Anak Batak

Anak Batak
Bab.16


__ADS_3

Saat diperjalanan pulang ke rumah,dapot seperti merasa ada yang tidak beres, karna ada banyak orang yang berkumpul bergerombol gerombol dan begitu asik dengan ponsel masing-masing, dapot yang penasaran pun menghentikan mobilnya dan mengambil ponsel miliknya, dia mencari tau apa yang membuat orang-orang dipinggir jalan itu begitu fokus pada ponsel mereka.


Dapot menepuk jidatnya saat tau apa penyebab semua orang begitu asik dengan ponsel, ternyata dialah pelaku utama yang membuat orang-orang itu begitu,dapot merasa sudah begitu tua sampai selalu melupakan hal ini,karna ini bukan yang pertama kali dia menjadi konsumsi publik karna suaranya, tapi dapot tidak pernah kapok.


Sekarang dapot melakukan kembali mobilnya menuju rumah, sampai disana dia tidak mendapati istrinya diruang tamu, tapi dia melihat putranya tertidur dikarpet bulu yang ada di ruang keluarga itu, dan juga dia melihat putranya dikelilingi beberapa mainan robot sang putra.


Dia mencari sekeliling tapi tidak menemukan sang istri, tapi dia mendengar ada suara di dapur,dan dia sudah menebak bahwa itu adalah istri tercintanya.


Dia mencari pengasuh putranya dan melihat wanita itu keluar dari kamar sambil membawa selimut kecil milik sang putra, dia pun bertanya.


" Bi , apa dia habis main sampai ketiduran disini?"


"Ia pa, sepertinya Abang sudah kecapean makanya dia tertidur"


"Hum....ibu didaur bisa?"


"Ia pa"


"Oh ya sudah kalau gitu saya kedapur dulu y bi, bibi juga istirahat aja dulu y"


"Ia pa, terimakasih"

__ADS_1


Setelah berbincang dengan bibi, dapot kedapur untuk menemui istri tercintanya,dia melihat wanita cantik itu, sedang sibuk dengan peralatan dapurnya,dia begitu asik sampai tidak menyadari bahwa dia diperhatikan sang suami,dia terus asik dan....


"ahhhhhhkkk.....ihhhhhh Abang bikin jantungan aja, gimana kalau aku reflek pukul Abang pakai paku spatula tadi ha"


Maria terkaget melihat sang suami yang bersandar di pintu masuk dapur sambil tersenyum melihat sang istri sehingga pas berbalik Maria terkejut setengah mati,dan mengomeli suaminya.


dapot yang melihat itu hanya tertawa dan Maria, yang ditertawakan suaminya sangat kesal membuat dia melepas celemeknya dengan kasar dan melemparnya kelantai,dia menyingsingkan lengan bajunya keatas dan bersiap mengeluarkan jurus andalan ibu ibu ya itu mencambak,dapot yang melihat itu, menyadari bahaya akan datang, dia langsung berlari sekuat tenaganya keatas dan masuk kamar yang diikuti Maria yang masih dengan kekesalan mendalamnya.


Semua ART yang ada dirumah itu hanya bisa tepuk jidat,karna mereka semua tau sang majikan laki laki memang sangat usil dan jail, bukan hanya pada Maria, bahkan sering juga dia mengagetkan para pekerja disana dengan tingkah konyolnya.


Bagaimana tidak,dapot sering memakai masker lulur milik sang istri, dan berdiri dibelakang salah satu pekerja yang asik dengan kerjaannya, tapi tidak lama kemudian akan terdengar teriakan pekerja itu karna terkaget melihat dapot yang berdiri dengan wajah yang masih bermasker, setelahnya dia akan kabur bila sang ART berteriak.


Begitulah dapot yang memang sudah menganggap semua ART nya sebagai keluarga,dia tidak segan segan untuk menjahili mereka,dan sekarang dia akan dapat pelajaran dari sang istri karena hal yang sama yaitu dikagetkan.


Sementara didalam kamar dapot sudah tergepar ditempat tidur dengan kondisi mengenaskan, rambut yang tadinya rapi kini aut autan, kemeja yang kancingnya sudah lepas dengan dasi masih melekat dileher,sepatu yang tinggal sebelah dikaki dan celana yang tersisa hanya celana kolor warna biru bergambar kembar botak Upin ipin.


Sang putra yang mendengar teriakkan sang ayah pun masuk dengan dituntun sang pengasuh sampai pintu, setelah itu sang pengasuh menutup pintunya sambil menahan tawa karena sempat melihat kondisi majikan laki laki yang begitu mengenaskan, didalam kamar,sang anak melihat ayahnya dengan teliti, dia merasa ada yang beda dengan ayahnya sehingga diapun bertanya.


"Papa napa?"


Sambil melihat sang ayah yang duduk sambil meniup bekas cakaran sang istri tercintanya.

__ADS_1


"Oh ini, papa habis main seperti film kesukaan Berkat, ituloh yang suka bikin ketawa"


Dapot menjawab sekenanya karna masih asik memperbaiki penampilannya,dia lupa kalau sang putra adalah anak yang tidak pernah puas dengan banyak hal kalau dia masih tidak mengerti.


"Fim yang nanah pa?"


"Mmmm... yang .... yang mana y? ah pokoknya itulah, anak papa sudah dulu ya, papa mau mandi dulu,nanti Kita baru nonton bersama ok"


"Ok papa"


Dapot menarik nafas lega sambil berjalan menuju kamar mandi, tapi sebelum masuk dia mengingatkan sang putra untuk tidak turun sendirian,dan meminta menunggunya sampai selesai, setelah selesai mandi dan berpakaian,dapot menggendong anaknya turun kebawah dan menemui sang istri yang sedang menyiapkan makan malam di meja.


Seperti kebiasaan yang sudah sudah, keluarga dapot selalu makan bersama dimeja makan dengan semua pekerjaan,terkecuali yang ganti sip jaga gerbang,ya dapot tidak pernah membedakan tempat duduk makan para pekerja dengan mereka,dia selalu meminta dan sudah perintah semua orang makan bersama dimeja makan tanpa terkecuali,karna baginya tidak ada pangkat dalam hal makan dirumah itu,karna sama-sama tinggal dan bekerja disana.


Dan semua pekerja hanya menuruti walaupun pada awalnya mereka semua sangat canggung, tapi sekarang mereka semua sudah terbiasa,dan sudah hapal dengan sifat kedua majikan mereka, itulah kadang yang membuat ART ART tetangga begitu iri dengan mereka yang bekerja dengan keluarga kecil dapot.


Karna mereka yang bekerja dirumah orang kaya biasa saja makan harus didapur dan tempat makan mereka pun beda, sedangkan para ART dirumah dapot yang sudah pengusaha besar dan sukses makan satu meja dan piring yang sama sama mewah.


Juga sudah kebiasaan dapot kalau liburan weekend dia akan membawa para ART nya berganti gantian untuk liburan walau hanya dua hari, dan semua ART disana sudah punya jadwal masing-masing siapa yang akan ikut Minggu ini dan Minggu depannya,begitu juga para penjaga gerbang, mereka semua selalu kebagian jatah.


Hal itulah yang membuat semua ART ART yang ada dirumah dapot merasa dihargai dan mereka pun selalu bekerja dengan sungguh sungguh seperti dirumah mereka sendiri,karna sang majikan juga menganggap mereka keluarga bukan cuma pelayan yang derajatnya dibawah.

__ADS_1


Dapot beserta sang istri juga sering memberi mereka bonus kes diluar gaji bulanan mereka, karna kalau dapot atau sang istri mendapatkan rejeki atau hasil yang meningkat mereka berdua juga akan membagikan sedikit kepada para ART yang ada dirumah mereka.


Tetaplah setia dan beri dukungan kalian teman teman semua,aku menunggu like dan komennya,juga berilah hadiah untukkuπŸ€²πŸ€²πŸ€²πŸ€²πŸ€²πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜


__ADS_2