Alice ( Aku Kembali )

Alice ( Aku Kembali )
Bab 26


__ADS_3

"Kemungkinan ini adalah motif pembunuhan. Saya minta padamu untuk mencari siapa dalang di balik ini semua. Dan saya ingin kau menangkap pembunuh itu dengan cara apapun," ujar Cleo pada polisi yang ada di sana.


"Tapi, kita harus tahu dulu apa ada saksi mata di tempat kejadian perkara atau tidak? Karena kalau tidak ada dan tidak menemukan bukti apapun, maka itu akan sulit menemukan pelakunya." Dan Inspektur itu tidak mungkin bisa menemukan jejak pembunuh Marcelino karena Alice begitu apik dan hati-hati agak tidak meninggalkan jejak.


"Ini cukup sulit di ketahui," ujar Arfan.


"Mungkin kalian tahu siapa musuh kalian yang sebenarnya? Mungkin juga kalian kenal dan ingat orang itu?" tanya polisi bernama JOSHEP.


Sedangkan Alice.


"Brian apa polisi itu juga terlibat? Karena tidak mungkin dia berada di sana dan juga tidak mungkin begitu serius dalam berucap." Alice terus memperhatikan ketiga pria itu dan penasaran ingin mengetahui pembahasan apa yang sedang di bahas.


"Kemungkin iya, setahu ku dan sependengaran info yang ku dapat, jika diantara mereka ada polisi yang selalu melindunginya. Jadi setiap ada masalah, mereka bertiga aman dan bebas dari tuduhan." Brian melangkah duduk di kursi yang ada di sana.


"Berarti saya harus menyingkirkan polisi itu dulu," gumam Alice menurunkan teropongnya dan berpikir cara untuk mengetahui dulu apakah polisi itu beneran ada sangkut pautnya atau tidak? Jika ada, maka Alice akan menyingkirkannya.


"Kau bisa mengumpulkan semua bukti keterlibatan polisi itu, dan kau laporkan ke pemimpinnya biar nanti dia di pecat," usul Brian.


"Tidak, aku memiliki cara lain untuk memberi dia perhitungan." Lalu Alice mengambil ponsel yang sering ia gunakan untuk memantau pergerakan mereka. "Kau tahu no kantor polisi tempat pria itu bekerja?" tanya Alice menatap Brian dan siap menekan tombol no di ponselnya.


"O59 xxxx"

__ADS_1


"Ok, kita akan bermain." Lalu Alice menelponnya dan ia kembali memantau ketiga pria itu menggunakan teropong.


Dan sambungan pun berdering. "Dengan kantor polisi xxx. Saya ingin membuat laporan mengenai pembunuhan tuan Marcelino."


Dan Alice pun ingin menjadi saksi atas kasus itu.


*****


"Sudah sekian banyak orang yang kalian rampok, bunuh, hingga kalian perkosa. Dan kemungkinan ada yang dendam pada kalian karena sudah keji terhadap mereka."


"Hei, kau juga menikmati hasil rampokan kami. Itu sudah menjadi resiko mereka yang melawan kita. Jadi hal wajar bukan?" sahut Cleo tidak sama sekali menyesali perbuatannya.


"Tapi ini bisa saja memang ada pihak tertentu yang ingin balas dendam terhadap kita. Tetapi kita tidak mungkin tahu karena sudah banyak sekali korbannya. Dan saya sungguh benar-benar tidak ingin ikutan dalam masalah ini. Saya harus pergi dari sini melindungi diri dari kejaran orang itu."


"Bukan kabur, tapi melindungi diri."


"Sama saja, bodoh." umpat Cleo menggeram kesal.


Hingga Joseph mendapatkan informasi lewat telpon.


Drrttt ... ddrrt...

__ADS_1


"Halo, ada apa?"


"Pak, ada yang lapor mengenai tragedi pembunuhan terhadap Marcelino. Orang itu katanya melihat jelas bagaimana Marcelino di habisi begitu saja oleh mereka."


"Apa?! Jadi ada saksi mata mengenai ini? Ok, sekarang dimana orang itu?" Joseph menatap Cleo dan Arfan silih berganti.


"Katanya dia akan datang ke kantor guna membuat laporan saksi mata."


"Baiklah, saya segera kesana. Kalau di sudah datang, jangan dulu membiarkan dia pergi dari kantor! Cegah dia pergi!"


"Siap laksanakan, Pak." Dan sambungan telpon itu terputus.


"Ada apa?" tanya Cleo penasaran.


"Ada saksi mata yang melihat kejadian pembunuhan Marcelino."


"Apa..!" pekik Cleo dan Arfan terkejut tetapi juga senang.


"Kita cepat segera temui orang itu," ujar Cleo berdiri dari duduknya dan tidak sabar ingin mengetahui siapa saksi matanya, dan juga siapa orang yang sudah membunuh Marcelino.


"Ok, ayo." Kemudian mereka bertiga beranjak dari sana segera meluncur ke kantor polisi.

__ADS_1


Alice tersenyum menyeringai, "Kita lihat bagaimana reaksi kalian saat mengetahui wajah yang sudah melenyapkan rekan kalian."


__ADS_2