
Keesokkan harinya Dapot sudah bersiap siap untuk pergi melamar pekerjaan, karna dia tidak punya leptop jadi dia pergi dengan membawa lampiran tanpa tau perusahaan mana atau Tempat nya dimanapun Dian kurang faham.
Dia melihat dirinya di cermin dengan teliti takut ada yang kurang atau belum rapi setelah dirasa cukup dia mencari ponsel jadulnya kalau orang Batak bilang lempar an.....Ng langsung mati itu an.....ng..karna ponsel jaman dulu berbahan berat dan anti rusak, mau dilempar juga sudah rusak bukan seperti ponsel sekarang jatuh dari tangan aja langsung retak.
Dia mencium ponsel itu seakan mencium kekasih halal saja, lalu kembali ke cermin memperbaiki tampilan.
''Wah...'ganteng kali rupanya aku, kurasa kalau bosnya cewe bah langsung bergoyang Poco-Poco dia kalau lihat kegantengan ku yakin itu''
''Nasipmu memang sangat hebat Dapot kau terlahir jadi orang ganteng'' ....'he...he.....he..
Dapot keluar kamar dan melihat teman barunya yang juga sudah rapi mau cari tempat strategis untuk membuka usahabdangangannya.
''Wah..'kau juga sudah ganteng kali bang, mau cari kerjaan dimana ini bang?''
''Aku mau cari tempat baru buat buka usaha baru bang''
''Oh...bagus itu yang penting kita berusaha sambil berdoa supaya kita mendapat pekerjaan apa saja yang penting
halal kata ustadz''
''Baiklah kalau begitu mari pergi bang''
Mereka keluar rumah dengan pakaian yang rapi dan memang dapot yang memiliki wajah tampan kulit kuning Langsat hidung termasuk mancung walau tidak mirip perosotan TK juga tinggi yang sangat mendukung dengan187 berat badan 60 jadi dia benar-benar tampan hanya tidak memiliki kotak-kotak diperutnya, suara yang boriton yang terdengar seksi ditelinga, sungguh Dapot memang sempurna.
Dapot berjalan dengan tegap menghentikan ojek yang baru lewat dan pamit pada sang teman.
''Bang aku duluan yah''
''ia bang semoga keterima biar bisa jadi orang sukses''
Ojek tersebut berjalan dan membelah ramainya kendaraan lain sampai dari kejauhan dia melihat seperti ada seseorang yang sedang ditarik paksa beberapa orang besar-besar, dia langsung menepuk punggung sang tukang ojek dan menyuruhnya berhenti Tampa bicara dia turun dan berlari ketempat kejadian dan melihat pria paru baya sedikit terluka diwajah dan lutut kakinya berusaha berontak untuk tidak dimasukkan kedalam mobil.
Melihat itu Dapot tidak tega, dia yang memang dari SMP sampai lulus kuliah sering mengikuti olahraga karate, dan tekwondo yang kita tau ilmu bela diri, dia langsung memukul para pria itu tepat disaraf Fital mereka yang membuat mereka akan sulit bergerak untuk waktu beberapa jam.dan para pria itu tidak bisa membalikkan badan untuk melihat siapa yang sudah membantu orang yang sedang mereka tangkap tadi.
Dapot memapah pria itu agak jauh setelahnya mereka duduk di kursi pinggir jalan.
''Bapak baik-baik saja kan?''
''Ia aku baik trimakasih''
''Takperlu bapak berterimakasih aku ikhlas membantu''
__ADS_1
''Kau orang Batak?''
''Ia bapak aku orang Batak BB dari Toba Samosir mau mencari pekerjaan tapi Adi aku lihat mereka menarik narik bapak jadi saya tolong lha''
''Amangoi amang udah lupa nya aku membayar ongkos ku tadi''
''( astaga pak saya lupa membayar ongkos ku tadi''
''Kau mau cari kerjaan?''
orang yang ditolong bertanya pada Dapot yang sedang mencari dimana tukang ojek nya tadi tapi tidak terlihat lagi.
''Ia bapak tapi entah kemana karena aku pasti sudah terlambat dan tukang ojek tadi pun menghilang''
''Mas...saya disini dan tidak menghilang, saya menunggu masnya selesai menolong bapa itu''
kang ojek ternyata tidak menghing tapi juga duduk dibelakang mereka. ''Ah... syukurlah bapak masih disini tadi aku jadi merasa bersalah kali sama bapak''
''oh ia pak ini Ongko nya saya tidak jadi mencari pekerjaan hari ini karna saya mau bawa bapak ini ke puskesmas dulu''
''Lah trus kepuskesmas nya mau naik apa mas?''
''Ya sudah kalo tartik ga ditangkap polisi nanti pak?''
'' Kan puskesmas nya jalan tikus''
''Ah baiklah ayo kita pergi pak''
Dapot yang begitu polosnya membawa pria itu kepuskesmas terdekat, padahal dalam hati pria yang ditolongnya sedang berbicara.
''Ya ampun biasanya juga kedokter tapi anak muda ini begitu polosnya malah membawaku kepuskesmas, tapi aku mau lihat kejujurannya kalau dia bisa dipercaya aku sendiri yang akan memberi dia jabatan di perusahaanku''
Setelah mereka sampai di puskesmas.
Dapot meminta pada petugas untuk menangani pria yang dia tolong itu, supaya tidak infeksi.
''Bu dokter yang cantik nya seperti bidadari tolong obati bapak ini supaya tidak infeksi ya''
Dokter yang memang masih jomblo itu jadi salah tingkah , wajahnya memerah karna malu dipuji oleh pria tampan itu.
Dan dua orang yang mendengar gombalan Dapot benar-benar tidak percaya bisa membuat dokter yang memang terbilang cantik itu, bukan hanya itu,
__ADS_1
pria yang Dapot tolong sangat mengenal dokter itu, karna dokter itu terkenal dengan kecurigaannya pada pria tapi kenapa pada pemuda Batak ini dia langsung begitu.
Dokter itu juga adalah dokter yang memiliki keturunan campuran yaitu keturunan Jerman Indonesia.
Setelah selesai mengobati luka dilutut juga di wajahnya pria itu pun diantarkannya kesebuah perusahaan yang sangat besar dari semua perusahaan ini adalah yang paling besar menurut Dapot.
Setelah sampai Dapot pun izin pulang pada bapak tersebut dan mengajak kang ojek putar balik, tapi belum juga mesin motor ojek itu hidup pria itu meminta Dapot turun lagi dan mengikutinya kedalam, walau bingung dia mengikutinya dan meminta kang ojek menunggu.
''Pak tunggu sebentar kali ya aku mau kedalam dulu sebentar y pak''
Kang ojek mengiakannya karna memang rumah kang ojek bersebelahan dengan kontrakan Dapot jadi dia tidak merasa kuatir walau menunggu.
Dapot dan pria itu menaiki lif menuju lantai teratas yaitu lantai 45 Dapot sangat takjub dengan semua yang dia liat.
Dapot tersenyum ramah pada semua orang yang berpapas papasan dengan mereka dan semua orang membalas walau mungkin banyak yang iri karna melihat pria itu bisa berjalan beriringan dengan bos mereka yaitu pemilik perusahaan.
Setibanya dilantai atas diruangan pimpinan tertinggi yaitu ruangan CEO pria tadi masuk tanpa mengetuk dan duduk di sofa sambil melihat seorang pria muda yang mungkin lebih tua dari Dapot sedang serius dengan leptopnya.
''Nak Dady mau bicara''
pria yang tadi sibuk itu berhenti dan melihat kearah sang Dedy dan pria asing disamping dedynya.
''Dedy mau bicara apa, silahkan saja, dan kenapa dengan wajah dedy?''
''Mereka hampir mendapatkan yang kita miliki ini''
Apa...lalu kenapa Dedy tidak tidak meneleponku ?''
''ponsel Dedy di injak mereka pas dedy mau hubungi kamu, dan memukuli Dedy juga memaksa Dedy ikut mereka sebagai jaminan untuk memintamu datang menyerahkan yang lain''
''Ya ampun mau mereka sebenarnya apa sih semu milik gram pa sudah habis ditangan mereka , lalu sekarang mereka juga ingin mengambil yang kita miliki?''
''Dedy juga bingung bagaimana menyelamatkan milik kita ini?''
''Gampang, bangun yang baru dengan nama baru yang bisa mengecoh mereka dan pindahkan semua yang ada ke yang baru tanpa diketahui siapapun termasuk istri dan adik-adik bapak''
''Maksudnya nak?''
Begini pak kalau dikampung kami ada orang yang sirik ingin merusak, menghancurkan .
terimakasih bagi yang masih setia jangan lupa tinggalkan jejak dan komentarnya ππππ juga bri semangat buat sang penulisππππππππππ€£π€£π€π€
__ADS_1