
Ditempat lain, ada seseorang yang merasa tidak terima dengan nasip Maria yang begitu bahagia,karna mendapatkan suami seperti Dapot, dia merasa seharusnya dia yang ada diposisi itu,bukan Maria, sang kakak yang mengetahui pikiran dan rasa iri sang adik mengingatkannya supaya tidak bertindak yang tidak baik,atau dia akan menyesal nantinya, tapi sang adik tidak menghiraukan nasehat sang kakak,justru berencana menghancurkan rumah tangga Maria dan Dapot.
Sementara dirumah Dapot,sang mama dan keluarga yang berencana kembali ke kampung halaman menasehati sang anak, karna sebagai seorang ibu,dia merasakan akan ada masalah yang menimpa keluarga sang putra,sehingga dia berpesan supaya sang anak dan menantu untuk tidak lupa berdoa kepada Tuhan, untuk menjadi pelindung rumah tangga mereka.
"Dapot,Maria mulai saat ini kalian harus bisa mempercayai satu sama lain, juga jangan mudah percaya dengan omongan orang Tampa bukti yang jelas* dan kalau ada masalah kalian harus bicarakan dengan baik-baikjangan langsung main marah atau yang lain mengerti"
"Ia ma, terimakasih sudah mengingatkan kami"
"ia nak, entah kenapa firasat mama mengatakan akan ada badai yang mengguncang rumah tangga kalian, tapi jika ada komunikasi yang baik,maka masalah apapun tidak akan mampu menggoyahkan ketenangan dan kebahagiaan keluarga kalian inang ingatlah itu ya"
Dapot dan Maria sangat beruntung karena walaupun sudah mau pulang sang mama masih sempat menasehati mereka.
Tidak seperti orang kebanyakan, kalau sudah dinasehati dan diberi masukan sekali maka itu sudah cukup, tidak perlu berulang ulang dikatakan.
Setelah hari itu, keadaan masih seperti biasa, baik-baik saja, tapi Dapot merasa ada yang aneh dengan seseorang yang baru saja melamar kerja diperusahaan, dia bisa merasakan kalau karyawan wanita yang baru masuk kerja satu Minggu lalu selalu memperhatikannya, bahkan tidak segan-segan mencari perhatian juga merayu dapot.
Dapot yang sejak dulu sangat tidak suka wanita genit dan perayu,bukannya tertarik justru merasa jijik,karna baginya wanita yang suka merayu pria beristri adalah Lo.......e,dan dia paling anti yang begituan, sampai sore hari tiba,dan waktunya pulang kerja, Dapot begitu kaget karna dipeluk dari belakang, bukan hanya Dapot yang kaget tapi para karyawan yang ada diloby juga kaget.
"Sayang kamu bilang akan mengantar aku pulang dulu baru kau pulang menemui istrimu"
"Semua orang yang mendengar ucapan wanita itu, seakan tak percaya, karna yang mereka tau sang bos sangat setia dan juga sangat anti wanita j.......g.
__ADS_1
"Apa kau sudah selesai berektingnya?"
Dapot bertanya dengan nada suara yang sangat dingin,dan semua orang yang baru kali ini merasa aura dingin Dapot langsung gemetar,karna pandangan Dapot pun sangat terlihat seram dan siap menguliti siapapun,Dapot yang memang memiliki sikap baik dan lembut sangat menjadi idola semua karyawan, tapi tidak ada yang tau, kalau sebaik baiknya orang,bisa menjadi sangat menakutkan jika dia marah.
Maria yang saat itu memang sudah punya janji dengan sang suami melihat seorang wanita memeluk suaminya,dan dia sangat sedih awalnya karena berpikir sang suami menghianatinya, tapi saat melihat aura sang suami yang dia juga belum pernah lihat membuat bulu kuduknya merinding.
"Aku bertanya apa kau sudah selesai berektingnya?
Dapot kembali bertanya sambil melepaskan pelukan wanita itu dan berputar menghadap wanita itu, wanita yang memang tidak bisa melihat kemarahan Dapot justru tersenyum.
Tapi senyum itu langsung lenyap saat tangan Dapot sudah berada dileher wanita itu dan mulai menekannya dengan kuat, sehingga wanita itu kesulitan bernafas, asisten Dapot yang sejak tadi setiap disamping Dapot memperingatkan semua karyawan, untuk tidak mencoba merekamnya dia juga memperingati kalau kejadian ini sampai tersebar maka siap-siaplah untuk mendapatkan hukuman yang setimpal.
Maria yang melihat itu tidak percaya, kalau sang suami memiliki kemarahan yang mengerikan, dia memberanikan diri untuk mendekati Dapot dan mencoba menghentikannya.
Dapot yang mendengar dan melihat tatapan mata istrinya pun luluh dan melepaskan tangannya, setelah wanita itu terlepas, Maria memeluk Dapot dan dia memberi isyarat kepada sang asisten suaminya untuk mengurus wanita tersebut,dan yang langsung dijalankan sang asisten suaminya.
Maria membawa Dapot kemobil dan mengajaknya pergi, sepanjang perjalanan dia melihat sang suami yang sibuk melepaskan jas,dasi dan mengelap tubuhnya dengan tisu basah, bahkan sampai wajah Dapot merah-merah karna digosok kuat, Maria yang melihat itu menghentikan mobil dan menghentikan tangan Dapot yang masih asik menggosok wajah dan kedua tangannya.
"Abang udah ya,nanti lecet, dirumah Abang bisa mandi setelah itu luluran bila penting, tidak perlu begini juga, liat kulit Abang udah memerah, nanti berdarah malah infeksi Abang mau itu?"
"Maaf dek Abang sangat risih dan anti yang begituan, tapi dia justru memeluk Abang"
__ADS_1
"Ia adek tau, tapi jangan digosok terus y"
Setelah Dapot tenang barulah Maria menjalankan mobilnya,dan menuju tempat tujuan awal mereka, setelah sampai Dedy memicingkan matanya melihat wajah Dapot dan juga beberapa bagian tubuhnya yang memerah,dia menatap sang putri,tapi hanya mendapatkan kedipan mata dan gelengan kepala, mereka masuk kedalam dan membuat heboh sang Kanjeng mami.
"Oalah kenapa wajah mu Dapot? ko merah-merah begini, elergi ya?"
"ia mi, elergi Lo......e"
Mendengar jawaban Dapot mami dan Dedy menganga tidak percaya,karna mereka tidak pernah mendengar atau melihat Dapot bicara kasar seperti itu.
"Mi nanti y,aku mau siapin mandi suami aku dulu"
Mami hanya mengangguk sambil melihat sang menantu yang sudah naik keatas karna kamar mereka memang ada dilantai dua, setelah mengurus sang suami dan melihat suaminya tidur, Maria turun dan menghampiri mami dan Dedy yang masih kebingungan sambil menggendong sang cucu.
Mami menatap Maria seakan minta jawaban atas kejadian barusan, Maria pun menceritakan semua yang terjadi diloby kantor dengan terperinci tanpa dikurangi ataupun dilebih lebihkan, mendengar cerita Maria mami pun ikut marah dan menjadi merepert entah pada siapa,dan sang Dedy yang melihat respon sang istri malah geleng-geleng kepala,Maria juga jadi bingung karna menurutnya sang mami jadi lebay.
"Kenapa kalian melihatku mami begitu? seharusnya biarkan saja Dapot mencepit ulat ketek itu sampai mati biar tidak berkembang dan meresahkan warga bumi ini"
Dedy yang sudah tidak asing dengan sifat sang mami hanya mengangguk angguk,karna kalau tidak ditanggapi, mami bisa-bisa tidak mengizinkan Dedy masuk kamar dan itu, akan sangat menyiksa dan Dedy.
Trimakasih masih setia πππππpenasaran kan siapa wanita itu dan apa maksud dan tujuannya,apakah itu murni keinginannya atau kah ada udang dibalik bakwan.
__ADS_1
π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£πππππ€©π€©π€©π€©ππππππππjadi tetap dukung karya aku dan jangan lupa untuk tinggalkan lake dan komennya okππππππ