Anak Batak

Anak Batak
Bab.19


__ADS_3

Kenzo menatap map tersebut dan mencoba mengingat ingat map apa yang diberikan oleh dapot padanya, setelah dia mengingatnya, dia pun menatap dapot, dia tidak menyangka kalau sahabat yang hampir di di rusak adiknya itu, masih menyimpan harta miliknya itu.


"Dapot, terimakasih, aku, aku tidak ingat kalau ini masih ada bersamamu, terimakasih, huhuhuhu"


"Hei, kita ini teman, sudah sepantasnya kita saling menjaga bukan?"


"Tapi, aku bahkan tidak bisa, menghentikan niat adikku padamu, apa aku masih pantas jadi temanmu?"


"Kau ini, sudah lupakan semua itu, sekarang kau harus bangkit, ingat masih ada Dedy dan mamimu kawan"


"Terimakasih dapot, terimakasih"


Setelah menyerahkan harta Kenzo, mereka mengobrol sebentar, setelah itu dapot pulang kerumahnya, dia melihat kedua mertuanya ada disana dan sepertinya sedang membahas hal serius.


Dapot berjalan menuju keruang keluarga, dimana semua orang sedang berkumpul, dia pun menyalami semua orang,secara bergantian, setelahnya dia mencium kening sang istri seperti yang biasa dia lakukan bila pulang dari luar ataupun pulang kerja.


"Apa kabar bang, seperti tambah gemuk aja sekarang?"


"Kau ini, sedang bertanya atau mengejekku lukki"


"Bang namaku itu,lueky bang bukan lukki"


"Ah, cuma beda sedikit aja kamu langsung proset"


"Proset, proset, protes bang protes, aneh"

__ADS_1


"Kalian ini, setiap ketemu debat Mulu kerjanya, apa ga bisa, sekali aja, kalau ketemu itu, sapa, pelukan begitu?"


Kedua adik ipar itu, langsung terdiam, setelah ditegur mami, dan semua orang menahan tawa, karna mereka sadar, mami patut ditakuti, bukan apa, tapi kalau mami sudah mulai berkijau, maka tidak akan selesai dalam waktu tiga jam, dan yang mencoba mencari alasan ini dan itu untuk menghindar akan mendapatkan bonus, yaitu pelototan yang disertai jeweran maut.


Makan malam telah tiba, semua orang berkumpul di meja makan, dan menikmati hidangan, setelah selesai, mereka semua masuk kamar masing-masing, untuk beristirahat, dapot dan istrinya juga putranya, juga sudah dikamar, seperti biasa sebelum tidur ada kegiatan rutin mereka, yaitu berbagi cerita aktivitas mereka seharian, dan itu, tidak pernah dilupakan oleh mereka berdua.


Karna dengan membagi cerita keseharian mereka, mereka merasa itu akan menjadi sebuah cara mereka mempererat untuk hubungan rumah tangga mereka, karena adanya keterbukaan satu sama lain, setelahnya mereka pun tidur untuk menjemput mimpi.


Keesokan harinya, semua orang kembali kesibukannya, seperti biasa, tapi berbeda dengan keluarga besar dapot, mereka hari ini, sedang bersiap-siap untuk, berangkat kebali, untuk berlibur, karna dapot tidak pernah bisa membawa mereka keluar negri dikarenakan kesibukannya, jadi dia membawa seluruh keluarganya kebali biar bisa dekat, cepat dan tidak memakan waktu lama diperjalanan.


Setibanya dibali, dapot mengajak mereka untuk beristirahat sejenak, sebelum nanti memulai aktivitas libur mereka, dibali dapot mempunyai villa walaupun tidak terlalu besar tapi itu sungguh luar biasa menurut mertuanya, karna dekat dengan pantai, juga dengan kota, tidak seperti vila vila yang biasa dibuat digunug atau yang sedikit jauh dari keramaian.



Inilah vila milik dapot, dekat dengan pantai juga kota, dari vila hanya memakan waktu sepuluh menit bila jalan kaki,


Dikota J, ada seseorang yang sepertinya tidak senang dengan apa yang dimiliki oleh keluarga Dedy dan mami, apalagi saat mereka tau, kalau Maria menikah dengan seorang pria keturunan Batak, menurut mereka, pria seperti dapot, tidak pantas masuk kedalam keluarga konglomerat seperti mereka.


Mereka sekarang sudah ada di mansion Dady, dan beristirahat dikamar mereka yang memang sudah ada dimansion itu, dan para pelayan hanya menjalankan tugas mereka semua, tampa memikirkan tamu majikan mereka, yang tumben tumbennya datang ke mansion tersebut, padahal seingat para pekerja disana, tamu itu, hanyalah sepupu jauh majikan mereka.


Bahkan saat pernikahan Maria dan dapot, mereka tidak diundang namun oleh sang majikan, karna merasa mereka adalah orang luar, kepala pelayan menelepon sang majikan yaitu Dedy, dan mengatakan kalau ada tamu, dan juga mengatakan siapa tamu itu, mendengar laporan kepala pelayan, Dedy abai saja dan tak terlalu menanggapi para pembuat onar tersebut.


Satu Minggu mereka semua berlibur, hari ini, mereka semua akan kembali ke kota J, karna sudah banyak pekerjaan yang menanti, walaupun dapot sebenarnya kebali juga sedang meninjau perusahaan miliknya yang sudah siap beroperasi, dan dia berencana akan meresmikannya, di tahun baru nanti.


Sesampainya di ibu kota, mereka semua langsung kekediaman Dedy, karna Dedy sudah mengatakan tentang tamu yang datang tanpa diundang itu, sesampainya dirumah/mansion mereka semua disambut dengan suara seseorang yang sepertinya sedang membentak, yang entah siapa yang dibentaknya, tapi yang jelas yang membentak adalah wanita yang sama sekali tidak disukai oleh semua orang.

__ADS_1


"Begini caramu bekerja hah? dasar pelayan si......n pergi kau dari sini"


Saat wanita itu, ingin menampar pelayan tersebut, mami langsung mencekal tangannya dan menghempaskan wanita itu, dan bruk, wanita itu terduduk dilantai dan melihat siapa yang sudah menjekal tangannya, dan saat dia melihat siapa yang melakukan itu, dia pun berdiri dan mulai membuat drama.


"Kaka, pelayan ini, sudah mengotori pakaianku lihat lah"


Wanita itu menunjukkan bajunya yang sama sekali tidak ada noda atau pun debu disana, lalu dimana yang dikotori pelayan itu? semua orang yang sudah tau sifat wanita itu, hanya geleng-geleng kepala.


"Mien, kematian"


Mami memanggil pelayan itu dan membisikkan sesuatu, pelayan itu dengan patuh, mengikuti perintah majikannya, setelahnya dia masuk dan menunjukkan apa yang disuruh majikannya, mami memegang tangan pelayan itu dan biurrrrr, tanah yang diambil pelayan itu langsung menempel sempurna dibaju wanita itu.


Semua orang syok, melihat apa yang terjadi didepan mata mereka, wanita itupun tidak kalah syoknya dengan yang lain, sementara sang mami tersenyum puas dengan hasil karyanya tersebut, karna dia sudah mengabulkan perkataan wanita tadi, yang berkata kalau bajunya kotor.


"Kakaaaaaa, kenapa kau mengtori pakaian mahalku?"


"Oh kotor ya, tapi tadi kau bilang kan kalau bajumu memang kotor, lalu kenapa kau berteriak begitu? aneh"


"Mien, pergilah dan lanjutkan tugasmu, dan beritahu pada kepala pelayan kalau aku berpesan, semua pelayan dimansion ini, hanya bertugas untuk kami bukan untuk orang lain, apa lagi pembuat onar paham"


"Paham nya"


Wanita itu, begitu kesal,begitu pula semua tamu yang datang tanpa diundang itu, mereka semua menatap mami dengan tatapan dendam, tapi mami tidak terganggu sama sekali, dengan hal itu, Dady juga memberi kode kepada semua keluarganya yang baru tiba dari Bali itu, untuk masuk kamar, dan semua orang yang mengerti kode itupun langsung masuk kamar masing-masing.


maaf jika up-nya rada lambat y, soalnya ini menjelang tahun baru, dan saat ini kami sedang sibuk dengan natal, jadi tolong bersabar okπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1



SELAMAT NATAL MENJELANG TAHUN BARUπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


__ADS_2