
Hari ini adalah hari pertama Difan di kelas dua SMP. setelah satu tahun Difan melalui proses pendidikan dengan perjalanan yang sangat penjang. kini sudah saatnya Difan duduk dibangku SMP kelas dua dan masih fengan teman teman yang sama. ada Alfin, Roni, Risman dan siswa siswa yang lain.
Hari pertama Difan di bangku SMP kelas dua itu di temani oleh Bapak Wahed guru bahasa Indonesia. ternyata Pak wahed guru sekaligus wali kelas, dikelas dua A. Pak wahed jago dalam bidang bahasa Indonesia. waktu itu Pak wahed adalah guru baru bagi siswa dan belum saling mengenal, bagitu juga murid murid adalah murid baru bagi pak Wahed.
Hari itu, hanya akan diisi dengan perkenalan singkat dan pembentukan ketua kelas, sekretaris kelas dan bendahara kelas.
Biklah adek adek, saya akan memperkenalkan diri daya kepada kamu sekalian. Nama saya Sbd. Wahed. asal ssya dari Surabaya. pekerjaan mengajar. istri satu. anak dua dan umur saya sekarang sudah tiga pulu lima. saya juga mengajar di tempat lain tidak hanya disini. " ujar pak Wahed. itu sudah perkenalan singkat dari saya.
Dan saya tidak senang murid yang tidak membawa buku sekalipun orangnya pintar. tapi maskipun orangnya tidak pintar tapi rajin belajar dan membawa buku itu lebih aku suka.
Sekarang giliran kalia memperkenalkan diri kepada saya. pintanya Pak Wahed kepada mereka. tidak usa maju kedepan biar tidak lama, cukup berdiri di bangkunya dan tidak usa ada yang beetanya. mulai dari sebelah kanan mundur kebelakang.
Nama saya Alfin dari sumatra.
Nama saya Ahma Ardiyansah dari jakarta.
__ADS_1
Perkenalan demi perkenalan dilakukan oleh siswa siswa yang lain.
Sampai pada ahirnya sekarang tiba sudah gilirannya ke pada perkenalan yang terahir. Mohon maaf sebelumnya Bapak. saya izin berdiri didepan Bapak untuk memperkenalkan diri saya." tutur Difan ke Pak guru. baikla Bapak dan teman teman saya mulai perkenalan ini dengan senang hati.
Nama saya Difan Alkan dari kepulauan.
Cita cita saya ingin menjadi seorang Dosen yang handal, terkenal dan ternama dimasa saya jadi Dosen nanti. ini adalah cita cita saya yang saya bawa dari desa. itulah perkenalan dari saya kurang dan lebihnya mohon maaf dan harap maklum.
Itu sudah perkenalan kita hari ini, sekarang kita sudah saling mengenal", ujar Pak Wahed. disini ada yang pernah ikut lomba ya? tanya pak Wahed. Difan Difan Difan, satu kelas ramai menjawab pertanyaan dari Pak wahed dengan penuh rasa senang menjawabnya. Difan hanya bisa diam tidak bisa menghalangi suara suara kerasnya mereka. yang mana...? orang yang bernama Difan. tanya pak Wahed. coba berdiri dulu, ow kamu? iya pak...! jawsb Difan.
Saya akan memilih ketua kelas dengan tugas tugasnya seperti apa.
Ketua: Difan Alkan << pemenang lomba>>
Sekritares: Alfin Adnan
__ADS_1
Bendahara: Ardiyansah.
*Tugas ketua kelas, yaitu mengabsen setiap hari dan melaporkan keadaan kelas. dan tidak boleh bolos sekolah.
*Tugas sekritares mencatat hal hal yang perlu dicat disaat ada rapat kelas maupun tentang mereka yang mengirim surat izin
*Bendahara bertugas menagih iuran iuran yang diadakan dikelas, berkaitan dengan iyuran apapun.
Itulah tugas masing masing dari mereka. mereka itu adalah yang paling bertangguang jawab denga kelas ini. dan mereka yang menjadi ketua, sekritares dan bendahara tidak boleh bolos sekolah. dan kalian harus patuh kepada perintah ketua kelas, ketua kelas paling berhak untuk mengatur kelas apbila wali kelas tidak masuk. dan bagi siswa yang tidak boleh masuk karena sakit atau ada udur maka harus mengirim surat izin, surat izin akan dibuatin oleh sekritares kelas.* pinta Bapak Wali kelas.
Difan...aku harus bisa mengatur kelas ini, ini adalah tantangan berat bagi saya. saya tidak pernah jadi ketua kelas sebelumnya, nah....... apakah aku bisa mengatur kelas ini, tapi aku harus bisa dan wajib bisa. tapi yang menjadi pertanyaan saya...? kok bisa saya langsung dipilih sama wali kelas. untuk menjadi ketua kelas? padahal banyak teman teman yang lain yang lebih bisa dari saya. apakah ini memang bagian saya, pintu bagi saya dan jalan bagi saya untuk bisa menggapai mimpi yang aku impikan? banyak pertanyaan yang muncul dari Difan.* Difan merasa tidak pantas sendiri menjadi wali kelas, tapi orang orang memandang aku bisa, jadi mau tidak mau harus bisa.
Sekarang Difan disekolahnya menjadi ketua kelas, tangan kanan dari wali kelas dan mengambil alih tugas wali kelas apabila wali kelas tidak masuk. menjadi ketua kelas itu adalah menjadi orang yang dituakan disekolah. dan tidak menutup kemungkinan menjadi seorang ketua kelas itu banyak yang tidak disukai tindakannya. banyak yang mintak di absenkan maskipun dirinya tidak masuk. disisi lain Difan tida enak apabila ada yang mesen seperti itu, di sisi yang berbeda Difan juga harus amanah.
Baiklah semuanya sudah selesai kalian bisa pulang dan jan lupa kepada struktur kelas untuk menyiapkan absen kelas. sampai jumpa besok... iya Pak...jawab mereka kompak.
__ADS_1
DIFAN MENJADI KETUA KELAS