Anak Batak

Anak Batak
Bab.2


__ADS_3

''wah.....besar kali ternyata Jakarta ini y'' takkusangka kalau aku bisa sampai disini horas Jakarta''


Pemuda itu begitu bahagia dan tskjup pada keindahan dan kebesaran ibu kota, dia bahkan mengangkat kedua tangannya ke udara melakukan salam pada kota Jakarta.


Dia berjalan keluar dari terminal sambil menggeret kopernya menuju warung yang sepertinya sedang menjual makanan dan benar disana ada nasi goreng, Mei goreng juga makanan lainnya, dia pun mampir dan memesan makanan.


''Horas Abang......aku mau pesan nasi goreng pakai ikan mujair sambal dan minumnya teh es saja''


pedagang bingung dia sudah menyendok nasi goreng tapi dia bingung dimana itu ikan mujair,karna yang dia jual ikan nila ayam, lele dan tahu tempe lalu dimana mujainya?


pedagang itu melihat pemuda tersebut sedikit aneh dan baru sadar kalau tadi pemuda itu bilang horas.


jadi pedagang itu mendekatinya dan bertanya.


''Apakah kau orang batak?..tadi kau bilang horas juga disini tidak ada ikan mujair, yang ada itu ikan nila dan lele''


''Kalau begitu ini ikan apa '' sambil menunjuk ikan nila


''itu ikan nila bang''


''oh...nila kalau begitu itu aja''


''Abang baru dari kampung y bang?''


Sang pedagang berbasa basi Sambil menyajikan pesanan sang pemuda


''Ia bang...aku mau merantau mencari pekerjaan yang baik untuk membantu orang tua aku di toba''


''Oh....begitu....terus Abang kesini kerumah siapa bang?''


''Aku tidak ada pamili disini, nanti aku juga mau cari kontrakan lah biar bisa tenang mencari pekerjaan''


''Begitu ya bang, aku juga mau berhenti jualan ini bang tadi


preman preman itu sudah mengambil uangku lagi, kalau kekgini terus bagaimana bisa menabung bang''


''Yang sabar bang''


''Bagaimana kalau begini bang kita kekontrakan aku dulu besok kita pergi sama sama cari kontrakan baru ditempat yang mudah cari kerja bang?''


''Seruis kau bang... kalau begitu baiklah bang besok kita cari tempat yang strategis buat usaha Abang juga buat aku cari kerja bang''


''oklah kalau begitu, sekarang biar dulu dagangan ku ini habis baru kita pulang''


''Ia..bang...ia bang....''


setelah menjelang magrib mereka menutup semua bekas dagangan karna nasi dan kawan kawan nya sudah habis dan mereka hanya menyisakan 4porsi untuk makan malam dan besok pagi sebelum berangkat ketempat yang lebih baik lagi.


Keesokkan harinya mereka sudah menaiki bus ketempat baru mereka dan berhenti di dekat papan yang bertuliskan kos-kosan.


Mereka melihat kekiri dan kekanan lalu melihat ada beberapa pintu seperti rumah bedeng, lalu tiba-tiba muncul ibu-ibu yang bertanya.


''Mau cari apa?''

__ADS_1


''kita mau ngotrak Bu tapi disini sepertinya hanya kamar kos-kosan?''


''oh...kalau rumah kontrakan ada tapi disana''


menunjukkan kearah berlawanan.


''kira-kira bisa lihat dulu ga bu''


''Oh ..boleh ayo''


mereka pun melihat rumah tersebut, rumah itu terdiri dari dua kamar ruang tamu kecil .meja makan dengan 4 kursi plastik menyatu dengan dapur dan kamar mandi disamping dapur memiliki teras kecil dan kursi panjang dari papan satu lembar.


''kalau yang ini kira-kira berapa y bu perbulannya?''


''kalau yang ini perbulannya 500 ribu tapi kalau pertahun bisa kasih bonus sedikit jadi satu tahun 5juta aja''


Sang mantan pedagang langsung pias karna dia tidak punya uang sebanyak itu, tapi sang pemuda Batak yang baik dan juga tak memikirkan masalah pembayarannya nanti gimana dia langsung bernegosiasi.


''kalau seandainya kami bayar setengah dulu gimana hu?''


''oh jadi kalian ambil pertahun bukan perbulan?''


''ia Bu gimana bisa tidak?''


''Bisa tapi lebih besar muka daripada pelunasan y''


''tentu Bu ..tentu...''


''ini Bu aku kasih 4juta dulu ya nanti sisanya kalau sudah dapat kerja ya bu''


''ya baiklah tapi ingat listrik bayar sendiri, nih punya meteran sendiri ok''


''ia Bu tentu, oh ya Bu air kancarkan?''


''lancar kalau lancar bayar listriknya''


''ia..ia terimakasih ibu...terimakasih''


''bang kena sejak tadi aku lihat kau diam saja? apa Abang tidak suka rumqhnya?''


''Tidak bang, cuma Abang sudah payar hampir lunas tapi aku ga bisa bantu''


''Ah..kau ini bang perlu kau pikirkan itu abang yang penting


kita cari kerja nanti kalau sudah beres rumah kita ini''


''Bang nanti kalau aku ada uang aku yang Abang y''


''Ah.sudahlah bang kau tenang saja yang penting Abang doakan saja aku biar cepat sukses y, biar bisa bisa kita naik motor kemana mana''


''Bang kalau cuma mau beli motor ga harus sukses juga bisa kali''


''Mana bisa harga motor itu Ratusan juta, maka harus sukses dulu''

__ADS_1


''Memang Abang mau beli motor apa sampai ratusan juta bang?,,mau yang kaya di film-film itu y?''


''Bukan bang tapi mator Toyota atau Avanza juga sedan lah kalau sudah sukses nanti''


''Astaga bang itu bukan motor tapi mobil,,bang''


''ah itu maksudku..kalau di Medan itu namanya motor''


''kalau motor itu bannya dua bang, tapi bukan sepeda''


''kalau itu namanya kreta bang''


''Aduh kreta itu panjang bang'' sambil tepuk jidat merasa pusing memberitahu yang benar malah tambah salah


''Oh kreta api maksudnya, kalau mama aku bilang itu namanya''


''sudah...sudah bang aku ngerti ko''


dia benar benar sudah tidak sanggup meladeni sang pemuda berdebat.


pemuda itu keluar dan melihat ada banyak gadis yang bisa dibilang cantik pada keluar dari kos kosan didepan mereka lebih tepatnya diebrang jalan.


''Bang...cantik.... cantik kali lah cewe cewe itu y?''


''ia cantik tapi mereka semua belum tentu cantik hatinya liat tuh''


menunjuk salah satu cewe yang terbilang masih sangat muda dijemput seorang pria berumur dan mereka cipika cipiki dipipi dan dibibir.


dan sang pemuda yang melihat itu kaget dan tak percaya.


''bah hebat kali mereka y, masih kecil sudah tau ci...k.....ci......an....''


''makanya bang lain kali jangan tertipu dengan wajahnya karna belum tentu cantik juga hatinya''


''benar kali kau bang untung saja aku belum kenalan y


kalau tidak bah....habislah aku sama mamakku karna tidang dengar nasehatnya''


melihat ada dua pria didepan teras para gadis itu melirik mereka dan ada sekitar 4 gadis menghampiri kedua pemuda itu, tapi kedua pemuda itu santai saja seakan tak tergangu dengan kedatangan mereka.


''Mas ... boleh kenalan?..Klian orang baru ya mas?


''Namaku bukan mas tapi Dapot Situmorang ''


''oh..Abang orang Batak ganteng juga y?''


''Gantenglah anak bapak Situmorang dari Toba pasti ganteng kali, tapi aku tidak tertarik dengan kalian maaf ito''


ito itu bisa jadi nona atau adek perempuan atau saudara prempuan.


mendengar jawaban pemuda yang menarik perhatian mereka itu mereka benar-benar malu karna langsung ditolak, dan mereka pulang dengan wajah memerah karna malu.


terimakasih masih mau setia dengan kisah yang satu iniπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œ jangan lupa tinggalkan jejak dan itu untuk menjadi motivasi buat perkarya πŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ

__ADS_1


__ADS_2