Anak Batak

Anak Batak
Bab.26


__ADS_3

"Saro sehabis makan siang nanti, kamu ikut saya kerestoran y!"


"Ia pa"


"Ok kita langsung keruang miting sekarang."


Saroha dan dapot berjalan menuju ruang miting dengan saro yang setia mengikuti dari belakang, diruang miting semua orang sudah menunggu mereka, dan dapot memimpin rapat dengan baik dan tenang tapi tidak mengurangi ke pemimpinannnya yang dikenal dengan ketelitian dan kedisiplinan.


Satu jam akhirnya miting selesai dan semua kembali pada kesibukan bekerja, dimana mereka sedang menjalankan proyek baru bernilai triliunan, dapot yang menjadi pemimpin perusahaan sang mertua tidak pernah gagal dalam proyek juga hal pekerjaan apapun, dia selalu melakukan dengan teliti.


Dapot dikenal sebagai pemimpin yang ramah dan baik, tapi jika ada yang mencoba menjatuhkannya atau mencoreng juga berhianat maka dapot akanenunjukkan taringnya yang membuat siapapun berpikir ribuan kali untuk mencari masalah.


Karna dapot tidak segan segan mematahkan atau menghukum penghianat dengan cara menyerahkan pada anak buahnya yang adalah mantan pembunuh, setelah disiksa barulah diserahkan kepihak berwajib, itulah cara dapot dalam menghukum penjahat atau penghianat perusahaan.


Kenzo yang saat ini sedang berada di kantornya tidak bisa pokus bekerja karna memikirkan wanita pujannya yang adalah adik sahabatnya, dia sedang membayangkan senyum juga suara wanita itu, juga kekesalan yang diakibatkan keponakannya yang bawel juga genit.


Sementara itu di rumah tahan atau penjara, Melinda sedang dikunjungi oleh Dedynya.


"Dedy,...."


"Bagaimana kabarmu nak? Dedy harap kau sudah berubah nak, ingat dapot tidak membunuhmu karna menghargai persahabatannya dengan kakak mu, kamu sudah banyak menyusahkan kakak mu, apalagi setelah perusahaan yang dicuri pria itu, Dedy harap kau belajar dari semua itu nak."


"Ia ded, aku salah maaf ded, aku ga tau kalau semua akan jadi seperti ini."


"Ya sudah, Dedy pulang dulu y, ingat belajarlah dari kesalahan yang kau buat, kelak saat kau bebas kau bisa memulai hidup dengan benar."


Setelah menjenguk putrinya, Dedy menemui putranya dikantornya, dan dia melihat bangunan berlantai sepuluh yang menjadi perusahaan baru yang didirikan Kenzo dengan bantuan dapot.


Dia melihat Kenzo yang mengerjakan pekerjaannya dengan senyuman yang belum hilang karna Kenzo bekerja sambil membayangkan wajah saro.

__ADS_1


"kenapa Kenzo senyum senyum begitu y, apa dia sedang sakit atau mungkin dia sedang kasmaran gitu?"


Dedy bertanya dalam hati sambil masih memperhatikan tingkah Kenzo yang menurutnya sangat aneh.


Dedy berdehem untuk menyadarkan putranya dari hayalan indahnya.


"Ekhem....apa disini ada mahluk halus y, ko seram bagat gitu y?"


"Dedy apa apan sih? bikin kaget aja, lagian Dedy kenapa kemari Tampa mengabari Kenzo?"


"Emang ga beleh gitu ngunjungi anak sendiri?"


"Ya boleh ded, cuma harusnya Dedy kabarin dulu biar aku jemput di bawah."


"Ah Dedy juga bisa tuh buktinya dah nyampe kan?"


"Ia lah, Dedy kan emang ga pernah mau kalah soal berdebat."


Maria saat ini sedang dibandara menunggu mertuanya yang datang berkunjung dari kampung, dia menunggu sambil mengobrol dengan beberapa orang yang juga menunggu keluarga mereka, tidak lama kemudian terdengar suara petugas yang menyampaikan kalau pesawat sudah mendarat.


Maria melihat dari kejauhan sang mama mertua yang tersenyum sambil merentangkan kedua tangannya yang disambut baik oleh Maria, mereka melepas rindu sebentar lalu langsung melanjutkan perjalan kerumah dapot dan Maria.


Mertuanya sengaja meminta Maria untuk tidak memberi tahukan kedatangannya pada dapot saro, karna dia ingin memberi kejutan pada kedua anak tersebut, sementara anaknya yang lain yang saat ini memimpin perusahaan dapot sudah tau kedatangan mamanya jadi mereka semua sudah berada dirumah dapot menunggu kepulangan dua orang yang ingin mereka beri kejutan.


Sore harinya dapot dan saro sampai dirumah masih dengan kebingungan mereka, karna saat kerestoran adiknya tidak ada begitu juga keperusahaan juga adiknya tidak ada, saro juga tidak tau kemana biasanya orang yang mereka cari perginya.


Sampai di dalam rumah, kedua orang itu terdiam sejenak dan melihat sekelilingnya, saro yang berpikir itu karna rasa capek sehingga melihat bayangan bibi juga anak yang mereka cari ada didepan mereka, membuat saro berjalan kearah kamarnya.


Dapot juga melakukan hal yang sama, setelah mencium kening istrinya dia menaiki tangga masuk ke kamar mereka dan membersihkan diri, setelah selesai mandi dia berencana ingin bermanja-manja dengan sang istri tapi justru ditolak dengan alasan belum menemui mamanya.

__ADS_1


Dapot yang mendengar mamanya disini menatap sang istri meminta kepastian dari pendengarannya dan dijawab anggukan oleh Maria, dapot bergegas turun dan melihat saro juga sudah disana dan mengobrol dengan mamanya.


"Bah macam mananya kau ini amang?mama kau datang tapi tidak kau salam, bah ke gininya rupanya kau sekarang y?"


'Ma jangan ngomong gitu lah, aku tadi itu kurang pokus karna aku cape mencari."


Dapot tidak melanjutkan kalimatnya tapi dia melihat adiknya yang membuat dia lelah mencari sedang bergelayut manja dengan mamanya.


Dapot berjalan menghampiri sang adik dan.


"ahhhhhhh......sakit banget aduh lepasin telinga aku bang nanti putus!"


"Putus kau bilang, main pergi ga ngasih kabar buat Abang cape juga kepikiran tau."


"Ia tau, tapi ini mama yang minta."


"Ia betul adik kau itu amang, mamanya yang menyuruh dia biar tidak bicara dulu sama kau, biar bikin sepris begitu maksud mama."


"Serprees ma, bukan sepris."


"Ah itulah itu, yang penting ada sep nya."


Semua orang yang mendengar perkataan mama menepuk jidat mereka, karna memang mama selalu menang dalam segala hal, dan tidak pernah mau disalahkan.


Tapi justru itulah yang membuat semua anak-anaknya begitu menyayangi malaikat mereka tersebut, karna dibalik semua sifat mama ada nasehat juga didikan baik yang membuat mereka menjadi anak yang sukses dan membahagiakan keluarga terlebih kedua orang tua mereka.


Dapot sendiri masih mengingat perjuangan kedua orangtuanya yang selalu menjadi bahan omongan orang-orang kampung karna dulu menyekolahkan anak-anaknya sampai kuliah, padahal mereka bisa disebut adalah buruh orang-orang kaya dikampung walaupun memiliki sebidang tanah, tapi itu hanya cukup untuk makan sehari-hari terkadang masih harus mengutang diwarung.


Tapi kedua orang tuanya selalu berusaha membuat anak mereka melebihi pendidikan orang tuanya, dan dapot juga masih ingat dia dulu buruh mencari makanan kerbau juga peliharaan lain milik tetangga supaya dia punya uang untuk jajan juga tambahan tabungannya.

__ADS_1


Mengingat semua itu dapot sangat beruntung dilahirkan oleh ibu seperti mamanya, dan sekarang dia bisa melihat senyuman dan tawa lepas mamanya karna sebuah kebahagiaan terhadap kesuksesan anak-anaknya.


__ADS_2