Anak Batak

Anak Batak
Bab.25


__ADS_3

Setelah perdebatan panjang antara dapot, Saroha juga berkat bocah gembul itu, kini semua orang sudah keluar dari perusahaan dan bersiap pulang.


Kenzo sejak awal sampai sekarang masih terus terfokus pada wajah gadis yang sudah membuat dia merasakan getaran-getaran aneh didadanya, dia tidak tau kenapa dia begitu tidak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis tersebut.


Saroha yang memang memiliki sifat cuek pada orang baru tidak peduli dengan tatapan mata Kenzo yang dari tadi mengarah padanya, dia sudah terbiasa dengan tatapan seperti itu sejak dia masih dikampung dulu jadi dia tidak merasa risih ataupun canggung.


"Ken, kau jadi ikut kerumahku? jika ia tolong sekalian saro numpang dimobilmu ya!"


Kenzo bingung dengan pertanyaan dapot karna dia merasa dia tidak ada membahas soal berkunjung kerumah sahabatnya itu, tapi saat dia mau protes, dia melihat mata dapot yang berkedip dan dia paham kalau dapot sedang berusaha mendekatkan mereka, mengetahui itu, Kenzo dengan cepat menjawab ia.


"Saro kau ikut mobil Kenzo ya, karna aku dan Kakak iparmu mau mampir disuper market untuk membeli kebutuhan jadi akan penuh nanti mobilnya ok!"


Saroha tidak protes dengan usulan sang kakak sepupunya itu, dia masuk ke mobil Kenzo dan mereka pun melaju meninggalkan halaman perusahaan, diperjalanan Kenzo mencoba mencari topik untuk menghilangkan kecanggungan diantara mereka.


"Kamu sudah lama kerja di perusahaan dapot?"


"Belum."


"Dulu aku bertemu dengan keluarga dapot, tapi kenapa kamu ga ada disana.?"


"Karna aku memang tidak ada, dikampung jadi aku tidak ikut, hanya orang tuaku yang ikut dengan mereka."


"Maksudnya gimana, orang tuamu? bukankah kamu adiknya, kenapa kalian beda orang tua?"

__ADS_1


"Tentu saja karna mamaku adik dari papanya dapot, jadi aku ini adik sepupunya bukan kandung!"


"oh gitu, maaf aku tidak tahu jadi aku bingung."


"Ia tidak apa-apa."


"kenapa kamu tidak bekerja di perusahaan milik dapot, dia kan punya perusahaan sendiri, juga sudah besar dan ada di beberapa negara?"


"Ka Maria yang memintaku untuk bekerja di Perusahaan paman, Paman dan bibi juga memaksa jadi aku tidak bisa menolaknya."


"Begitu."


Setelah pembicaraan panjang mereka, kini mereka sudah sampai di rumah, Saroha meminta Kenzo untuk duduk diruang tamu, sementara dia mau berganti pakaian, Kenzo pun duduk menunggu Saroha, Kenzo berencana mau menelpon dapot tapi dia melihat ada pesan dari sang sahabat yang baru masuk.


Setelah selesai membersihkan diri dan sudah segar saro menemui Kenzo diruang tamu yang sedang memainkan ponselnya, melihat kedatangan saro Kenzo langsung menghentikan aktivitasnya di ponsel, dan tersenyum pada gadis yang sudah terlihat cantik tersebut karna tidak memakai riasan lagi.


Melihat jam yang sudah menunjukkan jam makan malam, saro mencoba menghubungi kakaknya tapi justru pesan yang dia dapat dari sang kakak yang mengatakan kalau mereka mau makan malam diluar, jadi menyuruh dia dan Kenzo makan berdua saja.


Saro yang mendapat pesan itu, menatap Kenzo, setelahnya dia mengajak Kenzo untuk makan malam diluar juga, dan Kenzo dengan senang hati mengiakan ajakan tersebut, dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut .


Saat ini saro dan Kenzo sedang berada di warung tenda pinggir jalan, dan disana dia memesan nasi goreng ati ampela dua porsi juga ikan nila panggang dengan bumbu matah yang di campur dengan perasan jeruk nipis juga kecap manis, membuat ikan nila panggang tersebut menjadi lebih menggoda.


Kenzo yang memang tidak pernah memakan ikan dengan dipanggang juga bumbu seperti itu membuat dia merasa aneh dan juga tidak tertarik, saro yang melihat itu mengambil daging ikan terus di cocol dengan sambalnya dan langsung menyuapkannya dimulut Kenzo.

__ADS_1


Kenzo ingin mengeluarkan ikan tersebut dari mulutnya tapi tidak jadi, karna saat rasa sambal matah juga jeruk serta kecap berkenalan dengan perasa dilidah Kenzo membuat dia perlahan lahan mengunyah ikan itu dan ya rasanya tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.


Setelah selesai makan, Kenzo terlihat kesulitan untuk menggerakkan badannya karna kekenyangan, bagaimana tidak, dia nambah tiga kali juga ikan untuk tiga porsi, sehingga sekarang dia kewalahan untuk bergerak.


Sementara itu, dirumah Kenzo, ayah sedang menunggunya dengan gelisah, karna Kenzo tidak pernah pulang terlambat, kalau pun pulang terlambat Kenzo pasti memberi kabar, tapi sekarang sudah jam sepuluh malam, tapi Kenzo belum kembali juga belum memberi kabar.


"Ken kamu kemana nak, kenapa belum juga pulang, Dedy kuatir son."


Dia mencoba menghubungi kenzo tapi tidak diangkat, membuat dia semakin tidak tenang, dia takut kalau terjadi sesuatu pada putranya, dia sudah kehilangan putrinya yang kini mendekam dipenjara dia tidak bisa jika Kenzo juga kenapa Napa.


Sementara orang yang sudah membuat pria paruh baya gelisah saat ini sedang duduk berdua di taman untuk meredakan rasa sesak karna kekenyangan tersebut, dia mencoba membuka ponselnya dan mendapati banyak panggilan tak terjawab dari sang ayah, yang menanyakan keberadaannya.


Kenzo mengirim pesan dan mengatakan kalau dia sedang bersama dapot dan ponselnya mode silet jadi tidak tau ada telpon masuk, dan sang Dedy yang sudah tau keberadaan putranya pun lega, karna telah tau bahwa Kenzo sedang bersama dengan dapot.


"Gimana udah enakan sekarang? kalau udah kita langsung pulang kerumah karna ini dah tengah malam jadi aku juga harus istirahat, biar besok bisa segar dalam pekerjaan tidak ngangguk-ngangguk karna kurang tidur.


Keesokan harinya, seperti biasa saro akan berangkat dengan dapot, tapi kali ini berbeda, karna Kenzo datang menjemputnya, saro sebenarnya bingung kenapa Kenzo menjemputnya, tapi kembali lagi, saro yang memang tidak terlalu tertarik dengan hal-hal yang menurutnya membuat dia pusing selalu diabaikan, karna baginya dari pria hanyalah mahluk yang mementingkan diri sendiri, tidak pernah memperdulikan orang yang tersesat apa lagi jika ada pengumuman jika ada yang perlu bantuan langsung semua kicep, dan tak berkutik.


Setelah sampai di perusahaan saro mengucapkan terimakasih dan turun dari mobil, sebelum menutup pintu mobil dia melihat kearah Kenzo dulu dan tersenyum manis setelah itu, dia melangkah masuk dan duduk di mejanya.


Dia mulai memeriksa jadwal dapot sepanjang hari juga pekerjaan lainnya, setelah itu dia menunggu kedatangan dapot karna sebentar lagi, mereka akan melakukan meeting bulanan.


Setelah melihat kedatangan dapot, saro memberi hormat dan langsung membacakan jadwal sehari ini.

__ADS_1


Tetap semangat dan dukung karya aku


__ADS_2