
DIFAN BERPUISI TENTANG HARI MINGGU
Sungguh terbayang wajah indah dalam diammu, semua orang menunggumu dan mencintaimu, tidak memandang kamu itu cantik, kaya dan baik, kalaupun kamu itu hari yang buruk,..! tetaplah kamu ditunggu........ Kau adalah hari hari yang aku tunggu, tidak hanya aku yang menunggumu, banyak orang diluar sana mengharapkan kedatanganmu.....! Denganmu semua orang akan luluh karena perintahmu...!
Aku rindu denganmu....
Aku selalu ingat tentang wajahmu....!
Hari minggu adalah idamanku dan idaman semua orang. dari tingkat penjabat sampai tingkat orang desa.
Kamu itu sahabatku...maskipun kau datang dan pergi tampa pamitmu...
Seminggu, waktumu terjata untukku hanya satu kali.
Kesetiaanmu yang aku harapkan datang, baik aku memanggilmu ataupun tidak memanggilmu.
Sudah lama Difan menempuh hidup dikota, sinaran wajah mulai berseri seri dan bahasapun mulai lihai. Setiap hari Difan belajar dan mengeejakan tugas tugas yang diberikan oleh para gurunya, selalu Difan kerjakn. di kelas selalu mendapat perhatian dari banyak guru. Difan emang anak yang cerdas dan rajin jadi wajar kalau banyak para guru kagum dengannya.
Waktu waktunya dilalui dengan kegiatan belajar, Difan of bebelar ketika hari minggu, hari minggu adalah harapan Difan. Difan seorang anak desa tetapi punyak mimpi", ingin menjadi seorang Dosen terkenal dan ternama dimasanya kelak. Dia tulis cita citanya di lemarinya bahkan disetiap bukunya, dengan maksud....¿ biar semangat selalu akan mimpi mimpinya.
Dimas...Dimas..., saat itu Dimas sedang tidur, tidur tambahan", setelah subuh. sekarang hari apa? tanyak Difan, hari minggu Difan~...what...! hari minggu ?, < Difan pura pura kaget, padahal Dia tau hari itu hari minggu> iya kata Dimas. Kita lari lari yuk..! ajak Difan, kemana? tanya Dimas, sambil bangun dari tidurnya. kalau kita mau lari lari mandi dulu biar segar", ajak Dimas. Oke...sahut Difan. dengan senang hati dan penuh suka saran dari Dimas.
Tak tik tuk," langkah kaki mereka menuju kamar mandi. beberapa menit kemudian, selesailah mereka mandi dan melanjutka rencana awal",yaitu lari lari kecil. Difan..jangan lupa bawa uang untuk beli sarapan anti, kata Dimas.
Siap Dimas..! temanku yang baik hati dan tidak sombong", Difan sedikit ngerayu", buat Dimas senyum rahasia.
__ADS_1
Saat itu hari minggu, jalanpun ramai dengan kerumunan siswa siswa yang lain. waktu itu ramai sekali. ada yang lari kencang, ada yang jalan biasa dan ada yang naik sepeda. mereka itu semua ngerayain hari minggunya ya Dimas? kata Difan, iya..., sema dengan kita juga. tapi enak ya...! mereka yang naik sepeda pancat, bisa lebih jauh larinya dan tidak terlalu capek," kata Difan.
Iya.. menurut saya sich..lebih baik jalan kaki, soalnya kita lebih enjoi daripada naik sepeda sahut Dimas, iya juga ya..!
Dipertengahan perjalanan mereka, tiba tiba Difan tanya ke Dimas", Dimas kamu pernah telvon ya ke orang tuanya? kok tanya gitu...¿ Dimas tanya balik ke Difan. iya pernahla", jawab Difan. ngomong apa? kalau kamu telvon? tanya Difan, iya banyak hal sudah yang dibicarakan, aku telvon ibuk setiap setangah bulan satu kali, dan setiap kali ibuk telvon ibuk selalu nasehatin saya, bagaimana nasehat ibuk kamu Dimas? tanya Difan, " iya, ibuk sering bilang, "jangan nakal jadi siswa, jangan suka bolos sekolah, jangan suka bohong dan yang paling penting jangan menyimpan rasa iri hati dan benci kepada siapapun". itulah nasehat ibuk kesaya tiap kalu telvon. nasehat yang bagus kata Difan ke Dimas.
Difan lanjut tanya ke Dimas,", Dimas cita cita kamu apa? aku ingin menjadi pengusaha yang sukses dan aku ingin punyak lembaga pendidikan yang ternama di kampungku nanti."jawaban Dimas, dengan penuh semanga melontarkan jawabannya ke Dimas. Wow...wow...cita citamu itu sangat bagus buat masa depanmu...Dimas, Difan memuji cita cita temannya dengan penuh dukungan. Difan tau bagaimana rasanya dipuji oleh orang, Difan ingin membagikan kebahagiaan pujian itu ke Dimas.
Hem...ber menit menit putaran jarum jampun berlalu. mereka sedanga asik asiknya berjalan disertai lari lari kecil sambil ngobrol. tidak terkira sudah satu jam berjalan.
Dimas ahirnya ngajak putar balik " pulang maksudnya".ayo kita pulang yuk...! ajaknya, aku boleh bertanya ya Difan, tanya apa kawanku yang baik hati dan tidak sombong...?
" kata kata itu sering dilontarkan ke Dimas, sebagai tanda keakrabannya", mau tentang cita cita kamu, tadi kamu tanya aku tentang cita cita, jadi sekarang giliran saya bertanya ke kamu. " tanyak Dimas," , pengin tau banget ya...? haha...! cita citaku sejak SD, ingin menjadi Dosen terkenal tidak hanya terkenal tapi ternama dimasaku dan cita citaku, saya tulis didalam lemariku agar aku tidak lupa dan tidak mudah melupakannya. bagus banget cita cita kamu Difan, kata Dimas.
Anak desa yang bermimp mengejar mimpi.....
Boleh jadi sekarang engkau anak kota mengejeku....
Dan suatu saat nanti kau akan mengagumiku,
Cita citaku membuatku semangat tidak mengenal lelah belajar untuk mengejarmu....
Difan sepontan berpuisi di tepi jalan sawah, puisi tentang cita cita membuat Dimas termenung dan terkagum kagum mendengarnya. Eh...kamu bisa puisi ya ? tanya Dimas, tidak itu hanya kebetulan saja kok...! janganlah bohong kawan...! kemaren kau baca puisi tentang hari minggu dengan bagus, sekarang tentang cita cita masa itu kebwtulan? Difan tetapa mengilak dari pertanyaan Dimas, Dia pikir belum saatnya mempublikan sedikit kemampuannya itu " dalam bidang puisi".
Ow...itu kebetulan ya Dimas? iya...! kawan, coba kamu tekuni belajar puisi Difan..!aku sangat senang dan mendukung ke kamu untuk memperdalam puisi. kamu emang temanku yang baik dan tidak sombong, selalu mendukung aku, terima kasih akan aku ikutin saran kamu" tanggapan Difan, Difan tidak ingin mengecewakan siapapun. nah gitu kawan...! kata Dimas sambil senyum dan senang karena Difan meng iyakan sarannya.
__ADS_1
Oke...kita sekarang mampir ke tempat warung nasih tutur Difan, mantul banget kawan sahut Dimas. kita pagi ini beli nasih masakan orang Padang ya...! kata Dimas, aku ikut kamu saja kawanku yang baik hati dan tidak sombong. warung nasi padang enak ya..? tanya Difan, iya menurut aku enak," tapi saya tidak tau menurut kamu nanti seperti apa? tapi kalau kamu yang beli pasti enak Dimas, soalnya kamu lebih tau daripada saya.
Kamu tunggu diluar ya...! kata Dimas ke Difan, iya aku disini saja. Dimas tau waktu itu warung nasi padang agak antri, kasihan ke Difan kalau harus ikut masuk, makanya Dimas nyuru Difan diluar saja.
Dimas adalah orang yang sangat peduli ke Difan, membuat Difan semangat. karena dia Difan kerasan dan semangat beraktifitas setiap harinya. dimas selalu ada buat Difan dan selalu membantu. pertemananan yang sangat baik diantara mereka, mereka saling melengkapi.
Difan menunggu Dimas sudah sepuluh menit lebih waktu itu.", kok belum keluar Dimas ya...? lama sekali antrinya, kasia dia",...terpaksa saya susul Dimas dehhh..kasian lama sekali, tak tik tuk..langkahan pelan dari Difan menunu ke dalam warung, dari kejauhan nampak Dimas sedang berdiri didepan tempat nasi menunggu antrian. Difan menghampirinya dan menyapa dengan sentuhan tangan seraya mengatakan," beli nasih tiga porsi tuturnya ke Dimas,". oke..oke..kamu duduk di kursi dulu biar aku yang beli, kata Dimas ke Difan..
Lima menit setelahnya selesailah Dimas membeli nasi tiga porsi. dengan perasaan bertanya tanya dalam hatinya. by the way kamu satu porsi nasi untuk siapa Difan? tanya Dimas,? buat si .. anu,,, siapa itu ya namanya.......? lupa aku, ow buat si Doni teman kamu waktu dulu kita ketemu di tokoh sabun itu lho, iya teman aku juga sih...! kokbisa kamu beliin Doni ¿ tanya Dimas. iya sekarang kita makan di kamarnya Doni... ajak Difan ke Dimas...!
Waktu itu Dimas sedikit bingung, soalnya beberapa hari sudah tida ketemu ke Doni. terlihat wajah bingung tampak sangat di pipinya, Difan pun penasaran kenapa kok Dimas terlihat bingung diperhatikan sambil berjalan. Dimas.... Dimas... kok kamu kelihatan bingung banget ya... kenapa? iya aku bingung, soalnya beberapa hari ini aku tidak melihat dia", jawsb Dimas. tapikan kamu tau kamar atau asramanya dia dimana? tanya Difan.., iya aku tau jawabnya. kamar Doni blog D nomor 21, ow...kalau bagitu sekarang kita langsung kekamar dia ya...! ajak Difan ke Dimas.
Dag...dig...dug...dag...getaran nafas mereka dengan penuh tanda tanya, kemana Doni kok tidak kelihatan sudah lebih satu minggu. langkah kaki mereka semakin kencang menuju asrama blog D dan masih penasaran ke Doni itu kemana? langkah demi langkahpun mengantarkan mereka sampai ke asramanya Doni.
Saat itu keadaan kamar Doni tertutup, "seperti tidak ada orang, mereka memanggil dengan salam dari kejauhan pintu, tapi tidak ada satupun yang keluar dari kamarnya Doni. penasaran si Dimas dengan keadaan itu, ahirnya Dimas mengetuk ngetuk pintu kamarnya Doni, seraya berucapa salam. setelah kira kira tiga kali terucap salam, terdenga jawaban kecil dari dalam kamar. Dimaspun berhenti mengetuk ngetuk salam dan mendengarkan arah suara yang menjawab salamnya tadi. tapi tidak terdengar lagi sudah.
Difan dan Dimas duduk di depan kamar Doni dan mereka sudah sepakat tidak pulang sebelum mendapatkan kabar tentang Doni, mereka harap paling tidak bisa dapat informasi dari teman sekamarnya.
Tidak lama dari penantian mereka..kuik...kuik...kuik...suara pintu di buka. ternyata yang keluar membuka pintu itu adalah Doni dengan tampilan wajah yang sangat pucet. Difan dan Dimas kaget sekaget kagetnya melihat keadaan temannya sakit serius. Difan dan Dimas pun mulai sibuk bertanya ke Doni. kamu kenapa Don..? tanya Dimas,.. iya Don kok pucet banget kamu ? tanya mereka. saya sakit udah satu minggu, dokter bilang saya kurang istirahat. tutur Doni.
Saat itu mereka sedih melihat temannya sakit, Doni juga teman Dimas secara otomatis juga temannya Difan, udah sarapan kamu Don,? tanya Dimas...., belum jawabnya. kebetulan kita bawa nasih buat kamu, kita kesini rencananya mau makan bareng, kalau kamu mau ayo kita makan bareng sekarang. jangan repot repot buat saya, saya jadi tidak enak hati sama kalian, doakan saja aku cepat sembuh ya...! semoga cepat sembuh ya Doni biar kita bisa canda bareng.
Nampak saat itu Doni tidak enak makan dan pengin istirahat, ahirnya Difan dan Dimas pamit untuk pulang dan meberikan nasi yang di beli untuknya. Don kita pulang ya ....! kata mereka seraya melangkahkan kakinya dan sampai jumpa kembali.
Difan anak rajin belajar ingin menggapai mimpinya, dia penuhin hari harinya dengan kegiatan belajar. kecuali hari minggu. hari minggu adalah kesenangannya yang datang satu pekan hanya satu kali....~~~nek ...~.
__ADS_1