Anak Batak

Anak Batak
Bab.6


__ADS_3

Halo....halo....halo.....salam HORAS.......dari saya sang perkarya elp rida masih tetap dikeluarga Situmorang dan juga keluarga MARIA dimana semakin kesini akan banyak keseruan dari dua belah pihak keluarga yang berbeda suku tentu beda bahasa juga diceritakan ini saya juga akan mempertemukan DAPOT SITUMORANG ini dengan beberapa orang Batak yang ada di ibu kota dan lain-lainnya ya.


Karna itu jangan pernah bosan dan tetap setia salam HORAS......


Setelah pertemuan dengan keluarga Dapot, Maria sang dokter cantik itu kembali kerumahnya dengan wajah ceria dan bahagia, membuat ayah dan ibunya bertanya tanya apa yang terjadi sehingga putri mereka itu pulang seakan baru saja mendapatkan harta Karun.


''was geht ab? du scheinst so gl'u'cklich Zu sein''


''(apa nak? kamu seperti bahagia sekali)''


''ia pi Maria tu bahagia bangat hari ini, karna Maria baru saja ketemu sama orang tua nya Dapot pi''


Dengan wajah memerah karna malu pada sang papi.


''Oh jadi caritanya ada yang baru ketemu camer begitu?''


Sang mama juga semakin menggoda sang putri yang terlihat sangat bahagia dengan partemuannya dengan keluarga sang kekasih.


Kedua orang tua Maria memang tidak pernah memilih milih soal jodoh dan pasangan sang putri karena bagi mereka yang terpenting adalah kebahagiaan anak mereka, soal harta bisa dicari tapi kebahagiaan dan kasih sayang itulah yang susah.


Karna itu sebagai orang tua mereka hanya bisa berdoa yang terbaik buat anak pertama mereka itu, apalagi anak kedua mereka malah sudah bertunangan sekarang kebahagiaan mereka lengkap karna kedua anak mereka sudah menemukan pasangan masing masing.


''Jadi kapan rencananya Dapot akan melamarnya nak?''


Tanya sang ayah.


''Rencananya Minggu ini Pi, itulah mengapa keluarganya datang dari toba, em...tapi pi.....''


''Kenapa ? apa ada masalah?''

__ADS_1


''Begini Pi mereka bilang nanti saat melamar Maria mereka ingin pakai adat mereka pi, adat batak''


''Oh....bagus itu ....bagus itu.....papi justru sangat senang karna dengan ini kita akan sedikit demi sedikit belajar tentang tradisi mereka, karna yang papi dengar mereka punya tradisi yang sangat dikagumi beberapa negara''


''Bahkan turis yang tinggal di daerah Toba Samosir itu lebih suka menjalankan tradisi batak, bukan berarti mereka lupa dan membuang tradisi mereka tidak tapi karna keunikan tradisi batsk, papi jadi tidak sabar menantinya''


Sang papi sangat antusias menanti hari pelamaran sang putri yang akan diadakan dalam Minggu ini, bahkan dia mengundang orang-orang Batak yang dia kenal dan juga yang ada di ibu kota untuk memeriahkan lamaran sang putri.


Beberapa hari berikutnya hari lamaran pun telah tiba, semua orang sangat menunggu momen momen yang sangat penting dan membahagiakan itu keluarga Dapot tumorang pun sudah ada.


sekarang semua keluarga Tumorang yang datang pun sudah berkumpul diruangan yang memang sudah disediakan.


Mereka memulai dengan doa setelah itu mereka pun masuk acara pertama ya itu marhata SINAMOT karna acaranya diadakan dirumah jadi seperti inilah mereka.



dimulai dengan pembukaan dari PARHARATA atau yang bisa disebut pemimpin acara adat tersebut, dan bagi orang Batak parhata tidak boleh sembarang seperti kita memilih MC sebagai pembawa acara tidak, karna bagi orang Batak parhata haruslah yang tertua dari satuan marga tersebu.



Disini yang dimaksud marhusip biasanya tentang membicarakan SINAMOT atau dalam bahasa yang biasa kita dengar yaitu MAHAR tapi ada perbedaannya .


Kalau mahar bisa berupa barang semacam rumah, mobil,perhiasan dan lain-lain tapi kalau SINAMOT itu adalah uang dan tidak bisa diganti dengan barang seperti mahar.



disini ada nasi dan ikan mas ini dikatakan ikkan sijulur julur dimana posisi ikan mas harus sepert dalam posisi tengkurap dan terlihat ikan itu dibuat tegap, tapi bukan berdiri ya, tapi seperti dalam gambar diatas itu diserahkan kepada kedua pasangan prempuan dan laki-laki karna ini diartikan sebuah doa dari keluarga untuk mempelai dan hanya akan dinikmati mereka berdua.


__ADS_1


pinjam fotonya ya🀭🀭🀭🀭 nah seperti ini posisi ikannya diatas nasi.



ini adalah segenggam beras yang ditabur diantara uang dan ini disebut BORAS PIR ini akan ditaruh diatas kepala kedua pasangan yang menandakan dia berkah baik dari makanan untuk tubuh juga rejeki dalam pekerjaan, beginilah prosesi tradisi Batak dalam melamar dan sebenarnya masih banyak lagi tradisi tradisi Batak yang belum bisa dirampulkan dalam cerita ini karna akan menghabiskan beberapa bab jika dijabarkan tapi disini saya hanya memberitahukan garis besarnya saja.


Dan kita kembali keleptop......


Setelah serangkaian acara lamaran yang sebenarnya membingungkan ayah dan ibu Maria beserta keluarga besar Maria, juga para pembaca akhirnya sampai lah dipenghujung acara dimana pemasangan cincin dan salam salaman atau ucapan selamat untuk lamaran kedua pasangan yang begitu bahagia hari ini.


Dalam acara tersebut juga hadir sang bos tempat Dapot bekerja terutama gadis yang dulu memandang Dapot sebelah mata, dan sekarang dia melihat bahwa pria yang dia anggap ketinggalan zaman dan bahasa itu bisa bersanding dengan wanita sukses dan juga cantik yang bahkan mengalahkan kecantikannya.


setelah semua tamu undangan sudah pada pulang mereka kembali berkumpul diruang keluarga dan membicarakan kapan acara pernikahan dilangsungkan dan juga persiapannya, lagi-lagi sang ayah meminta pendapat pada calon besan dan menyarankan untuk membuat acara Batak yang digabung dengan acara yang tradisional, dan bapak tumorang tentu tidak keberatan dengan semua itu karna yang terpenting adalah bagaimana kita bisa melihat anak-anak bahagia itu saja dan tidak menjadi permasalahan kedepan.


Setelah semua sepakat dengan usulan dan perbincangan lainnya akhirnya keluarga besar tumorang pun undur diri untuk pulang , dengan diantar keluarga besar Maria mereka bersalam salaman dan keluarga Maria sudah mulai terbiasa dengan tradisi calon besan dimana saat bertemu dan berpisah selalu diakhiri dengan kata HORASSS.........


''pi ternyata lucu juga ya adat calon besan kita''


''Lucu apanya mi?''


''ituloh acara yang dibilang bisik bisik tadi tapi ko ngomongnya orang itu kuat kuat y Pi hihihi''


Sang mami yang memang merasa aneh dengan kata bisik tapi terdengar menjadi cikikikan.


''Ya itulah tradisi mi, ya dibilang bisik-bisik itu hanya perumpamaan bukan berarti mereka harus berbisik,makanya papi itu sangat antusias dengan adat Batak ini, dan kita sekarang sudah mau besanan dengan orang Batak jadi mami harus belajar''


''Ia pi mami juga ga nyangka Lo itu sonomonya besar bangat''Sinamot mami bukan sonomo''


''Ah ia mami kurang hapal pi''

__ADS_1


''ia dan ternyata harus uang ya dan dikasihnya langsung pula kekita''


trimakasih bagi semua pembaca jangan lupa tinggalkan jejak dan lake nya ok juga komentarnya karna dengan komentar kalian maka saya bisa lebih semangat dalam menulis cerita Dapot dan Maria okπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


__ADS_2