
Cahaya matahari menyeruak masuk melewati jendela kaca yang masuk langsung menyoroti wajah Alice membuatnya sedikit terganggu. Dia menggerakan tangannya menggeliat. Mata yang terasa berat dan mengantuk membuatnya enggan untuk bangun. Mungkin karena kelelahan telah melewati pertempuran membunuh musuhnya.
Namun ada yang berbeda saat perutnya terasa berat. Bahkan tangannya tak sengaja menyenggol seseorang. Matanya terpaksa terbuka menoleh samping kiri. Dan seketika ia terbelalak.
"Brian... apa yang kau lakukan..?!" Alice memekik kaget dan langsung mendorong tubuh Brian sampai pria itu terjatuh ke lantai.
Gubraakk...
"Awww..." Brian memekik sakit memegangi bokongnya. Diapun mencoba duduk mendongak menatap heran. "Kenapa kau mendorongku?"
"Apa yang kau lakukan padaku, hah? Kenapa kau tidur di ranjang ku?" Alice berteriak histeris mengetahui ada pria tidur di sampingnya. Dia menatap benci pada pria yang sedang terduduk di lantai menatap bingung.
Brian kebingungan kenapa Alice begitu histeris padahal dia tidak melakukan apapun selain ketiduran di samping gadis itu. Namun, reaksi yang ia dapat sungguh di luar dugaannya.
"Aku tidak melakukan apapun kesan remaja diriku ketiduran di sampingmu." Brian berdiri lalu duduk di tepi ranjang.
Alice terlihat marah besar dan menatap kecewa. Dia melemparkan bantal kepada Brian saking marahnya pria itu berani menidurinya.
__ADS_1
"Bohong. Kau berbohong tidak melakukan apapun. Buktinya kau tidur di sampingku dan baju ku sudah tidak mengenakan yang kemarin. Kau brengsekk, Brian." Alice membabi but kita melempar kan apa saja ke tubuh Brian.
Brian mencoba menghindari setiap benda yang Alice lemparkan. "Kau salah paham, Alice. Aku tidak melakukan apapun padamu. percayalah kau tidak tersentuh olehku."
"Aku tidak percaya padamu..." pekik Alice menutupi wajahnya terisak kecil. Ia takut jika apa yang selama ini dirinya jaga terenggut paksa. Dia tidak ingin hal itu terjadi karena jika itu terjadi, itu artinya dia sudah melanggar janjinya kepada ke kedua orangtuanya dan sudah tak suci lagi.
Brian tahu maksud dari perkataan dan kekhawatiran Alice. Sumpah demi apapun dirinya tidak melakukan hal serendah itu terhadap wanita yang ia cintai.
Semalam dia memang berniat untuk mengelap tubuh Alice dan menggantikan baju Alice. Tapi Brian urungkan karena tidak ingin Alice marah. Dan ternyata dugaannya benar kalau Alice histeris marah bahkan menangis.
Brian perlahan duduk di hadapan Alice mencoba memberitahukan yang sebenarnya. "Kau tidak usah menangis, Alice."
"Bagaimana aku tidak menangis saat kesucian ku kau ambil? Kita...sudah..." Alice tak sanggup lagi melanjutkan kata. Dia terisak memandang Brian menyangka jika keduanya sudah terjadi sesuatu.
Brian memberanikan diri memeluk Alice. Gadis itu tidak menolak. Dia tidak menyangka jika wanita yang ia peluk segitu menjaga kesuciannya. Ada rasa bangga yang Brian rasakan saat tahu jika Alice tidak menginginkan pergaulan bebas.
"Aku bersumpah tidak melakukan apapun padamu. Semalam kau ketiduran dan aku menyuruh pelayan membantu membersihkan tubuhmu. Dan mereka juga yang membersihkannya bukan aku. Aku tidak seberani itu menyentuhmu tanpa seizin darimu, Alice."
__ADS_1
"Hiks benarkah itu yang terjadi?"
Brian melepaskan pelukannya lalu menatap dalam mata indah gadis cantik bermata hazel. "Iya. Itu yang terjadi sebenarnya. Diriku bisa ketiduran di ranjang kamu karena pada saat itu waktu semakin malam dan mataku terasa sangat ngantuk sehingga jika dipaksa kan takutnya malah mengalami kecelakaan. Ya sudah mending tidur saja di sini bareng kamu."
"Kalau kamu tidak percaya bisa cek saja milik kamu terasa sakit atau tidak? katanya kalau pertama kali melakukan hubungan badan akan menyebabkan sakit di daerah kewanitaan mu."
Bug...
Alice memukul perut Brian. "Dasar mesum." Alice langsung turun berlari ke kamar mandi sangat malu sudah menangis dan marah-marah kepada Brian. Padahal dia baru ngeh jika saat di gerakan dirinya tidak merasakan sakit.
Brian mengerutkan keningnya heran melihat kelakuan Alice. namun dia tersenyum senang bisa mengetahui kepolosan Alice serta senang jika wanita itu memiliki berpendirian teguh tidak ingin melakukan hubungan Di luar batas pernikahan.
"Kau masih suci, Alice. Aku janji akan menjagamu dan menjadikanmu istriku. Aku sudah tertarik padamu sejak kau masuk ke lingkungan kita." gumam Brian memandangi pintu kamar mandi.
Sedangkan di dalam, "Bodoh, bodoh kau Alice. Bisa-bisanya kau histeris begitu. Apa kata Brian nanti? Aku malu." Alice menutupi wajahnya menggunakan telapak tangan teramat malu sudah berprasangka buruk terhadap pria itu.
Seharusnya dia menanyakan dulu kejadian yang sebenarnya. Bukan malah main hakim sendiri hingga menyebabkan dirinya malu sendiri.
__ADS_1
*******
JANGAN LUPA MAMPIR KE CERITAKU YANG LAINNYA, YA.