Anak Batak

Anak Batak
Bab.23


__ADS_3

Saroha masih terus melakukan aksi Jambak mencambaknya, dia mengabaikan pertanyaan abangnya, dia lebih fokus pada wanita yang sedang memakinya saat ini, karna dia kesulitan melawan Saroha yang berada diatasnya dengan posisi duduk diperut wanita tersebut.


Dapot yang kewalahan memisahkan adik dan sekertarisnya itupun terpaksa memanggil keamanan kantor dan akhirnya mereka berhasil dipisahkan, dengan Saroha yang masih berusaha untuk memberi sekertaris itu pelajaran, dapot yang melihat kemarahan adiknya pun bertanya, dengan lembut.


"Sar, bisa kau jelaskan kenapa kau membuang minumanku juga menampar dan bersikap preman di kantor?"


"Dia itu wanita gila dan jahat pak"


"Dia sekertarisku jadi tugasnya memang harus membuat minuman, memesan makanan juga banyak lagi, dan kau tidak boleh bersikap seperti itu, jadi sekarang minta maaf padanya!"


Sekertaris itu tersenyum licik karna berpikir bahwa bosnya membelanya, dan sebentar lagi akan mendepak Saroha, itulah pikir sekertaris tersebut.


"Tapi dia"


"Minta maaf sekarang juga!"


"Aku ga akan pernah minta maaf pada wanita ini"


Sambil menunjuk muka sekertaris tersebut.


"Saroha, sebenarnya kamu kenapa sih hah?"


"Pak dia cemburu karena dia tidak bisa dekat dengan bapak, dia bilang hanya dia yang paling pantas di samping bapak"


Sekertaris itu memfitnah Saroha, tanpa tau siapa Saroha dan hubungan apa saroha dan dapot, hal itu mengundang kecurigaan dapot, kalau sekertarisnya telah melakukan kesalahan sehingga adiknya marah, sementara Saroha dia tertawa terbahak-bahak karna merasa menang dan sekertaris itu membongkar kebohongan dia sendiri tanpa Saroha ungkap.


"Kau bilang apa tadi, tentang Saroha?"


"Ia pa, apa yang aku katakan itu benar, dia sendiri yang mengatakannya tadi"


"Apa kau tau Saroha ini siapa? dan apa hubungan kami?"


"Maksud bapa?"


"Saroha, apa yang dia lakukan sehingga kau marah padanya?"


"Dia mencampur sesuatu diminuman kakak, juga dia bilang dia akan membuat kakak menjadi pohon uangnya"

__ADS_1


Saroha sengaja menyebut dapot dengan sebutan kakak, dan bukan abang, biar sekertaris itu, paham hubungan Saroha dan dapot, sedangkan sekertaris dapot itu, terkejut dengan panggilan Saroha pada dapot sang bos di kantor itu.


"Kakak, ka. kalian kakak beradik?"


"Kenapa, kaget, tadi kamu bilang apa? aku ingin disisinya terus begitu? Aku memang selalu disisinya untuk menyingkirkan rumput liar sepertimu mengerti"


"kakak liat ini rekaman suaranya"


Saroha menunjukkan rekaman yang dia ambil, dapot yang melihat dan mendengar perkataan sekertarisnya itupun marah, dia langsung memecat wanita itu, tanpa memberi kesempatan untuk bicara.


Tidak lama kemudian, Maria datang dan melihat wanita yang dipaksa keluar oleh pihak keamanan kantor, diapun bertanya.


"Pak kenapa dia diseret begitu?"


"Ini Bu, dia menfitnah nona saro, padahal dianya rumput liarnya"


"Ha, rumput liar? apaan itu pa?"


"Hehe, itu non, tadi non saro bilang dia ini rumput liar yang suka membelit suami orang non, hehehehe"


Maria bingung dan tak mengerti arti dari omongan sang pihak keamanan, dia pun masuk kedalam diikuti bibi yang membantu membawa rantang makanan, sesampainya di ruangan suaminya, dia mendapati Saroha sedang manyun dan sepertinya juga kesal, hal itu juga mengundang tanya dalam pikiran Maria.


Maria menatap dua orang kakak beradik yang saat ini, sedang musuhan sepertinya, keadaan dituangkan itu sunyi karna belum ada yang berkomentar atau memulai percakapan, bocah yang dari tadi juga ikut diam memperhatikan orang-orang dewasa di sana pun mulai buka suara.


"Tante, kenapa bibil Tante dipanjangin gitu?"


"Apa? dipanjangin, eh kamu kira bibir ku ini, karet y, pake acara dipanjangin, Tante ini lagi kesal sama bapak kamu itu tau"


"Oh, tapi bibil bapa nda dipanjangin?"


"Huh, dengar y, Tante itu marah, kesal Ama bapa kamu, jadi bapak kamu cuma diam karna ga tau mau bela dirinya gitu"


"Bapa, kenapa Tante malah?"


"Ummmm, itu, ya karna dia suka marah kan?"


"Ia juga, Tante memang suka malah, kaya beo yang tellambat makan"

__ADS_1


"Apa, kau menyamakan diriku dengan beo, oh sungguh kau luar biasa. aku akan memberimu pelajaran karna telah menyamakan tantemu sendiri dengan burung tetangga ha, sini kau!"


Seperti biasa, jika dua orang yang beda usia itu bertengkar maka akan terjadi aksi kejar-kejaran, dan bocah gembul itu, selalu punya cara mengalahkan yang lebih tua darinya, tubuh gembulnya tidak menghalangi dirinya sama sekali untuk berlari dan melewati bawah meja juga sela sela tempat yang dia rasa tidak akan bisa dilewati oleh lawannya.


Saroha yang memakai sepatu hak tinggi itu, kewalahan mengejar keponakannya, karna sekarang aksi kejar-kejaran itu sudah berpindah tempat, karna sekarang mereka berdua sudah diluar ruangan dapot, dan karyawan yang melihat itu, sudah tidak heran lagi karna setiap dua orang itu bertemu di kantor pasti selalu ribut seperti sekarang ini.


Saroha terus berlari mengejar ponakannya sampai tidak menyadari kedatangan seseorang yang ingin menemui dapot, dia berlari sambil celenguk kekiri dan kekanan mencari ponakannya yang sudah bersembunyi entah dimana dan buk, Saroha menabrak orang tersebut dan akhirnya mereka berdua terjatuh kelantai dengan Saroha berada diatas pria itu.


Dua orang yang terjatuh itu masih sama dengan posisi semula, tapi sipria merasa ada debaran aneh dalam dirinya, dia merasa seperti sedang memiliki sakit jantung, karna jantungnya tiba-tiba berdegup lebih cepat dari biasanya, deg,. deg,,deg.


"Maaf, bisa anda bangun dari atasku?"


"Ah, ma, maaf aku aku ga sengaja, tadi aku sedang mengejar sigembul"


Sambil berdiri tapi sangat susah, Saroha merasa ada yang aneh, dia merasa kalau pinggangnya seperti ditahan sesuatu, dia menatap kearah pinggangnya dan benar saja di sana ada dua tangan yang saling bertautan menahan pinggang Saroha.


"Maaf bisa anda lepaskan tangan anda dari pinggangku?"


"oh, maaf aku pikir itu bukan pinggang Anda"


Pria itu, malu sangat malu karna baru menyadari perbuatannya yang sedang memeluk pinggang gadis diatasnya.


"Kenzo, kenapa kau tiduran di lantai kantorku?"


Ya pria yang bertamu itu adalah Kenzo, sahabat dapot, Mendengar pertanyaan dapot, Kenzo buru-buru bangun dan merapikan pakaiannya dan langsung salam persahabatan dengan dapot.


"Aku tadi tidak sengaja bertabrakan dengan nona ini, dia seperti mengejar sesuatu tapi entah apa yang dia kejar sampai dia tidak melihat kedepan"


"Saro, emang kemana dia pergi tadi?"


"Aku ga tau ka, ini juga lagi nyari, tapi aku yakin dia pasti sedang merayu salah satu gadis di kantor ini, kan emang itu kebiasaannya."


"Ya udah, sana cari dimana dia biasa merayu wanita!"


"Deg, jantung Kenzo tiba-tiba berdetak kembali, tapi kali ini bukan karna ada rasa cinta tapi degupan karna sskit, dia pikir gadis yang menabraknya masih sendiri, tapi saat dia dengar suka merayu, dia tau kalau gadis itu sedang mencari kekasihnya yang play boy, dia tidak tau bahwa yang dibicarakan adalah bocah gembul yang genit Ama cewe cantik.


Maaf jika selalu telat, atau lambang up yπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2