.


"Akhhhh" satu desahan lolos dari bibir Amel ketika mulut Adit menyesap kacang hitam yang ada di atas piramida.


Adit dan Amel sudah dalam keadaan polos, kelembutan yang tak pernah di dapatkan Amel sebelumnya membuat Amel terbang tinggi.


Adit mulai memasukkan pedang samurainya.


"Aaaakhhhhhh" desah Amel saat Adit mulai mengoyak lubang sumur Amel.


"Akkkhhhh ,,, mmmmmm" desah Amel lagi karena kenikmatan yang Adit berikan padanya malam ini.


"Sudah lama aku menginginkan ini" ucap Adit tanpa menghentikan aktifitasnya.


"Nikmatilah, sebentar lagi" Adit semakin mempercepat gerakannya.


Setelah Adit memuntahkan lahar ular kobranya, Ia berbaring di samping Amel namun dengan posisi membelakangi Amel.


Amel yang merasa bahagia suaminya memperlakukannya begitu lembut tersenyum sambil memandang punggung Adit.


------------- Pagi harinya Amel sudah bersih dan siap untuk berperang dengan peralatan di dapur.


"Selamat pagi Bi Inah" sapa Amel.


"Pagi Non! ,, sepertinya Non sedang bahagia" ucap Bi Inah.


Amel hanya tersenyum lalu memulai aktifitasnya memasak.


Di meja makan panjang keluarga Raharja.

__ADS_1


"Apa kamu akan langsung ke kantor hari ini, apa kamu tidak mau istirahat atau menghabiskan waktu bersama istrimu?" tanya Ayah Rudi.


"Sebaiknya aku langsung bekerja saja Ayah, aku tidak butuh istirahat" jawab Adit namun tanpa di sadari Adit jawabannya membuat Amel kecewa.


Setelah selesai sarapan Adit meninggalkan meja makan di ikuti Amel di belakangnya.


"Mas ini tasnya" ucap Amel menyerahkan tas kerja Adit.


"Terimakasih" ucap Adit meraih tasnya.


"Mas" ucap Amel ingin meraih tangan Adit untuk menciumnya.


"Jangan berpikir apa yang aku lakukan semalam bisa memperbaiki hubungan kita" Adit melihat tangan Amel yang masih menggantung di udara. "Dan jangan pernah berlaku manis di depanku, aku jijik" ucapnya lagi berlalu pergi meninggalkan Amel.


"Mas tidak adakah sedikit saja rasa yang tersisa untuk ku di hatimu" bathin Amel.


Menatap mobil yang di tumpangi Adit telah pergi meninggalkan halaman.


"Sabarlah anakku, do'akan semoga Ayahmu berubah, dan bisa melihat kehadiran kita" gumam Amel mengusap perut ratanya.


"Tumbuh yang sehat ya sayang, Ibu sangat menantikan kehadiranmu"


-------------------------- Di kediaman Bu Risma ibunda Amel.


"Dasar anak kurang ajar, sudah menikah dengan keluarga kaya raya malah tidak pernah mengingat Ibunya lagi" ucap Bu Risma ngomel-ngomel sendiri karena Amel jarang datang berkunjung.


"Ada apa sih Bu?" tanya Ayah tiri Amel.


"Anak kurang ajar itu tidak mengingat Ibunya lagi sekarang, kalau dia tidak memberi kabar harusnya transfer saja sudah cukup" ucap Bu Risma marah.


"Bahahahahah kamu tau anakmu, anak yang tidak tau diri, kamu masih mengharapkannya?" ucap Ayah tiri Amel tertawa.


"Awas saja anak itu kalau belum juga transfer, akan ku buat dia bercerai dan lebih baik dia jual diri saja" ***bathin Bu Risma.


Bersambung.........

__ADS_1


MOHON LIKE DAN KOMEN NYA YA, GPP GA VOTE ASAL LIKE DAN KOMEN SAJA🙏🙏🙏***


__ADS_2