Aku Wanita Hina

Aku Wanita Hina
Cemburu


__ADS_3

Malam harinya di meja makan kelurga Raharja.


"Dimana Amel?" Tanya Ayah Rudi pada semua orang.


Tidak ada yang berani menjawab pertanyaan Ayah Rudi, mereka seakan bisu. Mereka takut jika Ayah Rudi tau selama ini Amel selalu makan di dapur.


"Jawab aku dimana Amel?" pertanyaan kedua di lontarkan cukup keras. sehingga membuat nyali Bu Maryam dan Adit menciut.


Amel yang mendengar Ayah mertuanya marah-marah langsung melangkahkan kakinya menuju meja makan.


"Aku disini Ayah. Ada apa Ayah?"


"Kemarilah Nak!. Kenapa tidak ikut makan malam?" sambil tersenyum lembut.


"Maaf Ayah, aku akan makan malam di luar malam ini, aku akan pergi jalan-jalan bersama teman-temanku. Apa Ayah marah?" ucap Amel ragu-ragu.


"Pergilah Nak!. Bersenang-senanglah".


Lalu semua orang yang ada di meja makan memulai makan malamnya.


-------------------- Selang beberapa menit, Amel dan teman-temannya telah sampai di pasar malam dekat kampung Nenek Amel. Amel biasa bersenang-senang dengan temannya di pasar malam. maklum Rakyat Jelita bukan Anak Sultan🤭


"Amel, kita makan dulu yukk aku lapar" ucap putri.


"Ya udah ayo, aku juga belum makan"


Lalu Amel dan keempat teman-temannya pergi makan malam di sebuah warung nasi sederhana.


------------ Selang beberapa menit, Amel dan teman-temannya keluar dari warung Nasi. Tanpa mereka sadari, Ada sepasang mata elang yang sedari tadi memandangnya sambil tersenyum.


"Andai Aku bisa mendekatimu seperti dulu, aku tidak akan membuat senyummu pudar" gumamnya.

__ADS_1


Amel tertawa lepas, sejenak dia melupakan. masalahnya. Namun Tawa yang sedari tadi menghiasi bibir mungilnya hilang ketika seorang lelaki memanggil namanya.


"Amel" panggil si lelaki sambil berjalan dengan langkah lebar. " Aku ingin bicara berdua dengan mu, apa kamu ada waktu?" ucapnya setelah di depan Amel.


Deg .... Jantung Amel berdetak lebih cepat.


" Aron!" ucap amel kaget.


Teman-teman Amel yang sedari tadi pecicilan langsung terdiam. Tidak ada yang berani melarang dan tidak ada yang berani menyuruh.


---------------- Setelah Amel menyanggupi keinginan Aron. Mereka pergi ke Taman, disinilah Aron dan Amel sekarang, duduk berdua di bangku panjang Taman. Teman-teman Amel hanya melihat mereka dari jarak jauh.


"Ada apa lagi Aron? cepat bicaralah, aku harus segera pulang"


"Amel aku merindukanmu!" ucap Aron meraih pergelangan tangan Amel.


Amel melihat tanggannya yang di genggam, langsung menarik tangannya.


"Aron!, kamu tau Aku sudah menikah, kamu seharusnya bisa menghargai perasaan suamiku" ucap Amel teriak lalu berdiri dari duduknya.


"Mengertilah Aron, Aku sudah menjadi istri seseorang, aku mencintai suamiku" ucap Amel dengan sekuat tenaga menahan air mata yang sedari tadi ingin lolos.


"Amel, apa kamu bahagia bersamanya?, jika kamu bahagia, aku akan mengikhlaskanmu" ucap Aron dengan penuh keyakinan.


"Aku bahagia, bahkan sangat bahagia, suamiku sangat mencintaiku, dia akan marah jika tau aku disini bersamamu" ucap Amel berbohong tanpa mau melihat Aron.


"Baiklah Amel, aku akan melepasmu" dengan sangat berat Aron mengucapkan kata melepaskan.


Amel berbalik menghadap Aron melihat kedalaman mata mantan kekasih yang dulu sempat memberinya kebahagiaan, mereka saling pandang.


"Aron, berjanjilah padaku jika kamu akan bahagia, Menikahlah seperti aku yang menikah dengan pilihan orang tuaku. Aku yakin kamu pasti bisa, Mira gadis yang baik, terimalah dia Aron" ucap Amel.

__ADS_1


"Baiklah, Aku akan menikah dengan Mira. Tapi tidak sekarang, aku belum siap. Jika waktunya tiba nanti, Aku ingin kamu datang di acara pernikahanku. Ini akan menjadi permintaan terakhirku" ucap Aron menahan kesedihannya.


Tak sedikitpun terlihat kesedihan di wajah Amel.


Amel meraih tangan Aron, menautkan jari kelingking mereka. Cara berjanji yang selama ini Amel dan Aron lakukan ketika membuat janji.


"Aku pasti datang, Aku akan melihat kamu bahagia bersama Mira". Amel tersenyum.


"Janji Teman!" ucapnya lagi.


" Teman" ucap Aron sambil menyeka air matanya dengan tangan kirinya.


Setelah obrolan Aron dan Amel selesai, Amel kembali berkumpul dengan teman-temannya.


----------------Di dalam sebuah mobil Hitam, seseorang memperhatikan interaksi Amel dan Aron, wajahnya menggeram menahan emosi yang sedari tadi ingin meluap. Dia turun dari dalam mobil, menghampiri Amel yang duduk di atas rerumputan.


"Ayo pulang" menarik paksa tangan Amel.


semua teman-teman Amel kaget, namun tak berani mengatakan apapun karna melihat siapa yang menarik Amel.


"M-mas, mas ada di sini?"


Adit tidak menjawab pertanyaan Amel. Sesampainya di depan mobil, Adit membuka pintu mobil lalu mendorong Amel masuk mobil.


Amel tidak berani bertanya, karna melihat Adit seperti menahan emosi.


-------------Selang beberapa menit. Amel dan Adit telah sampai di rumah. Adit langsung membawa Amel masuk kedalam kamar. Adit menghempaskan Amel ke atas ranjang.


"Jadi ini yang kamu lakukan diluar sana, kamu bilang akan pergi dengan teman-temanmu. Tapi kamu bertemu dengan lelaki lain" ucapnya lalu ******* kasar bibir Amel, sedikit menggigitnya hingga Amel reflek menggigit balik bibir Adit.


Adit geram karna merasa Amel menolaknya. Adit bangun dari atas tubuh Amel, memegang kedua tangan Amel lalu menamparnya. Amel menangis merasakan panas di bagian wajahnya, pipi yang tadinya putih mulus langsung memerah dan memar.

__ADS_1


"Maafkan aku Mas, jangan pukul aku" ucap Amel terisak........


Bersambung...............


__ADS_2