
Di rumah Maya sedang memikirkan perasaannya terhadap Fadel, tetapi entah kenapa tiba-tiba dia merasa bahwa harus menggentikan perasaannya. Maya turun ke bawah untuk makan malam dan telah menemukan Mama dan Papanya yang sudah lebih dulu duduk di meja makan. Maya menghampiri mereka dan menatap Sinta dan Amran secara bergantian.
"Astaga, Maya tidak mimpikan," ucap Maya yang sudah terduduk sambil memegangi kedua pipinya.
"Apa sih May," ucap Sinta sambil menyendokkan nasi kepada Maya.
"Yah habisnya Mama dan Papa tumben makan malam di rumah," jawab Maya sambil memanyunkan bibirnya.
"Mama Papa pernah kali May, waktu kamu SMP kan Mama sama Papa sering makan malam sama kamu," ucap Amran mengambil lauk yang ada di hadapannya.
"Iyah deh, sering-sering aja kayak gini," ucap Maya seraya menyuapi seseondok makanan ke dalam mulutnya.
"Iyah..iyah," ucap Sinta diikuti ketawa lecil.
Makan malam mereka di penuhi dengan canda tawa, terlihat sekali di wajah Maya kebahagiaan yang dia rindukan selama ini. Dan terlihat sekali wajah lega di wajah Sinta dan Amran karena sudah bisa membuat putri mereka merasakan kebahagiaan lagi.
"Oh iyya Mama sama Papa sudah sepakat mau jodohin kamu," ucap Sinta saat di tengah-tengah makan malam mereka.
Maya terhenti dari aktifitasnya dan menatap Sinta tajam. "Ma, aku tuh masih SMA, masa udah di jodohin aja," ucap Maya cemberut.
"Maya sayang, kamu kan bisa tunangan dulu, nnati kalau udah selesai sekolah baru nikah," ucap Sinta sambil memegang tangan Maya.
"Kuliahku gimana Ma?" tanya Maya.
"Kamu kan bisa kuliah sambil ngurus rumh tanggga, lagi pula kalau masalah kerja kamu kan bisa terusin perusahaan Mama dan Papa," ucap Sinta menjelaskan lagi.
"Mana bisa Maya urus semua perusahaan Mama Papa, ngerti aja ngga," lirih Maya.
"Belajar May. Di dunia ini dari bayi sampai tua tidak ada orang yang tidak luput dari yang namanya belajar, jadi kamu bisa belajar untuk mengolah perusahaan. Kalau jodoh kamu nanti, Mama yakin kamu pasti suka sama dia," jelas Sinta memberi pengertian kepada Maya.
__ADS_1
"Memangnya siapa dia Ma?" tanya Maya yang penasaran dengan orang yang dijodohkan kepadanya.
"Nanti kamu juga akan ketemu, sudah lanjutin makannya, baru kamu naik belajar," ucap Sinta mengusap ujung kepala Maya.
Maya mengangguk tanda setuju, bagaimana pun Mama dan Papanya sudah berjuang untuk dia, tidak ada salahnya mengenal dulu soal cocok dan tidak urusan belakang yang penting bikin Mama dan Papa senang dulu pikir Maya.
Setelah makan malam selesi Maya pamit naik ke kamarnya. Dengan jalan menunduk Maya terus berusaha menahan tangis agar Mama dan Papanya tidak khawatir. Sesampainya Maya di kamarnya, Maya langsung menghemaskan tubuhnya ke kasur dan memejamkan matanya. Saat Maya memejamkan matanya tiba-tiba wajah Fadel yang sedang tersenyum mania kepadanya muncul dan membuat Maya kaget dan langsung bangun dari baringnya.
"Memang Tuhan ngerencanain ini semua buat aku sama Kak Fadel ngga bersatu," gumam Maya yang masih dengan muka pucat.
Maya memandang ke arah laptopnya dan berjalan menuju meja belajar tempat laptopnya berada. Maya membuka laptopnya dan berselancar ke youtube, "mending nonton darama korea aja deh," ucap Maya sambil mengotak atik laptopnya.
Setelah 2 jam Maya berselancar di youtube akhirnya dia mengakhirinya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dan mengganti pakaian. Lalu tidur dengan nyenyaknya.
Keesokan harinya Maya bangun jam 08.00 pagi, hari ini hari minggu jadi Maya sedikit bersantai karena berencana ingin di rumah seharian penuh. Setelah Maya selesai mandi Maya kembali dengan laptopnya rasanya dia lebih suka menghabiskan waktu di depan layar laptop dari pada harus berjalan-jalan keluar.
Tok tok tok suara ketukan pintu dari pintu kamar Maya, "Non ayo sarapan dulu, Nyonya dan Tuan sudah menunggu di meja makan," ucap Bi Irma dari luar kamar Maya.
"Good morning Mama Papa," teriak Maya sembari lari menuju ke arah meja makan.
"Good morning sayang," balas Sinta dan Amran bersamaan.
Maya duduk di tempatnua dengan wajah yang masih tersenyum.
"Ada apa nih? Kok cerah banget," ucap Sinta yang melirik ke arah Maya diikuti ketawa kecil.
"Apa yang membuat anak Papa bahagia di pagi hari ini?" tanya Amran sambil melahap roti selai kacang miliknya.
"Ngga kok Pa, lagi senang aja, ngga ada tugas di hari minggu," jawab Maya cengengesan.
__ADS_1
Sinta dan Amran hanya tertawa dan menggeleng kepala mendengar jawaban dari Maya. Ternyata kebahagiaan Maya cukup sederhana, bebas dari tugas di hari libur sudah membuatnya bahagia.
"Maya mau selai apa?" tanya Sinta sambil memegang roti tawar di tangannya.
"Hmm selai coklat aja mah," jawab Maya sambil menunjuk ke adah selai coklat di depannya. Sinta mengangguk dan menyiapkan roti untuk Maya. Maya menyantap rotinya dengan penuh kegembiraan, sungguh rasa rotinya menjadi 10 kali lipat lebih lezat karena dimakan saat suasana hati yang sedang ceria.
"Oh iyya nanti malam kita ada makan malam di rumah calon suami kamu," ucap Amran yang sedang mengambil susunya.
"Hah, malam ini pa?" ucap Maya kaget karena tidak di sangka akan bertemu dengan orang yang di jodohkan untuknya secepat ini.
"Iyya, jadi nanti malam kamu siap-siap yah, dandan yang cantik tapi tetap natural seperti yang kamu selalu pake, sudah Maghrib kita berangkat menuju rumah calon suami kamu," ucap Sinta menyapu rambut Maya ke belakang telinganya. Maya hanya mengangguk tanda setuju, tetapi dengan wajah tersenyum paksa.
Maya meneruskan sarapannya tetap dengan wajah yang tersenyum walau pun sekarang hatinya sangat masam. Maya kembali ke kamarnya setelah sarapan selesai, toba-tiba dirinya sangat ingin keluar rumah karena suasana hatinya yang sedang tidak baik. Maya melirik hpnya yang ada di atas kasur dan langsung meraihnya.
'Guys lagi apa?' chat Maya.
'Lagi santai aja May' chat Intan.
'Lagi nonton drama korea' chat Amel.
'Lagi Streaming MVnya blackpink' chat Ratih.
'Lagi ngga sibukkan? Jalan-jalan yuk, gue bosen di rumah, sekalian mau curhat' chat Maya.
'Yaudah, jam 10 nanti kita ketemu di Cafe Gaul aja' chat Ratih.
'Setuju' chat Intan dan Amel.
'Oke' chat Maya.
__ADS_1
Maya melihat ke arah arlojinya, jam sudah menujuk pukul 08.56, "oke deh tinggal pakai baju, dan langsung berangkat" ucap Maya seraya berdiri dari duduk di kasurnya. Maya selesai bersiap dan siap menuju ke bawah untuk berpamitan kepada Sinta dan Amran.
jangan lupa like dan vote yah