Aku Wanita Hina

Aku Wanita Hina
Hamil


__ADS_3

Empat bulan sudah usia pernikahan Amel dan Adit. Semua tidak ada yang berubah masih sama seperti dulu, hanya Ayah Rudi yang memperlakukan Amel dengan baik.


Aron juga tak pernah kembali ke Indonesia.


Pagi ini tidak seperti biasanya. Amel yang biasanya pagi-pagi buta sudah ada di dapur pagi ini Amel malas bangun.


"Heyy bangun sialan, siapkan pakaianku, aku akan pergi ke luar kota hari ini" ucap Adit sambil berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karena pertempuran di atas ranjang bersama Amel membuatnya butuh berendam di bathup.


Entah kenapa Adit lebih suka menjamah tubuh Amel timbang Riska.


Adit akan menyentuh Riska hanya ketika Riska sangat menginginkannya.


Amel bangun dari tempat tidur lalu membasuh wajahnya agar terasa lebih fresh.


"Kenapa hari ini aku terasa sangat lemah, tidak seperti biasanya" gumam Amel.


Setelah Amel selesai menyiapkan keperluan Adit. Amel berjalan keluar meninggalkan kamar menuju dapur. Amel akan membuat sarapan nasi goreng telur mata sapi kesukaan Adit. Namun pagi ini sangat berbeda bagi Amel, ketika sibuk memasak tiba-tiba Amel merasa mual mencium bau menyengat yang keluar dari nasi goreng.


Hoooeekkkkk Hoeekkkkkk Hoeekkkkk


Amel berlari keluar dari dapur menuju kamar mandi, Amel memuntahkan cairan bening dari mulutnya, lama Amel di dalam kamar mandi menghilangkan mual yang sedari tadi membuatnya terasa lemas.


"Kamu kenapa? pagi-pagi sudah mual" tanya Adit.


Amel tersenyum mendengar pertanyaan Adit.


"Aku hanya mual Mas" jawab Amel.


"Tumben dia nanyain aku kenapa" bathin Amel.


senyum-senyum sendiri.


"Aku hanya tidak mau batal berangkat keluar kota makanya aku nanya. Kamu tahu Ayah tidak akan mengizinkan aku pergi jika kamu sakit. Kamu tidak usah sesenang itu wajahnya, aku tau apa yang kamu pikirkan" ucap Adit sambil memakai dasinya.


"Ekhhh gimana si sialan ini bisa tau isi pikiranku sih, apa iya tertulis jelas di jidatku" bathin Amel. mengusap-usap jidatnya.

__ADS_1


"Kenapa melamun lagi, mana sarapanku" suara Adit naik satu oktaf.


"Ia .. Ia sabar, ini juga mau keluar" Amel menggrutu tidak jelas sambil berjalan. Hormon yang tidak stabil membuat Amel berani menjawab.


Sampai di dapur Amel kembali mual-mual mencium bau masakan yang memenuhi ruangan.


"Amel kamu kenapa Nak!?" Tanya Ayah Rudi.


"Dari pagi aku mual-mual Ayah, aku tidak tau kenapa" jawab Amel.


"Ya sudah lebih baik kamu istirahat saja, biar bi Inah yang menyiapkan sarapan" suruh Ayah Rudi.


Baru beberapa langkah Amel berjalan tiba-tiba kepalanya pusing, pandangannya buram. Amel jatuh pingsan.


"Amelll!" pekik Ayah Rudi.


"Adit bawa Amel ke Rumah Sakit" teriak Ayah Rudi memanggil Adit.


Adit berlari keluar kamar mendengar teriakan Ayahnya. "Ada apa Ayah?" tanya Adit. Namun Adit langsung mrmbelalakan matanya ketika melihat Amel pingsan.


Adit langsung menggendong Amel keluar rumah menuju mobil.


Di dalam mobil Adit membaringkan Amel di jok belakang berbantalkan paha Adit.


"Ada apa dengan bocah ini tidak biasanya dia sakit" gumam Adit yang melihat Amel tidur di pangkuannya. Adit tidak sadar menarik ujung bibirnya, untuk pertama kalinya Adit tersenyum melihat Amel.


---------------------- Di Rumah Sakit.


Amel sedang di periksa beberapa perawat dan satu Dokter. Tidak lama Dokter yang memeriksa Amel keluar.


"Suami nyonya Amelia Ratna" panggil Dokter.


"Saya Dok"


"Pak sepertinya nyonya Amel hamil, namun saya belum bisa memastikan itu semua karena saya bukan Dokter OBGYN. Setelah Nyonya Amel sadar kita akan melakukan beberapa pemeriksaan dulu untuk memastikan" jawab Dokter lelaki yang menangani Amel sambil tersenyum.

__ADS_1


------- Beberapa menit kemudian Amel sadar.


Amel membuka mata tangannya memijat keningnya yang terasa pusing.


"Mmmmm aku di mana?" gumam Amel pelan.


"Gara-gara kamu yang pingsan aku harus menunda keberangkatan ku" ucap Adit kesal.


"Kita di mana Mas?" Tanya Amel.


"Di Rumah Sakit. Kamu akan melakukan beberapa pemekrisaan agar hasilnya lebih akurat" jawab Adit.


-------------- Di Ruangan Dokter OBGYN.


Amel berbaring di atas ranjang, Di sampingnya ada Dokter perempuan.


"Angkat bajunya sebatas dada ya Mba" ucap Dokter sambil tersenyum.


Amel menuruti perkataan Dokter tanpa banyak bertanya.


Dokter perempuan mulai mengoleskan gel bening di atas perut rata Amel. Dokter mulai menggeser alat USG. Dokter itupun tersenyum sambil melihat ke arah Amel yang kebingungan.


"Saya kenapa Dok?"


"Anda baik-baik saja, kapan terakhir kali haid?"


"Saya tidak ingat Dok"


Dokter itupun kembali tersenyum. " Anda sedang hamil, usia kandungan anda baru lima minggu. Di jaga dengan baik ya, trimester pertama sangat rentan mengalami keguguran. Anda harus banyak istirahat, nanti saya berikan resep obat yang harus anda tebus. Jangan lupa minum vitamin ya Mba" Ucap Dokter panjang lebar.


Amel meraba perutnya yang masih rata.


"Ya Allah aku hamil, apa dengan kehadirannya rumah tanggaku akan lebih baik?" ***bathin Amel.


Bersambung***....................

__ADS_1


Otak mumet😩😩😩😩😩😩


__ADS_2