Aku Wanita Hina

Aku Wanita Hina
Pernikahan


__ADS_3

Hari-hari begitu cepat berlalu. seminggu sudah Amel dan Aron tak pernah saling menghubungi. bahkan Amel sudah mengganti simcard nya, Amel takut jika Aron menghubunginya akan memengaruhi pernikahannya.


di sebuah kamar, Amel duduk di depan cermin meja rias, amel menatap pantulannya yang sudah di rias.


dengan polesan sederhana. kebaya putih panjang telah membalut tubuhnya yang mungil,. Amel sangat cantik, karna memang pada dasarnya Amel sudah cantik di tambah sudah di pakaikan make up tambah cantik tuh amel, pantas Aron tergila-gila sama amel yakan? ahhaha


baiklah, tinggalkan amel yang menatap pantulannya yang cantik. maaf author sambil ketawa🤣🤣


tidak berselang lama setelah Amel di rias, pintu ruangan di buka.


Ceklek. masuk empat orang sahabat Amel.


Desi, putri, nisa, ainun.


"Amel, sudah waktunya turun. apa kamu sudah siap?" ucap ainun.


"Amel kamu cantik banget. aaaaaaahh ... suamimu pasti kelepek-kelepek liat kamu" ucap putri.


"Amel kan memang sudah cantik dari dulu, memang kamu yang burik" ucap Desi.


"ekhhh jangan salah, gini-gini kan aku banyak yang naksir" ucap putri


"ekhhh, sudah-sudah, kitakan disini mau menjemput amel, bukan mau dengerin kalian ngoceh. ayo Amel, kita turun, kita sudah di tunggu di bawah" ucap Nisa


" enak aja kita, Amel yang di tungguin, bukan kita peakkkk" ucap Putri


Amel hanya tersenyum mendengar perdebatan kecil teman-temannya. Amil bangun dari kursi yang di dudukinya, lalu merapikan penampilannya.


"Ayo kita turun" ucap amel sambil tersenyum.


"aku pasti akan sangat merindukan kalian" ucap amel lalu berjalan pelan menuruni tangga, di dampingi keempat temannya.


Nisa dan Ainun di sebelah kiri dan kanan Amel, lalu Desi dan Putri di Belakang Amel.


Amel sempat berhenti di tengah tangga, ketika tatapannya bertemu dengan calon suaminya.

__ADS_1


Calon Suami amel tak berkedip memandangnya.


Amel tersadar dari lamunannya ketika Nisa bicara.


"Amel, ayo".


"akhhh ya, ayo" ucap Amel


Amel berjalan pelan menuruni anak tangga, lalu duduk di samping calon suaminya. di depannya sudah ada pak penghulu yang akan menjadi wali nikah amel. karna ayah amel ntah kemana, sejak kepergiannya dulu, ayah amel tak pernah muncul lagi.


"Saya terima nikahnya, Amelia Ratna dengan maskawin tersebut di bayar Tunai" Suara Adit mengucapkan ijab qobul , menggema di seluruh ruangan.


"Bagaimana saksi? SAH?" ucap pak penghulu.


"SAH" sorak para saksi sambil bertepuk tangan.


Amel tersenyum menghadap suaminya, di raihnya tangan kanan sang suami, lalu mencium punggung tangan itu.


...💮💮💮💮💮💮...


Aron sudah meminum banyak sekali minuman alkohol, Mira menemani Aron seharian ini.


Aron sudah setengah sadar karna Mabuk.


"Aron ayo kita pulang, ibu pasti hawatir" sambil mencoba memapah aron, Mira berusaha mengajak aron pulang.


"Lepaskan aku, pergi dari sini, aku tidak butuh belas kasihmu, ahahaha. kamu pasti kasihan kan sama aku" ucap aron sambil terus minum.


"Tidak!, aron apa yang kamu pikirkan, aku sangat mencintaimu aron. lihatlah aku aron, sekali saja" mira terus berusaha meyakinkan aron walaupun selama ini, aron selalu menolaknya.


"Mira. aku tau selama ini ibuku hanya menginginkanmu menjadi istriku, aku tau ibuku tidak menyukai Amel. kamu memanfaatkan pernikahan amel untuk mendekatiku, dasar wanita licik" Aron menepis tangan amel yang ingin memapahnya.


"Aron. aku memang sangat mencintaimu, tapi aku tidak pernah ingin memisahkan kamu dengan Amel" ucap Mira sambil mengusap air matanya.


Aron baru saja ingin bangun, namun dia tersungkur sudah tak sadarkan diri, karna saking banyak nya minum.

__ADS_1


"Aron!" pekik mira karna melihat aron akan jatuh.


" pak bantu aku memapah temanku ke Mobil ya" mira meraih tangan aron dan mengalungkan tangan Aron di lehernya, sambil di bantu pelayan kafe.


.......................................


"Tante, Buka pintunya tante" sambil teriak memanggil ibu Aron, Mira menahan tubuh kekar aron yang sudah tak sadarkan diri.


"Astaga! Aron, kamu mabuk lagi. ini semua pasti gara-gara gadis murahan itu" ucap ibu aron sambil membantu Mira membawa aron masuk ke kamarnya.


Aron sudah tertidur. mira dan ibu Aron meninggalkan aron di kamarnya.


"Tante, apa tante tidak kasihan sama aron. Aron terluka tante, aku bisa merasakan itu" ucap mira sambil menangis.


"sudah diam kamu. tau apa kamu tentang aron, kamu hanya perlu membuat aron jatuh cinta sama kamu. lagi pula tante tidak mau punya menantu seperti gadis murahan itu". ucap ibu Aron marah pada Mira.


...💮💮💮💮💮...


Sementara itu di dalam kamar pengantin.


Amel sudah mengganti kebaya yang tadi di pakainya dengan baju tidur, amel juga sudah membersihkan tubuhnya. Amel naik ke tempat tidur dengan perasaan takut. Amel tidur lalu mengambil bantal guling, di jadikannya bantal guling pemisah di atas ranjang.


Adit keluar dari kamar mandi sudah pakai baju tidurnya, adit melihat amel yang sudah tidur menutup tubuhnya dengan selimut. Adit tersenyum sambil berjalan mendekati ranjang.


"Aku tau kamu pura-pura tidur" ucap adit berbisik di telinga Amel. lalu menyibak selimut yang di pakai Amel..........


Bersambung............


kira-kira apa ya, yang di takutkan amel, apa rahasia Amel sebenarnya.


mohon dukung karyaku ya, g vote juga gpp, yang penting like dan komen.


maaf jika tulisanku masih acakadul.


ini novel pertamaku. 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2