
"Maafkan aku mas, jangan pukul aku" ucap Amel terisak.
"Kau berani bertemu Pria lain di belakangku sekarang kau bilang maaf!" ucap Adit setengah berteriak.
Adit menarik paksa pakaian Amel hingga robek. Amel makin gemetar ketakutan, walaupun selama ini Adit selalu menjamah tubuh Amel. Namun Amel selalu merasa takut karna perlakuan kasar Adit.
Amel makin terisak ketika Adit memulai aksinya dengan kasar. Adit merem"s kuat dua buah gundukan Amel, bibir Adit menelusuri leher jenjang Amel meninggalkan banyak jejak kepemilikan hingga membuat Amel hanya bisa menggigit bibir bawah nya menahan rasa sakit yang Adit lakukan.
Adit mulai memasuk kan pedang samurainya. Dengan sangat kasar Adit menghentak kan miliknya di lubang sumur Amel.
Amel hanya bisa menangis dalam diam. Air mata yang lolos dari pelupuk matanya menjadi saksi Adit memperlakukan Amel dengan sangat kasar. Bahkan Adit tak perduli dengan isak Amel yang merintih kesakitan. Walaupun sering berhubungan int*m bukan tidak mungkin perlakuan kasar Adit membuat daerah inti Amel terluka.
Adit bagai orang kesetan*n, apalagi bayang Amel yang bertemu dengan Aron selalu melintas di ingatannya membuat Adit makin menggila.
"Sudah hentikan Mas sakiiiittttttt!" ucap Amel pelan di sela-sela hentakkan Adit.
"Ini kan yang kamu mau?, Aku akan memberikan apa yang kamu inginkan. Wanita murah*n sepertimu tidak membutuhkan cinta" ucapnya tanpa mau melepaskan penyatuan nya.
"Tidak Mas, maafkan aku, aku Mohoonnn lepaskan aku" dengan terisak Amel memohon pada Adit.
Adit makin geram mendengar permohonan Amel. "Jadi kau mau lepas dariku?!. Aku tidak akan melepaskanmu semudah itu jal*ng" ucapnya lalu ******* lagi bibir mungil Amel menggitnya hingga berdarah.
Setelah puas dengan aksinya. Adit melepas penyatuan mereka, berbaring di sebelah Amel.
Tanpa rasa berdosa Adit tertidur pulas di samping Amel.
Amel meremas selimut yang menutupi tubuh polosnya.
Rasa sakit di bagian selangk*ng*n dan perlakuan kasar Adit membuat hatinya bagai di gores sembilu.
__ADS_1
"Tuhan aku sudah tak kuat menahan sakit yang selama ini aku rasakan. Tolong lepaskan aku dari belenggu suamiku" bathin Amel.
---------------------Pagi harinya di meja makan.
"Kapan kalian akan memberikan kabar gembira padaku" tanya Ayah Rudi pada Amel dan Adit.
"Segera Ayah" jawab Adit menyunggingkan senyumnya.
Amel mengangkat kepalanya menatap Adit heran. "Apa maksudmu Mas?" tanya nya.
"Kita akan membuat anak lebih sering lagi, sepertinya Ayah sudah tak sabar ingin menggendong cucu" jawab Adit membuat Bu Maryam Ibunda Adit tersedak.
Uhuuukkk Uhuukkkk.
Amel bangun mengambil segelas air putih. Menyodorkan nya di depan Bu Maryam. Bu Maryam meraih gelas yang di tangan Amel.
"Terimakasih" ucapnya menatap sinis.
"Tuan ini sarapan Anda" ucap seorang pelayan Hotel sambil meletakkan makanan di atas meja.
Tanpa menjawab Aron langsung memulai sarapannya. Baru saja Aron akan memasukkan makanan ke dalam mulutnya, ponsel Aron berdering, di lihatnya si penelpon dari anak buahnya.
"Mmmmmm ada apa?"
"Tuan, semalam ketika anda pergi meninggalkan pasar malam nona Amel di bawa pulang secara paksa oleh suaminya"
"Apa saja yang di lakukannya"
"Dia menarik nona dengan kasar Tuan. Dia juga mendorong kasar nona masuk mobil"
__ADS_1
Aron menggeram mendengar laporan yang di laporkan penguntit Amel selama ini.
"Pastikan dia selalu baik-baik saja, jika Lelaki itu berbuat kasar kamu habisi dia" lalu memutuskan sambungan telpon.
"Amel apa ini yang kamu bilang suamimu sangat mencintaimu. Apa ini yang kamu bilang kamu sangat bahagia? ternyata kamu tidak berubah sama sekali Amel, kamu selalu melindungi orang-orang terdekatmu dengan cara apapun" bathin Aron.
Selera makan Aron langsung hilang mendengar Amel yang di sakiti.
-------------- Di sebuah ruangan Kantor Raharja Group.
"Sayang aku sangat merindukanmu" ucap Riska yang duduk di atas pangkuan Adit sambil memainkan dasi Adit.
"Apa kau sudah sangat menginginkan itu hmmmm?" tanya Adit lalu ******* lembut bibir Riska menggali lebih dalam kenikmatan yang mereka inginkan.
Tanpa melepas penyatuan bibir mereka, Adit membawa Riska masuk kedalam ruang privat nya. Adit menghempaskan tubuh tak berdaya Riska ke atas ranjang. Hasrat Adit yang sudah di puncaknya membuatnya tidak tahan melepaskan Riska begitu saja apalagi Riska sangat menginginkan kehangatan tubuh Adit.
Entah siapa yang memulainya. Tubuh Riska dan Adit sudah polos. Adit memasukkan Monasnya kedalam lubang taman rumput Riska. Adit memperlakukan Riska dengan sangat lembut berbeda jika Adit menjam*ah Amel.
"Aaakkhhhhh Sayang aku milikmu" ucap Riska di tengah kenikmatan nya.
"Nikmatilah sayang. Aku akan memuaskanmu" dengan semakin cepat Adit menghentakkan Monasnya di Lubang yang sedikit berumput itu.
"Akhhhh ... Yahhhhh ... Aku sudah tak tahan sayang. Aku mau keluar" erang Riska.
"Sebentar lagi sayang" dengan semakin mempercepat gerakannya Adit memuntahkan laharnya di dalam lubang berumput Riska.
"Aku mencintamu sayang" ucap Riska lalu memeluk tubuh Adit yang terkapar di samping Riska.
Bersambung...............
__ADS_1
Author bingung