
Kenzo menatap kepergian Saroha dengan tatapan sayunya, dia benar-benar merasakan apa yang dinamakan, kalah sebelum berjuang, menjauh sebelum mengenal.
Kenzo menarik nafasnya panjang dan mengeluarkannya dengan perlahan, dia mencoba menetralkan perasaannya yang tiba-tiba tidak mood karna, baru melihat dan merasakan debaran jantung yang menandakan dia tertarik oleh wanita itu, tapi sudah hancur karna mendengar kata suka merayu.
Sesampainya di ruangan dapot, Kenzo duduk di sofa dengan menyandarkan kepalanya kesandaran sofa, dia juga menutup matanya dan berusaha mengendalikan perasaannya, dia terus menarik nafas dan mengeluarkannya kasar, hal itu mengundang pertanyaan pada diri dapot.
"Ada apa bro, kenapa kau terlihat seperti memikirkan masalah yang berat? kalau mau curhat silahkan, aku siap mendengarnya!"
"Dapot, siapa gadis tadi? dan kenapa pacarnya berani menggoda wanita padahal dia kan ada disini?"
Dapot menahan tawanya mendengar nb pertanyaan yang disertai dengan mimik kekesalan diwajah Kenzo, dapot berdehem untuk menutupi tawanya, dia mencoba sebisa mungkin menahan sesuatu yang ingin meledak keluar saat ini.
"Ekhm, dia itu seseorang yang sangat spesial dalam hidupku, dan dia juga sangat aku cintai dan sayangi."
Dapot menjawab pertanyaan Kenzo dengan sebuah kalimat yang membuat Kenzo salah paham.
Dapot sengaja mengerjai sahabatnya itu, karna dia ingin tau apa tebakannya benar atau salah, karna dapot melihat dengan jelas bahwa Kenzo sepertinya menyukai adiknya, jadi dia mencoba untuk membuat Kenzo mengaku atau paling tidak, menunjukkan respon yang memojokkan dirinya sendiri.
"Apa maksudmu dapot? kau sudah menikah dan sekarang kau juga menyukai dan mencintai wanita lain?"
"Lah emang salah gitu? enggak kan. Yang penting aku adil Iskan?"
"Tapi dapot, yang aku tau kau itu pria setia. lalu kenapa sekarang kau jadi begini?"
Kenzo mulai mengecilkan suaranya karna semakin prustasi, karna berpikir dia punya saingan yang berat, dia menatap dapot seakan memohon akan sesuatu, dan dapot yang melihat hal itu pun sudah tidak sanggup lagi menahan tawanya.
Dapot tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya yang sakit karna tertawa, Kenzo yang melihat dapot menertawainya berpikir kalau dia telah keceplosan menunjukkan ketertarikannya dihadapan sahabatnya, tiba-tiba wajah Kenzo memerah seperti tersiram air panas, bahkan dia merasa tenggorokannya tiba-tiba kering karna rasa malu yang tidak bisa dijelaskan.
"Hahaha, aduh perutku sakit banget, sungguh. Hei Kenzo, jika kau menyukainya, aku merestui kalian"
"Merestui, emang apa hakmu memberikan izin restu pada kami?"
"Tentu saja aku punya hak untuk merestui kalian, karna dia itu adikku Kenzo"
"Kau, kau serius, dia, dia adikmu? hah apa kau serius memberiku izin?"
"Tentu, tapi ingat, jangan pernah kau sakiti atau lukai dirinya ok"
__ADS_1
"Dapot, kau serius kan, kau tidak sedang mempermainkan ku kan?"
"Aku serius, tapi kau harus berusaha keras kawan, karna dia orangnya sedikit keras dan juga kalau kita biasanya sebut bar bar gitu."
"Tapi tadi kau dan dia bicara tentang merayu gadis, siapa yang dia sebut dan cari itu?"
"Hahaha dia itu sedang mencari putraku, ya begitulah mereka kalau sudah ketemu selalu seperti kucing dan tikus, dan pemenangnya selalu putraku, tapi akan berakhir dengan suara menggelegar dari adikku karna menemukan ponakan manjanya sudah merayu karyawan di kantor ini."
"Yaaaaaa dasar kau bocillllll........masih kecil sudah jadi buaya darat kau y."
Tidak lama dapot bilang menggelegar, sudah terdengar suara Saroha yang meneriaki keponakannya yang sudah menggelayut manja diperlukan salah satu karyawan cantik di kantor itu.
Kenzo sendiri sampai terkaget karna mendengar suara yang baru pertama kali dia dengar, dia pun berdiri untuk melihat dari kaca tembus pandang dari ruangan dapot, dan ya dia melihat gadis cantik itu sedang berusaha mengejar keponakannya yang masih sempat mengedipkan matanya pada wanita cantik yang baru saja dia gombali.
Bocah gembul itu berlari kedalam ruangan papanya dan berhenti didepan Kenzo, dia meneliti Kenzo mulai dari kepala turun sampai kebawah, Kenzo yang diperhatikan seperti itu merasa sedikit salah tingkah, tapi tidak lama kemudian, Saroha datang dan mempelototi keponakannya sambil tolak pinggang.
"Hei kau, dari siapa kau dapat bibit buaya comberan hah? apa dari papamu yang paly boy cap cangkul ini?"
"Hei, siapa yang kau sebut buaya comberan, aku ini pria setia pada satu wanita dan kau tau itu kan?"
"Hah, aku tidak punya mantan. mereka saja yang sok ngaku ngaku."
"Benarkah? lalu katakan padaku bocil, darimana kau dapat itu hum?"
"Dali papa lah."
"Hahaha kau lihat itu, abangku tersayang dia sendiri loh yang ngaku."
"Udah, udah lagian kamu ini, ga pernah mau ngalah, lihat kakak lagi punya tamu tapi kau membuat dia ketakutan saja."
"Lah, ko aku? emang aku ngapain tamu kamu coba?"
"Tadi kamu teriak seperti dihutan, dan dia kaget juga takut tau."
"Alah, itu tuh karanganmu saja kan, mana ada orang kaget dengar suaraku yang merdunya mengalahkan suara Evi tamala, yang ada mereka semua langsung klepek-klepek tau."
"Yah klepek-klepek karna melarikan diri, sudahlah. lebih baik kalian kenal dulu mana tau jodoh!"
__ADS_1
"Eh, kakak ngomong apa sih, aneh deh."
"Kenalin kenzo."
Sambil mengulurkan tangan dan disambut oleh Saroha.
"Saroha, bisa panggil."
"Panggil dia saro aja Ken."
"Kakak kenapa suka sekali memotong omongan orang sih?"
"Suka suka akulah."
Perdebatan antara Saroha dan dapot masih berlanjut kadang juga bocah gembul itu ikut menimpali, sementara Kenzo dia hanya memfokuskan pandangannya pada gadis yang saat ini sudah merajai seluruh hati, jiwa dan raganya, dia sama sekali tidak terganggu dengan percekcokan kakak beradik tersebut.
Keributan yang tidak berpaedah itupun berhenti karna Maria yang membuat merekam terdiam, karna kali ini, Maria menunjukkan sisi berbeda dari dirinya yang membuat ketiga orang itu terdiam dan tak berkutik.
"Sampai kapan kalian akan ribut hah, sejak tadi aku disini memperhatikan kalian, tapi apa kalian melihatku, kalian hanya sibuk dengan urusan yang tidak penting."
"Sayangku, kau lihat sendiri kan dari tadi saro yang mulai dan ga mau berhenti."
"Ko kakak malah nyalahin aku sih."
"Belum juga berhenti? baik kalian lanjutkan saja tapi jangan harap kalian bisa masuk kerumah apalagi diteras aku siram kalian nanti."
Semua orang langsung diam, kecuali bocah gembul tersebut, dia justru menghampiri mamanya dan melancarkan aksi berikutnya.
"Benal tu, Tante nda boleh pulang ke lumah, Tante ikut paman itu aja."
Bocah gembul itu menunjuk kearah Kenzo dan hal itu membuat jantung Kenzo seperti mau keluar dari tempatnya.
"Kelumah, kelumah dasar bocah nakal, bilang R saja tidak bisa, tapi sok ngatur aja."
"Mama liat tuh Tante ejekin aku"
Tetap dukung karya aku teman teman ππππππ
__ADS_1