
Pagi itu Difan sedang sarapan bersama di warung pagi. warung itu terkenal dengan sebutan warung pagi, karena di tempat itu setiap pagi banyak orang orang menikmati santapan kue, sekdar ada yang masuk keperutnya yang semalam penuh tidak diisi makanan apa apa, ada juga yang sarapan sesuap nasi.
Saat itu Difan dan Lamri menikmati sesuap nasi dan segelas teh hangatnya seraya cerita cerita kehidupan sehari harinya.
Lamri, aku sebentar lagi akan berpisah dengan Dina Indah, mungkin selamanya atau dia bakalan balik lagi kepangkuanku, " ujar Difan ke Lamri. kok bisa terjadi seperti itu Difan, bukannya kamu sama dia itu baik baik saja? tanyak Lamri. iya aku dan dia itu ada masalah, bahkan dia sendiri tidak ingin berpisah sebenarnya, tapi sama papanya dipaksa untuk pulang, " ujar Difan.
" Mungkin dia pulang hanya untuk beberapa waktu kali...! gumam Lamri. Entahla aku tidak faham, tapi yang jelas aku sama dia itu dalam waktu dekat ini berpisah, " tutur Difan.
Ngomong ngomong kalau saya boleh tau Indah kapan mau pulang? tanyak Lamri. Nah itu yang saya tidak faham, soalnya Indah tidak bilang kesaya, jawab Difan. Emang kamu tidak tanya ke Indah kapan pulangnya? tanyak Lamri. Tidak, soalnya setiap aku tanyak dia, dia jawab tidak mau ngasih tau, buat kejutan ke kamu, ujar Indah kesaya," kata Difan.
Hemz...!kamu yang sabar ya Difan, ujar Lamri dengan suara lirihnya. aku belum bisa ditinggal Indah, aku pasti galau beberapa hari kedepan setelah Indah pergi, jawab Difan. Hal itu pasti terjadi kepada setiap orang, karena berpisahnya orang yang saling mencintai itu akan meninggalkan luka, itu pasti," ujar Lamri membenarkan seraya memotivasi Difan.
Emang kamu pernah ngalamin apa? tanyak Difan. iya, dulu aku pernah pacaran sama orang Surabaya aku sama dia itu sama sama saling mencintai. Nah suatu hari dia tiba tiba disuru pulang sama keluarganya karena ada kepentingan keluarga, nah persis dengan apa yang dialami oleh kamu sekarang. aku waktu itu hampir depresi berlarut larut dalam kesedihan. " omong Lamri ke Difan. Oh...jadi kamu pernah ngalamin juga ya? tanyak Difan. iya jawab Lamri.
Kamu yang sabar saja, itu resikunya orang bercinta dan kamu harus kuat ditinggal oleh Indah, " ujar Lamri. iya aku pasti usaha Lamri, jawab Difan.
**
Kamu mikirin opo to dek,? tanyak ibuk warungnya, sedari awal tidak sengaja melihat Difan dan Lamri ngomong serius sekali. Endak buk, kita hanya ngobrol ngobrol masalah masalalu doanks kok, " ujar Lmri, seraya mengedipkan matanya ke arah Difan, tanda Lamri sedang ngajak berbohong sama Ibuk warungnya. iya ibuk kita cuman cerita cerita masalah masalalu kok buk, sambil menikmati hidangan kita ini, " omong Difan ke ibuk warungnya, menguatkan jawaban Lamri tadi.
***
__ADS_1
Ow gitu ya? saya kira ada masalah apa gitu,? abis adek adek ini terlihat serius banget setiap pandangan saya tertuju kekalian tampa disengaja. , ujar ibuk warungnya. Endak kok buk, sumpah kita hanya ngobrol ngobrol masalalu, " ujar mereka seraya tersenyum. Ow kalau bagitu iya udah saya kerja lagiya, abisin tu makanannya, " kata ibuk warungnya sambil melangkahkan kakinya ke arah ruang kerjanya. Ow iya Ibuk, makasih ya buk, kata mereka.
***
Ayok kita pulang Lamri, ajak Difan. iya, bayar dulu, " ujar Difan. berapa buk semunya, nasih dua porsi, esteh dua porsi? tanyak Difan. semuanya 15 ribu dek, " jawab buk warung. ini buk uang, tutur Difan sambil mengulurkan tangannya ke arah ibuk warung. iya dek, uangny 50 ribu ya dek, kembali 35 ribu ya dek, ini kembaliannya, " ujar Ibuk. iya ibuk makasih buk, pulang ya buk, omong mereka sambil melangkahkan kakinya menuju pulang. iya hati hati di jalan dek, sahut ibuk warungnya. Oke buk....!
Sesampainya ke Campnya Lamri, ponsel Lamri tiba tiba berdaring. Halo ini Mas Lamri ya...? tutur Indah. iya halo juga, iya ini bener aku, " jawaba Lamri. ini siapa? tanyak Lamri, ini aku Mas Lamri Indah, disitu ada Kak Difan ya? saya mau ngomong tanyak Indah. iya ada sedang bersama saya mulai tadi, ini kamu kangsung ngomong ya, " sabut Lamri sambil memberikan Ponselnya ke Difan.
" Assalamualaikum dek...! tutur Difan.
Waalaikumsalam, jawab Indah. kak Difan ada dimana sekarang kak? saya mau ketemu sekarang sama kak Difan. aku ada di tempatnya Lanri, tadi pagi pagi banget aku kesini, emangnya kita mau ketemu dimana? jawab Difan. Indah pengin ketemu kak, ayo kak Difan ke sini ya...! saya tunggu di warung ke muning, ujar Indah. iya aku kesana, iya udah matikan Ponselnya, tutur Difan. iya kak,jawab Indah sambil matiin Ponselnya.
Dert....dert...dert...suara Motor mereka menuju ke arah tempat tinggalnya Indah. lima menit kemudian merekapun sampai ke tempatnya Indah.
Waktu itu Indah sudah menunggu di depan kamarnya. Fan Difan, aku langsung balik ya, bisikan Lamri ke Difan. iya udah hati hati dijalan, terimakasih ya Lamri, ujar Difan. iya sama sama, pulang ya Indah, tutut Lmari sambil memutar gas sepedahnya menuju arah pulang.
Ada apa dek, adek baik baik saja kan,? tanya Difan dengan suara penuh kasih mesrah. Endak kak, Indah tidak apa apa, sahut Indah. cuman Indah rindu aja ke kak Difan, ujar Indah.
Aku pun juga rindu dek, jawab Difan. teman teman adek pada kemana pagi pagi gini seppi, " saat itu hari minggu, teman temannya pada pergi olah raga, " . tanyak Difan mengalihkan pembicaraannya. sekarang kan hari minggu kak, jadi teman teman Indah pada pergi olah raga tinggal aku yang tidak pergi.
Kak Difan besok aku pulang hari senin, aku disuru pulang besok pagi ibuk aku tanyak dijemput apa pulang sendiri ? tanyak Ibuk, pulang sendiri saja buk, jawabku. Ow...kamu udah mau pulang besok dek, kok bisa secepaini, aku masih sangat butuh kamu disini, gumam Difan. iya kak, kita harus bisa menerima kenyataan ini, sumua keluargaku menyuruh pulang karena kepentingan keluarga, " sahut Indah seraya kedua matanya mengalirkan air mata.
__ADS_1
Aku hanya bisa berdo'a semoga kita bisa bertemu kembali, ujar Difan dengan penuh kepasrahan. iya kak, aku tidak bisa sebenarnya pulang dalam kondisi seperti ini, " gumam Indah sambil menangis. besok antar aku kak keterminal, pinta Indah. iya dek, aku akan antar kamu sampek kamu naik Bis, jawab Difan.
Ow iya udah dulu ya dek, aku mau pulang ke Camp, " tutur Difan. Eh...jangan dulu kak, kita makan bareng yuk, " ajak Indah. aku baru selesai makan dek masih kenyang banget nie, baru saja aku abis makan sama Lamri, " jawab Difan. iya, iya aku tahu itu, tapi sekarang kak Difan haarus makan lagi sama saya, ujar Indah dengan penuh memaksa untuk terahir kalinya mau makan bersama Difan. besok aku udah tidak lagi makan bareng lagi sama kamu kak , " gumam Indah dengan suara penuh tangis.
Oke adekku yang cantik, namanya aja Indah iya pasti cantikla, omong Difan dengan maksud menghibur Indah, maskipun dirinya juga sangat ingin selalu berdua tidak ingin berpisah, tapi Difan berusaha kuat. kita makan dimana adek,? tanyak Difan. aku mau makan di tempatku, disana enak enak makanannya, ujar Indah. aku ikut adek aja, dimanapun adek makan pasti enak kok, " tutur Difan. passssti donks pilihan Indah gitu lho, " ujarnya sambil acting.
Nah kita makan disini kak, Indah bilang. waw...! lauk pauknya mewah mewah kelihatannya, aromanya enak banget nieh....! gumam Difan dengan wajah penuh kekagetan. iya kak, disini emang mewah mewah makanannya, aku sebenar udah dulu mau ngajak kak Difan makan disini, tapi kak Difan ada kesibukan terus, ujar Indah dengan bibir agak menciut sempit ke depan.
" Sepuluh menit kemudian mereka sudah selesai makan, Indah saat itu langsung begeges melangkahkan kakinya menuju kasir pembayaran. Eh...aku tidak bawa uamg, " ujar Difan seraya memegang bajunya Indah. ow iya kak Difan, kak Difan hari ini tanggung jawabku, maksudku aku yang bayarin, kak Difan tidak perlu bayar, ' jawab Indah sambil tersenyum. Oke bosku yang cantik...! unar Difan sambil mengecilkan badannya. kok bos kak? tanyak Indah, kan sekarang adek neraktir aku hehe...gak canda, canda kok, ujar Difan sambil menghibur. iya udah dek, sana bayar dulu, aku nunggu disiniya, pinta Difan.
Dua menit kemudian Indah balike ketempat makannya. udah selesai kak, ujar Indah. berapa semua dek? tanyak Difan, limapuluh ribu rupiah kak. mahal banget ya, guumam Difan. iya sesuai deengan barangnya kak, jawab Indah. iya sih....sahut Difan. iya uda ya adekku yang cantik, kak Difan pulang dulu ya.. ! iya kak, hati hati dijalan, sahut Indah. iya dek, jawab Difan seraya melambaikan tangannya. besok jangan lupa, teriak Indah. Oke dek.
Hari dan malam sudah terlewati dengan cepat, saat ini aku harus pergi ke tempatnya Dina Indah, saat ini aku waktunya untuk berpisah dengan wanita yang aku cintai. terasa baru kemaren kita bertemu sekarang sudah mau berpisah, alangkah cepatnya waktu ini aku lalui, ' gumam Difan, aku harus pergi kesana akanku habiskan waktu yang singkat ini bersama Indah.
Sesampainya ke tempatnya Indah, Indah sedang berdiri menunggu Difan ditemani sama teman teman Campnya. Hus, has, his, maaf maaf aku telat bangunnya, kata Difan seraya berhembus kencang. iya iya gakpapa kak, jawab Indah. ayo kita berangkat keterminal kak, ajal Indah. ayo dek, pamitan dulu dek ke teman temannya. semuanya aku mohon pamit ya doakan saya selamat samapai tujuan, iya kak Indah, selamat jalan kak Indah., ' ujar mereka semua.
Indah dan Difan uda tidak sempat lagi bersama, tiket Bis yang Indah pesan udah menunggu duapulu menitan. udah kak, aku tidak kuat pisah denganmu dan aku sangat merindukanmu kak Difan, ujar Indah sambil menangis sejadi jadinya. tit...tit..tit..klakson Bus memanggil Indah. iya udah kak Assalamualaikum, ucapan terahir dari Indah. Waalaikumsalam adek.....! jawab Difan dengan aliran air mata yang tidak bisa ditahan.lambayan tangan diantara keduanya berlangsung sampai Busnya tidak kelihatan.
Air mata dari mereka mengalir tidak henti henti selama satu jam, aliran airmata yang tidak bisa dibendung dengan apapun.
DIFAN DAN INDAH HARUS BERPISAH
__ADS_1