Anak Batak

Anak Batak
Bab.27


__ADS_3

Maria mengabari kedua orangtuanya bahwa mertuanya datang berkunjung, dan sang mami begitu antusias mendengar bahwa besannya datang, karna dia sudah rindu menggosip dengan sang besan.


Dedy yang melihat kehebohan mami hanya bisa menghela nafas panjang dan mami yang mendengar helaan nafas Dedy menatapnya dengan penuh intimidasi, dan Dedy langsung menciut karna dia takut menjadi bulan bulanan Kanjeng mami jika menyangkut sesuatu yang menyenangkan hati mami di permasalahkan oleh siapapun.


anak bungsu dan menantu yang kebetulan ada disana hanya bisa cikikikan melihat sang Dedy yang dipelototi ratu Kanjeng karna helaan nafas panjang Dedynya, mami melihat t


rantang makanan yang sudah disediakan pelayan untuk dibawa kerumah menantu sudah rapi dia pun meminta menantunya memasukkan kedalam mobil, mami sengaja membawa rantang berisi makanan karna dia tau kalau menantunya yang berdarah Batak itu akan melarangnya untuk menyentuh dapur jadi dia mencari aman dengan masak dirumah dan dibawa kesana.


Dalam perjalanan Dedy begitu lesu dan tak bersemangat, bukan tidak senang mengunjungi menantu juga putri sulungnya, hanya saja besan laki-lakinya tidak ikut itulah penyebab Dedy lesu, karna jika besan laki-lakinya ikut sudah pasti dia punya teman memancing di kolam, tapi ini tidak ikut, dan dia akan sendirian Tampa ada yang mengajak bergabung.


Dapot sudah pasti akan asik dengan adik ipar laki-lakinya dan Maria bersama para wanita dan Dedy akan menjadi pengasuh dua cucunya, oh sungguh nasional yang sangat menyedihkan.


Sesampainya dirumah dapot, enjel dan mami disambut oleh Maria dan mama sedangkan suami enjel disambut oleh adiknya dapot, sementara sang Dedy dibiarkan berdiri dipintu seperti anak tiri, tapi tidak lama kemudian ia disambut oleh gadis muda siapa lagi kalau bukan saro.


"Paman ko ga masuk? ayo masuk paman jangan berdiri disini terus, biarin mereka semua pergi, paman ikut saro aja ya."


Dedy menurut saja sambil matanya melirik istrinya yang sekarang sedang asik mengobrol dengan besannya, saro membawa Dedy kebelakang dan menyerahkan pancing, melihat hal itu mata Dedy langsung berbinar dan mulai berkicau tentang pancingan pada gadis muda tersebut.


"Nak, kamu suka mancing y, ko bisa ada pancing disini?"


"Ia paman, aku itu paling malas bepergian kalau hari libur, jadi aku akan memancing disini kalau libur kerja."


"Wah hebat kamu y, lalu kalau mancing suka dapat banyak y?"


"Ngga paman, tapi aku selalu memancing, karna memancing itu bukan masalah dapat banyak atau tidaknya pan tapi saat streknya itu, bah sungguh walau ada makanan lejat itu semua lewat, karna strek lebih seru dan lebih mengasikkan."


Kedua manusia beda gender dan umur itu tapi punya satu Bobby yaitu mancing asik mengobrol Tampa peduli apa pun, dapot yang sedang mencari gadis itu akhirnya menemukannya dibelakang dan dia hanya bisa geleng-geleng kepala melihat hobby sang gadis yang sangat berbeda dari gadis-gadis pada umumnya.

__ADS_1


"Saro, kamu dari tadi dicariin tau-taunya disini? itu ada Kenzo nyariin kamu."


"Ya tinggal suruh kesini kan gampang ga usah cerewet gitu juga."


"Hah, ya baiklah kau ini sangat aneh bukannya ngemall malah mancing heran deh."


Dapot berlalu sambil mengoceh karna memikirkan hobby sang adik tersebut, tidak lama kemudian datang lah Kenzo menghampiri mereka yang sangat asik dengan pancingan mereka, Kenzo mengambil tempat disamping sang kekasih yang sangat asik dengan gagang pancingnya juga matanya yang begitu fokus pada apung-apung miliknya.


Saro dah dapat berapa?"


"Hum, belum ada orang masih baru juga mancingnya."


"Masa sih, tapi dapot bilang kalian dah satu jam lebih disini?"


"Ia kah, tapi perasaan masih baru, iakan paman?"


"Hummm"


Kenzo mengambil alih pancingan milik saro dan tidak lama dia sudah mendapatkan ikan besar,badan saro begitu senang karna dapat ikan.


"Yeeei.....dapat satu yang besar."


Saro bertepuk tangan dan Tampa sadar dia mencium pipi Kenzo membuat pria itu hampir pingsang karna disosor tiba-tiba, tapi dia dengan cepat mengendalikan dirinya supaya tidak membuat orang lain menyadari kalau dia sedang berbunga-bunga.


Saro dengan semangat menangkap ikan yang masih menempel dengan kailnya, dan langsung memasukkan kedalam ember, Dedy yang melihat kehebohan saro merasa melihat istrinya yang selalu heboh jika menyangkut tentang kesenangannya, hal itu membuat Dedy tersenyum sendiri sambil menggeleng kepala.


"Woi....apa kalian tidak lapar? ini dah jam berapa tapi tidak ada kah yang menawari untuk makan?"

__ADS_1


"Yee, kalau lapar ya tinggal makan kali ga usah teriak teriak begitu, lihat tuh ikannya pada kabur karna suara jelekku."


Dapot melongo mendengar jawaban adiknya, dia melihat kekolam memang ikan ikan pada sembunyi dan tidak ada yang muncul lagi padahal makanan masih banyak yang mengapung, tapi karna teriakannya semua ikan langsung lari bersembunyi.


Kenzo yang melihat temannya bengong begitu, ingin rasanya tertawa tapi tidak enak kalau nanti bikin sahabat malu, jadi dia tahan sambil mencoba menenangkan gadisnya yang masih merepet disampingnya, Kenzo mengusap usap kepala sang kekasih sambil menahan tawanya karna dapot langsung kicep karna kena marah sang adik sepupu tak berahlaknya.


Sementara Dedy tidak peduli dengan kondisi menantunya, karna dia juga kesal karna diabaikan istri dan kedua menantunya tersebut, jadi dia peduli apa kalau salah satu kena amuk salah satu singa betina disana, justru Dedy bersorak dalam hati, karna ada yang kena marah.


"Saro masih manyun karna ikan-ikan pada bersembunyi, tapi tidak lama kemudian gadis itu langsung bersorak karna melihat pancing milik Kenzo seperti dapat ikan dan y, memang dapat tapi kecil hal itu membuat senyum gadis itu perlahan-lahan hilang.


Kenzo yang tau sang kekasih sedih lagi mencoba membujuk dengan cara lain.


"Gimana kalau kita pergi ke pantai, pasti disana akan sangat menyenangkan melihat matahari tenggelam."


"Umm, tapi kita bergi berdua atau gimana?"


"Mau mu gimana? berdua atau rame-rame, mungkin kita perlu menginap kali?."


"Ya udah kita berdua aja biar nanti bisa pulang ok!"


"Baiklah."


"Ya terus paman sama siapa mancingnya ini?"


Saro baru sadar kalau dia lah yang mengajak pamannya itu tadi memancing, lalu kalau dia pergi apa paman seru mancing sendiri, saro pun mencari cara sekaligus keuntungan dari rencananya.


Saro melihat kedalam rumah dan disana semua orang sibuk dengan urusan masing-masing, dan itu membuat saro tersenyum licik, saro mendekat kearah pintu masuk lalu dia bertanya kepada Dedy dengan suara keras dan hal itu mengundang perhatian orang-orang yang ada didalam.

__ADS_1


"Wah,,, benarkah paman, jadi paman ingin mengajak saro, ka Kenzo juga berkat ketampanan hiburan? aaaaaah......ya ...ya....ya paman aku mau, kita pergi berempat saja biar yang lain dirumah saja ok !"


Dedy dan kenzo bingung dengan ucapan saro tapi setelah saro me gedkpkan matanya barulah mereka berdua mengerti dan mengangguk, lalu Dedy pun mengikuti drama gadis tersebut.


__ADS_2