
Keesokkan harinya mereka sudah bangun dan Dapot yang bangun lebih awal tersenyum melihat sang istri yang terlihat sangat cantik pagi ini, Maria yang ditatap begitu menjadi salah tingkah, dia pun berusaha menyembunyikan rasa malunya bertanya pada sang suami.
''Kenapa Abang melihat Maria seperti itu sih?''
''Cantik kali kau sayangku, membuat hatiku ini tak....tik....tuk... hehehehe''
''Is Abang apaan sih pagi -pagi dah gombal''
''Tidak menggombal aku sayangku, serius nya aku berkata kepada kau ini''
''Ah.. sudah lah bicara sama Abang makin ngelantur nanti kemana mana, mending kita cari sarapan dulu y''
''Ialah sayangku, aku pun lapar aku ini''
Dapot mengajak istrinya turun kebawah dan mereka tiba di restoran hotel dan memesan makanan, setelah pesanan datang mereka makan sehabis makan mereka bersiap siap pulang kerumah yang tentunya rumah Dapot.
Sesampainya mereka dirumah mereka langsung masuk kamar beres-beres pakaian yang mereka bawa dari hotel,setelahnya mereka istirahat, sementara semua keluarga Dapot pagi-pagi sekali sudah kembali ketoba sedangkan orang tua Maria juga sudah kembali kerumah mereka.
Sore harinya Maria turun kedapur dan menyiapkan makan malam, setelah selesai dia naik dan membangunkan sang suami untuk segera mandi baru makan malam.
''Abang ayo bangun mandi dulu, siap itu kita makan malam ya''
Dapot dengan patuh pergi mandi setelah selesai dia menghampiri istrinya yang sedangmenyiapkan makan malam mereka, Maria melayani suaminya dengan baik dan semua itu membuat Dapot bahagia.
selesai makan malam Dapot membantu istrinya membereskan bekas makan mereka barulah mereka kembali kekamar, sang istri yang ingin melayani suaminya dikamar pun mengganti bajunya dengan dinas malam dan Dapot yang baru pertama kali melihat itu justru protes.
''Astaga sayang ku buat apa kau memakai jala ikan ini dimalam hari juga kenapa dirumah?''
''Maria yang mendengar suaminya mengatakan kalo dinas malamnya atau lingerie miliknya jala ikan jadi melongo padahal tadi dia sempat malu tapi sekarang justru kesal, niat hati ingin membuat suami senang justru berakhir kedongkolan karna menyamakan lingerie miliknya dengan jala ikan, sungguh mood Maria langsung down, dia membuka lemari lalu mencari gaun tidur lainnya, setelan dia ganti dan langsung tidur, Dapot yang tidak tau kalau istrinya sedang kesal malah menyusul tidur sambil berkata.
__ADS_1
''Sayangku lain kali kalau kau ingin menjala ikan kita pulang ketoba ya, disana kau bebas menjala sesukamu y''
Maria tidak menjawab karna masih kesal.
keesokkan harinya sang mertua datang bertamu, dan sebagai ibu yang baik dia berencana mau memasak sesuatu untuk semua orang yang ada dirumah itu, tapi lagi-lagi Dapot yang memang masih memegang teguh tradisi dan prinsip adat Batak melarang sang mertua memasak.
Dapot berlari kedapur karna melihat sang mertua sudah siap dengan alat tempur dapurnya.
''Amangoi inang apa yang inang lakukan disini? inang jangan memasak dirumah ku y itu dosa bolon itu kalau inang memasak dirumahnya hela''
Mami Maria dan Dedy Maria bingung karna Dapot bicara dengan bahasa campur campur seperti gado-gado atau permen nano nano.
''Kenapa pula kalian menatapku begitu?''
''Dapot kau bicara apa mami ga ngerti''
Sambil tangannya berusaha memulai aksinya tapi lagi-lagi dilarang oleh dapot.
(INANG itu sama dengan ibu mertua sedangkan AMONG sama dengan bapa mertua) (DOSA BOLON artinya dosa besar) sementara (HELA adalah menantu laki-laki)
jadi arti dari ucapan Dapot adalah:
''Ya ampun mami, apa yang kami lakukan mami jangan memasak dirumah ku y, itu dosa besar itu kalau mami masak dirumah mantu''
Setelah mami mendengar arti kalimat Dapot mami merasa adat dan tradisi Batak ini memang masih sangat kental atau sangat kuat, sehingga sang menantu yang memang masih memegang teguh adat tradisi Batak sedikit sulit memahaminya.
''Tapi nak sekarang kalian kan tinggal di ibu kota Yanga masalah dong kalau mami masakin?''
''Engga mami bagi kami mami dan Dedy adalah Raja dan ratu yang patut kami hormati dan layani dengan baik, kecuali kalau kami memang sedang sakit parah itu beda ceritanya mami''
__ADS_1
''Udah lah mi biar menantu kita melakukan yang menurutnya baik, dia hanya ingin menghormati kita sebagai orang tuanya jadi apa salahnya ya kan?''
''Ia ded''
akhirnya mami mengalah dan mengikuti kemauan menantunya itu, dan membiarkan Dapot dan Maria yang menyediakan segala sesuatunya, setelahnya mereka makan baru berkumpul di ruang keluarga, dan Dedy mencoba membuka pembicaraan.
''Dapot setelah ini apa kau masih bekerja di tempatmu dulu atau bagaimana?''
''Ia ded karena kalau aku berhenti siapa yang akan menanggung hidup kami, aku tau istriku punya usaha tapi aku juga harus membuktikan tanggung jawabku kan ded?''
''Kau kan punya usaha seperti restoran khas Batak milikmu juga kafe bahkan kau juga punya rumah makan batak, itukan sudah lebih dari cukup?''
''Ded kita tidak boleh hanya mengandalkan itu aja, saat ini aku sedang mulai merintis bisnis propertiku juga, Dedy tau rumah itu baru jadi delapan unit sementara semua yang sudah aku perkirakan itu semua sekitar 80 unit jadi aku masih harus bekerja untuk itu dedy''
''Bagaimana kalau kau mengambil alih perusahaan defy? jujur Dedy sudah tua jadi sudah ingin beristirahat saja''
''Dedy aku tidak bisa, maaf bukan aku tidak mau tapi Dedy masih punya anak lain jadi biar dia saja yang menggantikan dedy''
''Dedy sudah memintanya tapi dia juga ga mau trus siapa yang akan meneruskan perusahaan?''
Dedy jadi sedikit kesal dan pusing karna kedua anaknya menolak menjalankan perusahaan yang dia bangun susah payah, anak sulungnya Maria punya usaha sendiri dan juga pekerjaan lain, anak keduanya juga membuat usaha sendiri dan sekarang sedang membangun perusahaan baru di luar negri, sementara sang menantu juga sudah punya usaha sendiri tapi juga tidak mau dan malah memilih bekerja diperusahaan orang lain.
Maria yang melihat sang Dedy seperti itu merasa bersalah dia tidak mungkin memasak suaminya, tapi dia menatap suaminya dengan permohonan dan Dapot dia tidak bisa melihat tatapan istrinya yang seperti itu, dan semua itu tidak lepas dari pantauan sang Dedy dan mami membuat Dedy bersorak riang dalam hati karna dia yakin menantunya yang baik itu pasti tidak mungkin tega melihat tatapan Maria yang begitu sangat berharap, akhirnya Dapot mengalah dan menerimanya demi sang istri.
''Baiklah Dedy aku akan menggantikan dedy, tapi Dedy harus membimbingku ok''
''Tentu....tentu nak Dedy pasti akan mendampingimu sampai kau bisa sendiri itu pasti''
Dedy ingin rasanya melompat kesana kemari karna sangat senang rencana beristirahat dirumah sepanjang hari akhirnya terkabul.
__ADS_1
cerita Dapot masih sangat panjang jadi tetap beri dukungan lewat komen jika lake, favorit dan vote okππππππππππππ