
Keesokan harinya disekolah Maya kembali menceritakan informasi apa yang dia dapatkan kemarin kepada sahabat-sahabatnya, lagi lagi membuat sahabat-sahabatnya itu semakin bersemangat sekaligus was was untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.
Sepulang sekolah Maya dan ketiga sahabatnya sepakat untuk datang ke alamat yang di ketahui adalah milik orang tua Nicko. Mereka semua sudah sampai dan berdiri tepat di gerbang rumah mewah dengan taman yang luas serta 1 security yang sedang berjaga-jaga. Seketika security tersebut menghampiri Maya dan ketiga sahabatnya setelah sadar ada yang sedang memperhatikan rumah milik majikannya tersebut.
"Cari siapa dek?" tanya Pak Yanto seketika membuyarkan lamunan mereka berempat.
"Hmm pak apa benar ini rumah Pak Aryo dan Bu Astrid?" tanya Maya.
"Iyah betul dek, ada perlu apa yah?" tanya Pak Yanto sambil membuka gerbang kecil di samping gerbang utama.
"Hmm boleh saya bertemu dengan Bu Astrid?" tanya Maya kembali sambil menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada.
"Tapi nyonya belum pulang dari kantornya dek," ucap Pak Yanto pelan.
"Kalau begitu bisa kasih alamat kantor Bu Astrid Pak?" ucap Amel menggantikan Maya.
"Kalau boleh tau kalian siapa yah?" tanya Pak Yanto kepada Maya dan ketiga sahabatnya karena harus menjaga privasi majikannya.
"Saya anak dari sahabatnya Bu Astrid," alasan Maya asal sebut.
"Ok, baiklah tunggu sebentar," ucap Pak Yanto seraya mangambis secarcik kertas dari kantong bajunya, dan memberikannya kepada Maya. Maya segera bergegas menuju alamat yang di tulis dalam secarcik kertas di tangannya menggunakan mobil Ratih.
Mereka semua sampai di gedung Fah Cosmetik, Maya segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam gedung dan menuju ruang resepsionis.
"Bisa saya bertemu dengan Bu Astrid?" tanya Maya ke wanita muda di depannya.
"Apakah Anda sudah melakukan janji?" tanya wanita tersebut dan reflek di balas dengan gelengan kepala oleh Maya, "maaf, jika belum membuat janji maka saya tidak bisa mengizinkan untuk bertemu dengan Bu Astrid," jawab Wanita tersebut.
Mereka semua keluar dari gedung dengan perasaan kecewa sehingga membuat Maya tidak sengaja menabrak seseorang, "maaf," ucap Maya sambil mengambil beberapa dokumen yang di bawa orang tersebut di lantai. Pekerja itupun masuk yang sebelumnya sudah tersenyum kepada Maya tanda tidak apa-apa.
Mereka berempat kembali masuk ke dalam mobil dan seketika melihat Fadel dan Hendrik tiba di depan gedung Fah Cosmetik dan keluar dari mobil yang sama. "Loh itu mereka kok bisa ada disini," tanya Intan yang terkejut melihat kehadiran mereka berdua. Jangan-jangan ada hubungannya dengan pemilik gedung ini Bu Astrid, itulah yang ada di dalam fikiran mereka berempat. Segera Ratih melajukan mobilnya menjauh dari gedung Fah Cosmetik dan langsung pulang menuju ke rumah Maya.
__ADS_1
Malam ini mereka berempat sepakat untuk tidur bersama di rumah Maya dan mangatur rencana mereka selanjutnya.
Setelah makan malam selesai Maya dan ketiga sahabatnya berkumpul di teras kamar Maya sambil menikmati teh manis mereka. "Ehk May? Mama dan Papa lo lembur lagi?" tanya Ratih yang tak melihat mobil milik orang tua Maya di bagasi.
"Kalau ngga lembur yah pasti pulang malam," jawab Maya tanpa menoleh ke Ratih.
"Jadi Rencana kita besok apa?" tanya Amel langsung ke topik.
"Gimana kalau kita ke rumah Bu Astrid sebelum pergi ke sekolah," ucap Intan memberi ide.
"Boleh juga tuh, makan apaan lo sampai bisa pintar kayak gini," tanya Amel menggoda Intan.
"Makan teman gue," jawab Intan berlagak sombong.
"Widih makanan lo extream juga," ucap Amel sambil tertawa.
Maya dan Ratih hanya tertawa melihat kelakuan Amel dan Intan yang saling menggoda satu sama lain.
"Emangnya kita ngga bakalan terlambat tuh?" ucap Amel meragukan.
"Mending kita bolos sekolah aja dulu," ucap Ratih memberi usulan yang membuat semua orang terkejut.
"Kita baru 3 bulan sekolah di situ masa udh mau bikin kasus aja," ucap Intan tak setuju dengan usulan Ratih.
"Iyah juga yah, terus kita harus gimana? Kalau kepagian kan ngga enak sama Bu astridnya, tapi kalau jam 6 kan sama saja kita ngga sekolah, lu tau sendirikan Pak Samsul kayak gimana orangnya, sekali telat yah ngga ada izin untuk masuk," jelas Ratih.
Mereka semua tampak hening beberapa saat, mereka saling mencari ide dan cara agar bisa bertemu pemilik rumah yang ada di alamat yang tertulis di buku diary Nicko. Setelah beberapa saat mereka berfikir akhirnya Ratih kembali angkat bicara.
"Ya udah kita izin aja selama satu pelajaran," ucap Ratih membuat ketiga sahabatnya semakin terlihat bingung.
"Kita mau alasan izin apa?" tanya Maya kebingungan.
__ADS_1
"Kita izin nganter sepupu gue ke bandara," ucap Ratih lagi.
"Ih kalau ketahuan bohong gimana?" ucap Intan merasa ragu dengan saran Ratih.
"Ngga bakalan, orang sepupu gue beneran mau ke balik ke jepang besok," ucap Ratih.
Semuanya menjadi lega karena sudah mendapatkan ide untuk petualangan mereka besok.
"Berarti kita beneran nganter sepupu lo ke bandara dong," ucap Amel. Mendengar perkataan Amel mereka semua kecuali Ratih kembali murung.
"Ngga dong kan udah gue atur, tenang aja sepupu gue bisa di ajak kerja sama," ucap Ratih menenangkan sahabat-sahabatnya.
Ke esokan harinya Maya dan ketiga sahabatnya langsung meluncur ke alamat kemarin. Saat mereka tiba di rumah tersebut alangkah terkejutnya mereka saat melihat Fadel dan Hendrik yang baru saja keluar dari rumah tersebut.
"Wah gila, ini mata gue ngga lagi sakitkan, ada apa ini, kenapa dunia sangat sempit," ucap Amel tak percaya dengan apa yang barusan dia lihat.
"Udah ayo buruan keluar," kata Maya saat melihat seorang wanita sekitar berusi 40an keluar dari rumah tersebut yang dia yakini adalah Bu Astrid.
Mereka semua menghampiri wanita tersebut dan sontak membuat wanita tersebut kaget sekaligus bingung dengan kedatangan mereka, tetapi wanita tersebut tampaknya mengenal Maya.
"Maya," ucap Astrid.
"Ibu Astrid kan? Loh kok Ibu bisa tau nama saya yah?" tanya Maya yang bingung mendengar Bu Astrid menyebut namanya.
Hy Zahvers makasih yang udah like dan coment buat nyemangatin Author yah💙
**Zahvers aku panggil untuk kalian yang udah mau nyempatin baca novel aku (biar beda dari pada yang lain😅😁) walau ini pertama kalinya aku bikin, tapi makasih banyak udah like dan coment buat nyemangatin Author😍😘
Jangan lupa di vote juga yah biar makin semangat buat up😊
maaf karena akhir akhir ini lagi banyak tugas, soalnya Author masih sekolah jadinya sibuk buat ngumpulin tugas yang udah di tumpuk selama sebulan😆 jadi Curhat😆
__ADS_1
thanks Zahvers😍😍 Cinta Kalian Banyak Banyak😁❤**