
Selama makan malam semua orang sebenarnya berhak untuk mengucapkan sesuatu, tapi karna insiden dapot yang dihajar sang istri membuat dapot diam karna takut kena amukan singa betina miliknya,para ART yang tau hal itu,hanya bisa diam karna tidak sopan rasanya,mengobrol sementara sang majikan sedang dihukum sang ratu.
Maria yang adalah pelaku utama seakan tidak bersalah,dia dengan santainya makan sambil menyuapi sang putra,dan sang putra yang melihat sang papa diam,karna biasanya, akan berisik dimeja makan pun, terus menatap wajah sang papa dan mama bergantian,dan rasa penasarannya membuat dia buka suara.
"Pa,papa tenapa? biacana belicik talo matan?"
Maria yang mendengar pertanyaan sang anak menahan rasa ingin tertawanya,karna melihat dapot yang menatapnya dengan tatapan mata yang sayu, seperti seekor kucing yang minta dielus.
"Sayang papa tu merajuk,dia ga dikasih saweran pas nyanyi dikafe tadi"
Dapot mendengus,sambil memanyunkan bibirnya karena mendengar jawaban sang istri yang justru semakin membuat dia semakin merajuk benaran.
"Pa,nda oleh gitu,Tan itu tafe papa,tenapa papa minta tawer,Tan malu Tama temut(semut)"
"Papa itu merajuk karna ada yang mengancam papa nda boleh masuk kamar nak"
"Tiapa yang lalang papa tetamal,mama tiapa yang lalang papa tetamal?"
"Entah,mama dan tau tuh,coba tanya lagi papamu mungkin dia sudah ingat"
"Papa tudah inat belum, tiapa Olang na"
Dapot pun menatap sang istri dengan sengit,karna membuat dia terpojok dengan jawaban dia sendiri,dan Maria tersenyum penuh kemenangan, sementara berkat bocah kecil nan pintar itu, menatap papa dan mamanya bergantian karna tidak ada yang memberikan jawaban atas pertanyaannya,membuat bocah gembul itu menangis tiba-tiba karna merasa diabaikan.
__ADS_1
"Huaaaaaaa.... hiks.... hiks...."
Tepat, tangisan kencang itu terdengar sampai keluar rumah dan mengagetkan sang opa dan omanya yang baru turun dari mobil,kedua orang itupun berlari masuk kedalam rumah,karna berpikir sang cucu terjatuh atau kenapa, sesampainya di dalam, mereka melihat dua orang tua yang masih muda itu, sedang berusaha mendiamkan sang cucu,hal itu memperkuat dugaan mereka, kalau cucunya pasti terjatuh.
Memikirkan hal itu,sang opa pun menatap kedua orang tua cucunya, dengan tatapan membunuh yang membuat kedua tersangka langsung menciut,Maria pun bersembunyi dibelakang suaminya,dan dapot, dia hanya cengir kuda karna tidak tau mau bilang apa.
"Bang, kabur yuk, kalau masih mau hidup"
Maria berbisik ke telinga sang suami dari arah belakang, dan dapot hanya menjawab dengan anggukan,Maria menghitung sampai tiga.
"1,2,3 kabur.......kedua orang tua bocah yang masih sesenggukan itu melarikan diri sambil sesekali melihat kebelakang,takut dikejar sang Baginda raja,berkat sibocah lucu nan gembul itu, yang tadinya menangis malah sekarang tertawa sambil melompat lompat sambil bertepuk tangan,dia berpikir kalau papa dan mamanya sedang bermain kejar-kejaran.
Dedy dan mami hanya tersenyum melihat tingkah laku cucunya,sang Oma pun mencoba bertanya apa yang membuat sang cucu menangis, tapi mendengar jawaban sang cucu kedua orang tua yang lanjut usia itu pun tertawa karna tidak habis pikir, kenapa sang cucu sampai menangis kejer kejer begitu hanya karena tidak mendapat jawaban yang tepat untuk pertanyaannya tersebut.
Keduanya duduk ditaman, mereka mengenang masa-masa mereka pacaran dulu dan. hal itu menambah kuatnya cinta diantara mereka, sementara itu, disebuah kamar hotel, terlihat seorang wanita yang sedang berada didalam pelukan seorang pria,dia sedang memikirkan cara yang lebih cepat untuk mendapatkan tujuannya,dia sedang bingung karna sampai sekarang,sejak dia mentransfer uang ke rekening wanita bayarannya itu,dia tidak pernah lagi mendapatkan kabar baru.
Dia juga sudah mencoba untuk menarik kembali uangnya tapi dia tidak mendapatkan apa apa,dan itu membuat dia sadar kalau dia sudah ditipu,dia pun menjadi marah tapi tidak tau pada siapa,lamunan dan angan angan-angannya buyar saat dia mendengar suara pria yang bersamanya saat ini.
"Apa yang kau pikirkan beb? apa aku kurang me.......nmu hum? maaf beb, aku lagi cape bangat soalnya"
"Itu kau tau,kau itu sangat lemah, dan itumupun cepat k.....r,membuatku tidak p....s, bila perlu minumlah obat penguat,biar tahan lama,jadi tidak langsung k......r"
"Maaf beb,aku akan melakukannya asalkan kau p......s"
__ADS_1
"Bagus,,,,aku tunggu saat itu,dan kau harus buktikan itu mengerti"
Setelah mengatakan kalimat merendahkan terhadap pria yang menemaninya,dia dengan santainya pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan pria yang baru saja dia hina itu,mengepalkan tangannya,karna merasa dia diperlakukan seperti gi........o, oleh wanita arogan tersebut.
jika bukan karena dia memiliki rencana, dia sudah membunuh wanita itu sejak dulu, tapi karna rencananya belum tercapai dia harus bertahan dengan semua hinaan wanita arogan tersebut.
"Kalau bukan karena sesuatu hal yang begitu berharga dan juga demi masa depan yang lebih baik,aku sudah menghabisimu sejak dulu, tapi sampai saat ini aku belum mendapatkan apa yang aku inginkan,makanya aku bertahan dengan sifat arogan dan kesombonganmu ini,dasar si.........an"
Pria itu hanya bisa berbicara didalam hatinya sambil mengepalkan tangannya, untuk menahan emosi dan kemarahannya yang sudah memuncak sampai keubun ubunnya.
"Ceklek..... sekarang mandilah karna kita akan pergi ke suatu tempat,jadi kau harus terlihat lebih Kren dan juga terlihat sebagai seorang pengusaha sukses dan kaya,karna kita akan menghadiri acara teman temanku"
"Tapi beb,ini kan baru jam tujuh pagi,emang acara apa yang dilakukan di pagi hari begini?"
"Kau ini,kau hanya perlu mengikuti apa yang aku katakan, tidak perlu protes begitu,tinggal pergi mandi, apa susahnya sih?"
"Baiklah beb"
Lagi-lagi pria itu diperlukan dengan tidak hormatnya oleh wanita itu, yang tidak lain adalah MELINDA adik dari Kenzo juga wanita yang terobsesi dengan dapot,dan pria tersebut hanya bisa sabar dan menurut dengan semua perintah wanita tersebut.
Sepanjang perjalanan menuju tempat yang dikatakan oleh wanita itu,pria itu selalu memperhatikan setiap sisi jalan,dia sepertinya sedang menghapal jalan yang dia lewati, sampai akhirnya mereka sampai disebuah bangunan VILA yang megah ditengah tengah hutan, walau tidak terlalu rimbun, tapi pria itu merasa akan ada yang tidak beres,sehingga dia berpura-pura bodoh dan mencari alasan kebelet pipis.
Melinda yang tidak curiga pun mengiyakan dan menyuruhnya menyusul kedalam setelah urusannya selesai dan dijawab anggukan oleh pria tersebut,pria itu berjalan terburu-buru kearah semak semak.
__ADS_1
terimakasih tetap lah beridukungan kalian untuk karya aku semuanya πππππππ€²π€²π€²π€²ππππ€©π€©π€©π€© jangan lupa untuk like dan komen πππππππππ