Alur Kehidupan

Alur Kehidupan
Fadel


__ADS_3

Maya, Ratih dan Intan yang dari tadi kebingungan mencari sahabatnya akhirnya menemukan Amel yang sedang menyelimuti Fadel yang sedang tertidur pulas di atas sofa.


"Di cari dari tadi taunya di sini," ucap Ratih yang lega telah menemukan Amel.


"Ini Kak Fadel kenapa?" tanya Intan kaget melihat Fadel yang tertidur pulas.


"Itu cuman tertidur karena efek obat," ucap Amel.


"Kak Fadel kenapa makan obat?" tanya Maya kebingungan.


"Tadi katanya sakit kepala, makanya gue bawa ke sini dan bantu makan obat," ucap Amel lagi.


"Wah kesempatan bagus Mel, dengan begini pasti Kak Fadel bisa buka hati buat lo, pepet terus Mel," ucap Intan kegirangan.


"Pak Parjo," panggil Maya kepada sopir Papa Fadel.


"Iyya Non," saut Pak Parjo sambil jalan mendekati Maya.


"Tolong angkat Kak Fadel ke kamarnya yah," ucap Maya memberi perintah.


Pak Parjo langsung mengangkat Fadel menuju ke kamarnya dengan di bantu oleh Pak Yanto security rumah. Maya dan ketiga sahabatnya mengikuti Fadel sampai ke depan kamarnya. Setelah Pak Parjo dan Pak Yanto keluar barulah Maya masuk bersama ketiga sahabatnya, "kalian tunggu di bawah aja dulu yah, gue mau bukain jas dan sepatu Kak Fadel dulu," ucap Maya sambil menatap ke arah ketiga sahabatnya.

__ADS_1


Setelah ketiga sahabatnya keluar dari kamar milik Fadel, Maya langsung melepaskan jas dan sepatu milik Fadel dan memberikannya selimut. Saat Maya ingin pergi dari kamar Fadel, tiba-tiba saja Fadel memegang tangan Maya dengan wajah pucatnya sambil mengigau, dalam ngigaunya Maya hanya bisa mendengar kata 'jangan pergi May, tetap di sini'. Maya terdiam sekaligus kebingungan mendengar ngigau Fadel, terlebih lagi dengan kata jangan pergi itu padahal Maya sama sekli tidak meninggalkan Fadel pergi, dia tetap berhubungan baik dengan Fadel, jadi apa maksud dari kata jangan pergi itu?.


Maya melepas genggaman Fadel dari lengannya dan keluar diam-diam dari kamar Fadel. Masih dengan fikiran yang sama Maya menuruni tangga dengan melamun sampai-sampai tidak menyadari ada Hendrik di sampinya dan hanya melewatinya saja, Hendrik yang merasa aneh dengan Maya seketika menegurnya dan membuat Maya terkejut.


"Ngelamunin apaan?" tanya Hendrik.


"Ga ada," ucap Maya seraya pergi meninggalkan Hendrik.Hendrik hanya menatap aneh kepergian Maya dan menyusulnya dengan berlari kecil.


Acara telah selesai Maya dan keluarga memutuskan untuk beristirahat di rumah Hendrik. Maya berbaring di kasurnya setelah membersihkan dirinya terlwbih dahulu, sambil memejamkan matanya Maya masih memikirkan tentang perkataan Fadel tadi, dia masih tidak mengerti dan entah kenapa dia merasa sedih mendengar perkataan Fadel. Karena terlalu lama suara Fadel berputar di kepalanya akhirnya Maya tertidur lelap karena kelelahan dengan pestanya juga.


Pagi-pagi sekali Hendrik sudah bangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar Maya untuk membangunkannya, dan tentu saja terlihat Maya yang masih menggeliat tertidur pulas di balik selimutnya. Hendrik yang melihat itu hanya menggeleng kepala dan tertawa kecil, Hendrik tidak segara membangunkan Maya tetapi memperhatikan wajah Maya yang masih tetap cantik walaupun dalam keadaan tertidur.


Fadel yang tidak sengaja lewat di depan kamar Maya melihat Hendrik sedang memperhatikan Maya sambil tersenyum, sungguh itu membuat Fadel cemburu tapi tak bisa marah, dia hanya bisa pasrah. Tidak mungkin bagi Fadel untuk saling berebut cinta Maya, apa lagi dia sudah mengetahui bahwa Hendrik sudah mencintai Maya dan itu sudah cukup bagi Fadel, setidaknya Moaya bisa bahagia walau bukan dengannya.


"Gapapa," ucap Hendrik singkat.


"Yaudah gue mau mandi dulu," ucap Maya seraya berdiri dari kasurnya.


Saat Maya berdiri dia tidak sengaja melihat Fadel tetapi hanya hitungan detik saja Fadel langsung memalingkan wajahnya lalu bergegas pergi meninggalkan Maya yang masih berdiri mematung di samping Hendrik. Hendrik yang melihat Maya yang masih berdiri mematung heran dan menyadarkan Maya dari lamunannya, seketika Maya sadar dan melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi sambil terus memikirkan Fadel.


Setelah selesai mandi Maya sudah tidak melihat Hendrik lagi di kamarnya Maya segera bergegas mengunci pintu dan duduk di sofa kamar, Maya masih memikirkan tentang Fadel, "kenapa Kak Fadel bisa ada di situ?" batin Maya yang kebingungan. Tiba-tiba Maya kembali mengingat kejadian semalam saat Fadel tertidur pulas di sofa ruang tamu karena efek obat sakit kepala dan kata yang di keluarkan Fadel dengan saat jelas saat dia mengigau.

__ADS_1


Maya menghentikan lamunannya lalu bergegas turun untuk mencari Fadel tetapi tidak menemukannya karena Fadel sudah lebih dulu pergi ke kantor milik Pak Aryo untuk belajar bisnis. Maya lalu bergegas ke meja makan untuk sarapan bersama keluarganya dan keluarga Hendrik lalu bergegas pulang.


"Kenapa bukan besok aja sih Sin pulangnya," ucap Astrid kepada Sinta.


"Hari ini ada bisnis keluar kota, jadi harus pulang," ucap Sinta sambil memberikan lauk kepada Maya.


"Jadi Maya sama siapa dong di rumah?" tanya Astrid melihat ke arah Sinta dan Maya secara bergantian.


"Maya punya sahabat, palingan nginap di rumah lagi temenin Maya," jawab Sinta.


"Kamu nginap di sini aja May," pinta Astrid kepada Maya.


"Gapapa Tan, aku tinggal di rumah aja, lagi pula kesian Bibi sendirian," ucap Maya beralasan.


"Btw jangan panggil Tante lagi, tapi panggil Bunda, kan sekarang sudah tunangan sama Hendrik," ucap Astrid sambil mengelus pundak Hendrik.


"Iya Bun," ucap Maya kaku sambil tersenyum.


Setelah sarapan telah selesai Maya dan keluarganya pamit untuk pulang kepada kelurga Hendrik. Selama perjalanan pulang pikiran Maya kembali mengingat tentang Fadel, dia merasa harus bertanya langsung dan mencari jawabannya dari Fadel. Sesampainya di rumah Maya bergegas mengganti pakaiannya dan mengambil tasnya di kamarnya lalu bergegas turun untuk mengantar Mama dan Papanya ke bandara.


Setelah mengantar Mama dan Papanya ke bandara Maya berencana untuk langsung menuju kantor milik Pak Aryo Ayah Fadel A.T Food untuk menemui Fadel. Maya melajukan mobilnya menuju A.T Food tetapi di tengah jalan Maya melihat Hendrik sedang bersama seorang wanita yang sebaya dengannya sedang mengobrol dengan asiknya. Maya yang melihat itu tentu saja bertanya-tanya siapa dia? Kenapa dia terlihat sangat akrab dengan Hendrik, apakah dia pacarnya atau hanya sekedar teman lama?.

__ADS_1


Maya tidak memungkirinya, lalu Maya memoto Hendrik dan wanita tersebut sebagai tanda bukti saat dia bertanya dengan Hendrik nanti dan melanjutkan perjalanannya menuju A.T Food. Sesampainya Maya di A.T Food Maya lalu bergegas masuk ke dalam dan langsung bertemu dengan Pak Aryo yang kebetulan mau meeting di luar kantor, Maya menyalimi tangan Pak Aryo dan bertanya di mana Fadel, Pak Aryo mengutus salah satu karyawannya untuk mengantar Maya ke ruangan Pak Aryo tempat Fadel berada. Karyawati tersebut mengantar Maya sampai depan pintu ruangan Pak Aryo.


Maaf kalau banyak yang Typo soalnya ngga sempat perbaikin gara-gara buru-buru Up, biar penasrannya ngga kelamaan😁


__ADS_2