
Seiring berjalannya waktu,Dapot pun semakin sukses dan juga perusahaan sang mertua semakin bertambah besar,juga usaha miliknya yang dikelola sang adik pun sudah ada di beberapa kota,Maria juga sudah melahirkan anak laki-laki yang diberi nama BERKAT, Maria juga masih berprofesi sebagai dokter tapi dia membuka klinik disamping rumahnya,karna Dapot tidak ingin karna kesibukan mereka sehingga mengabaikan sang anak.
Dan sekarang Dapot membangun klinik yang bisa dibilang besar,karna klinik itu memiliki 12 ruang rawat,4ruang bersalin dan 4 ruang gawat darurat, selain itu walaupun cuma klinik tapi perlengkapan disana sudah menyerupai Rumah sakit besar, karna sudah disediakan ruang operasi yang terdiri dari 5 ruang operasi dan juga mempekerjakan 2orang dokter bedah terpilih, 3dokter kandungan,1doter anak,9bidan,13perawat, serta pasilitas yang sudah memadai.
Ya beginilah kalau sultan klinik pun seperti rumah sakit bahkan lebih lengkap π€π€π€π€π€π€ππππππ.
Saat ini Dapot berangkat keluar negri bersama sang istri dan anak mereka, untuk berlibur karena sejak menikah sampai saat ini baru inilah Dapot membawa mereka liburan keluar negri, mereka sekarang menuju Paris.
Sesampainya disana mereka langsung menuju hotel dan beristirahat, karena besok mereka akan memulai perjalanan liburan mereka dan Dapot Ingin membahagiakan keluarga kecilnya, dipagi hari mereka semua bersiap untuk memulai perjalanan mereka semua setelah selesai sarapan, setelah selesai sarapan mereka pun berangkat dengan mobil yang sengaja Dapot Carter selama mereka di Paris, mereka tidak perlu sopir karna semua sekarang serba canggih cukup buka ponsel beres.
Mereka memulai perjalanan mereka di sekitar bangunan bangunan ikonik terkenal diparis, mereka mengelilingi setiap sudut Tampa menghiraukan rasa lelah mereka, karena semua itu terbayar dengan keindahan alam wisata bersejarah tersebut.
Sepanjang hari berkeliling mereka pun kembali untuk beristirahat sejenak dan melanjutkan dimalam harinya.
Sesampainya di tempat,dimana tempat ini adalah tempat terpaforit semua orang hampir seluruh dunia, MENARA EIFEL mereka memanjakan mata mereka dengan keindahan alam dari ketinggian, Dapot sendiri yang baru pertama kali ketempat ini merasa takjub dengan semua pemandangan yang ada didepan matanya, tapi tiba-tiba saja dia tidak percaya melihat sesuatu yang ada disampingnya dimana ada sepasang kekasih yang terlihat sangat aneh menurut Dapot karna prianya sudah mulai keriput tapi wanitanya masih seperti anak ABG yang baru megar.
Diapun geleng-geleng kepala melihat itu dan diapun mengajak keluarganya menjauh,sepanjang jalan dia merepert seperti emak-emak rempong yang tidak kebagian cabai diwarung π€£π€£π€£π€£π€£dan Maria hanya bisa tersenyum karena dia sangat tau sipat sang suami yang paling anti dengan hal vulgar yang dipamerkan di depan umum.
Hari ini adalah hari terakhir mereka berada ditempat ini,dan mereka mengakhiri perjalanan mereka dengan mengunjungi
__ADS_1
pontaine des mers monumen dan sekitarnya, berlanjut ke
Disneyland, mereka benar-benar memuaskan hari libur mereka yang memang jarang sekali mereka lakukan karena kesibukan pekerjaan dan lain-lainnya.
Bagi para pembaca yang mungkin tidak memiliki uang untuk pergi ke Paris, kalian bisa menikmati wisata Paris yang ada dibandung Jabar ya,ππππjadi santai tidak perlu repot masalah paspor dan visa ya.
Setelah semua selesai mereka juga sudah berbelanja oleh-oleh khas Paris untuk semua orang terkasih yang ada di tanah air tercinta yaitu INDONESIA, mereka sudah tiba di bandara Soekarno Hatta dan sudah dijemput supir pribadi sang Dedy, Maria dan sang anak tertidur sepanjang perjalanan dan Dapot pun mengusap usap kepala sang istri bergantian dengan sang putra yang berada dipangkuannya.
Sesampainya dirumah mereka langsung istirahat dan keesokan harinya mereka sudah disambut dengan adanya mertua Maria yang datang dari Toba khusus menyambut mereka, Maria yang memang dekat dengan mertuanya langsung bermanja-manja, dan hal itu bukan pemandangan baru tapi sudah biasa karna memang mertuanya sangat menyayanginya,begitu juga adik-adik iparnya juga dimanjakan oleh Maria begitupun Dedy dan mami yang memang memanjakan anak besannya itu.
Dedy seperti biasa dia hanya akan membahas pekerjaan jika sudah bertemu menantunya itu,dan hal itu sangat tidak disukai sang mami membuat Dedy selalu ditegur sang istri, seperti sekarang.
"Ded ga ada ya bahas pekerjaan disini, kalau mau bahas pekerjaan disana diperusahaan bukan dirumah paham"
Semua orang yang mendengar peringatan mami hanya tersenyum melihat Dedy yang langsung manut, semua orang yang ada disana merasa semakin terhibur dengan celoteh bocah yang belum genap 3 tahun itu,Berkat selalu membuat orang yang tidak paham bahasanya selalu mengangguk tanpa tau apa yang anak itu minta dan inginkan.
Seperti saat ini sang Dedy yang dipanggil opah itu mulai kehabisan ide menjawab celoteh sang cucu.
"oa...auna ni?" ( opa mau ga ini )
Dady hanya mengangguk
"hum...."
__ADS_1
"tita tana tutu" ( kita sana duduk )
"hum...."
"oa...tana tutu"
Sambil menunjuk kearah kursi goyang yang dibuat sang ayah, dan Dedy yang hanya mengangguk membuat bocah itu menangis kejer kejer, membuat semua mata menatap sengit kearah sang Dedy yang tidak paham, kenapa selain cucu yang nangis sekarang semua orang menatap dirinya penuh intimidasi?.
Dapot pun menghampiri sang putra dan bertanya kepada.
"anak ayah kenapa menangis?"
"oa atal...hiks..."
"nakal kenapa opanya rupanya?"
Dapot bertanya dengan penuh perhatian dan Dedy yang disebut nakal pun, semakin mendapat tatapan garang dari para Kanjeng Kanjeng yang sedang sibuk membuat kue.
"oa ta au tutu tana"
Sambil menunjuk kearah kursi goyang, dan akhirnya Dapot pun paham lalu membawa Berkat duduk di kursi goyang, membuat bocah itu bertepuk tangan riang,dan Dedy kembali melihat kearah para kanjeng, eh mereka sudah tidak menatap sengit dirinya malah asik menggosip masalah sahrukkan yang lagi punya film baru.
Dedy yang diabadikan oleh para kanjeng akhirnya memilih mengajak sang besan memancing ikan di kolam yang ada disamping rumah,dan tentu sang besan Situmorang pun sangat menyukai memancing tidak mau berlama-lama, mereka berdua memancing sambil membicarakan masalah pekerjaan di kampung sang besan.
Setelah beberapa lama kemudian mereka pun mendapat hasil yang banyak dan langsung dieksekusi para ibu-ibu, sementara para sang suami menyiapkan tempat untuk makan ditanam samping yang memang ada yang kosong, walau kecil tapi cukup untuk tempat berkumpul mereka semua keluarga Tumorang dan Dedy.
__ADS_1
Setelah selesai makan malam sang Dedy dan mami pamit pulang karena mau langsung menghadiri undangan pernikahan dari teman mereka waktu muda dulu.
Trimakasih masih setia ππππππππππ€©π€©π€©π€©π€© tetap dukung karya aku y semuanya πππππππππππ