
Setelah kepergian mami, wanita yang tidak terima putrinya ditampar itu pun mengadu pada suaminya.
"Pa, kau lihat, dia hanya menantu, tapi berani menampar putri kita, apa papa tidak mau memberi dia pelajaran? biar dia tau siapa papa"
"Aku bukan apa-apa dibanding pria itu, karna aku baru mendapat kabar kalau dia juga seorang pengusaha sukses, sebelum jadi menantu dikeluarga ini, bahkan dia juga seorang asisten walaupun sudah memiliki perusahaan sendiri"
"Maksud papa dia seperti pemilik perusahaan misterius begitu?"
"Hum, dan saat ini perusahaannya sudah ada di beberapa negara dan kita tidak akan sanggup melawannya ditambah dia juga CEO diperusahaan kakak"
Mendengar penuturan suaminya, dia pun menjadi takut dan ciut, karna tidak tau kebenaran menantu yang selama ini, dia pikir adalah pria yang menumpang hidup dengan Maria, tapi sekarang dia mengetahui kalau kekayaan menantu kakak iparnya itu bahkan sudah besar saat dia masih single.
Setelah kejadian hari itu, dan setelah kepergian sepupu jauh Dedy, rumah itu kembali tenang dan diramaikan oleh suara teriakan Maria yang selalu kewalahan menghadapi tingkah putranya yang semakin hari semakin aktif saja, dan orang-orang dirumah hanya geleng-geleng kepala karna juga tidak bisa menghentikan bocah kecil itu.
Seperti saat ini, bocah kecil itu sedang mengerjai unclenya yang sedang asik main game dan mengabaikan dirinya dari tadi, padahal bocah itu duduk disamping sang uncle sambil selonjoran tapi diabaikan karna game.
Hal itu mengundang kekesalan bocah gembul itu, sehingga terjadilah aksi kejar-kejaran di ruang tamu, Dapot yang baru pulang dari kantor pun heran karna melihat anaknya yang masih bocil itu, benar-benar membuat unclenya ngos-ngosan.
Dan semua orang hanya menonton karna juga baru selesai dengan kesibukan didapur membuat makan malam juga membuat cemilan ringan, tadinya mereka juga bingung kenapa kedua pria beda usia itu kejar-kejaran, tapi setelah mendengar aduan bocah gembul itu, mereka semua pun hanya bisa diam dan menikmati kejadian itu, sebagai hiburan sebelum makan malam.
__ADS_1
Dapat yang melihat keringat sang putra pun akhirnya membujuk anaknya untuk berhenti dan mengembalikan ponsel sang uncle, bocah yang memang selalu patuh pada sang papa pun menurut, dia mengembalikan ponsel unclenya tapi dengan tatapan sengitnya.
Semua orang yang melihat hal itu pun hanya bisa elus dada karna merasa lucu juga takjub dengan sifat bocah itu, sang uncle pun mendekat dan memeluk ponakannya, karna merasa bersalah telah mengabaikan ponakannya tersebut.
Keesokan harinya, dapot dan keluarga kecilnya pulang kerumah mereka, begitu juga anjel dan suaminya kembali kenegara asal sang suami, dan sekarang Dedy dan mami kembali menjadi penganten kadaluarsa karna tinggal berdua Tampa anak, menantu dan cucu.
Kenzo pun sudah kembali memulai usahanya, dan dia juga sudah membeli rumah yang lebih baik dibanding rumah kontrakan yang sempat mereka tempati, dan kini dapot juga membantunya dalam hal apa saja, untuk mempermudah Kenzo menaikkan usahanya, Kenzo sendiri merasa begitu beruntung memiliki sahabat seperti dapot, tidak dengan sahabat-sahabatnya yang lain, yang ada saat dia sukses tapi hilang saat dia susah, dapot justru membuat dia bangkit lagi bahkan membantunya dalam segala hal.
Jika orang lain yang mendapat amanah untuk menyimpan harta Kenzo dulu mungkin tidak akan pernah kembali lagi kepadanya, tapi dapot justru mencarinya sampai kemanapun hanya untuk mengembalikan yang memang bukan miliknya, dia tidak memanfaatkan kelemahan orang lain, tapi justru mengajaknya untuk bangkit.
Kenzo bahkan berjanji dalam hatinya, kelak dia akan membayar semua kebaikan dapot bahkan bila dengan nyawanya sendiri, karna dia sadar mencari teman baik dan setia itu sulit, tapi mencari musuh itu gampang maka dia siap menjadi tembok kokoh untuk melindungi keluarga dapot dengan apapun yang dia punya.
Sepanjang perjalanan ke rumah dapot, gadis itu asik melihat setiap tempat yang dia lewati, dia begitu takjub dengan keindahan ibu kota Jakarta, dia bahkan membayangkan kelak dia bisa mendapatkan pendamping hidup di kota besar ini.
Tidak terasa mereka sudah sampai dirumah dapot, gadis itu turun sambil menggendong ranselnya dia masuk kerumah sambil berteriak.
"Kau Mariaaaaaa, aku datangggggg"
Maria yang sedang menata makan malam dimeja terkejut mendengar suara cempreng seseorang yang sangat dia kenal, Maria pun melihat seorang gadis cantik sedang berdiri berhadapan dengan bocah gembul yang menyambut kedatangan tantenya dengan lemparan mautnya, dan mainan yang dilempar tersebut mendarat manis dijidat gadis itu.
__ADS_1
Bukannya merasa bersalah, bocah itu malah menatap tantenya dengan tatapan kesal sambil melipat kedua tangannya di dada, dapot dan Maria yang melihat gadis itu mengusap usap keningnya pun heran, lalu mereka berdua melihat sang putra yang sepertinya sedang kesal pun bertanya.
"Loh SAROHA kenapa kamu mengusap keningmu juga kenapa sampai merah begini?"
"Ini juga anak mama kenapa hum? ko kayak kesal gitu?"
"Ma, Tante datang tiba-tiba telua teliak teliak, aku kaget jadilah mainan aku luwak belantakan"
"Terus itu, kening tantenya diapain nak?"
"Aku kaget, da sengaja mainannya tellempal, eh mendalat dikening Tante"
Mendengar jawaban bocah gembul itu, mereka semua tertawa terbahak-bahak, karna lucu dengar kalimat MENDARAT yang bocah itu katakan, sang Tante pun tertawa sampai memegangi perutnya, lalu dia pun bertanya pada ponakan lucunya itu.
"Emang kamu pikir kening Tante kau ini lapangan pesawat y, sampai harus mendarat ha?"
Mereka semua tertawa bersama karna ulah dan omongan bocah gembul itu, SAROHA pun mengobrol panjang kali lebar dengan kakak iparnya sampai waktu makan malam tiba, setelah makan malam, mereka masih mengobrol ria diruang keluarga, sementara dapot dan sang putra asik nonton dikamar, karna merasa tidak mengerti dengan wanita, kalau dah rumpi ga tau apa saja yang dibahas, jam sepeluh malam barulah mereka semua istirahat dikamar masing-masing.
Keesokan harinya, Maria dan Saroha sudah menyiapkan sarapan pagi dimeja makan dan tidak lama kemudian, dua pria beda usia itupun turun dengan tampilan rapi dan duduk dimeja makan, setelah selesai sarapan, dapot pun bertanya pada saroha tentang dia yang akan bekerja, Maria menyarankan supaya Saroha bekerja dengan suaminya saja, karna kebetulan sekertaris dapot resing karna harus ikut suaminya, jadilah dapot sekarang tidak memiliki sekertaris.
__ADS_1