ANAK DESA MENGEJAR MIMPI

ANAK DESA MENGEJAR MIMPI
HANYA DIFAN YANG BERANI


__ADS_3

Setengah tahun sudah Difan menduduki bangku SMP kelas dua dengan susah payah bercampur bahagia. hari hari Difan berlalu dengan kegiatan kegiatan yang fositif tampa hari yang terlewati dengan sia sia. bahkan dihari hari libur Difan selalu pergi ke rumah para guru guru untuk menanyakan suatu hal yang tidak dia fahami.


Pernah suatu waktu Difan pergi ke rumahnya guru yang sangat keras kepada murid muridnya. untuk menanyakan pasal apa yang membuat pak guru itu keras terhadsp siswa.soalnya tidak satupun dari murid murid yang berani menyapa guru tersebut." bidangnya mengajar bahasa ingris. sementara Difan tidak takut dengan guru itu, bahkan kalau guru itu sedang mengajar dikelas Difan selalu bertanya. yang lain hanya diam tidak berani untuk bertanya maskipun tidak mengerti pelajaran yang mereka pelajari.


Tak tak tak....!


suara sandal Difan menujuh rumah Pak guru yang terkenal sangat keras itu. sesampainya dirumah guru itu, Difan hanya diam diri didepan pintu guru tersebut. hampir setengah jam Difan menunggu pak guru didepan pintu rumahnya. tapi pakgurupun tidak keluar rumah.


Ahirnya dengan kata terpaksa Difan bergeges menuju pintunya dan mengetuk pintunya. seraya mengucapakan salam panggilan kepada Pak guru itu. Assalamualaikum pak...! sambil mengetuk pintunya. Difan mengetuk pintunya pak guru itu, pak gurupun tidak kunjung keluar. lima menit penantia pak guru ahirnya keluar, Assalamualaikum "kata Difan. Waalaikumsalamwarahmatullah...! Ada apa Difan kok kamu kesini? perlu apa ke saya pagi pagi kesini? iya pak...! saya kesini ada penting ke Bapak...! ayo masuk dulu..! ajak pak guru. bagini bapak, saya mau tanya ke Bapak kok teman teman dikelas taku semua ke bapak? mereka ngomong kesaya bahwa mereka takut ke bapak.* tanya Difan. dan anehnya mereka bilang, guru yang paling keras di sekolah ini dan yang paling ditakuti adala bapak, apa itu benar Pak? tanya Difan. ..iya itu memang bener, tapi niat saya hanya biar mereka tidak main main dikelas.


*Rahasia...


sekarang kamu tau sudah rahasianya tentang saya"..tutur Pak guru ke Difan... dan jangan kamu bilang kepada mereka bahwa saya sepereti itu, bukan karena benci ataupun dendam apalagi memusuhi. saya perna bebera bulan yang lalu guru sebelah bilang ke saya bahwa murid yang namanya ini dikelas delalu ramai. terus saya bilang ke guru sebelah itu, jangan hawatir saya akan panggil dia. daya ngomong seperti itu ke guru sebelah dan guru itu bilang terimakasih kesaya. * Cerita pak guru ke Difan*. jadi cukup satu yang tau tentang saya yang sebenarnya....! Okee....pak..terimakasih atas penjelasannya. saya pamit pulang ya pak..! pinta Difan. iya hati hati...!

__ADS_1


**Difan sepulang dari rumah pak guru itu, Difan berpikir tentang teman temannya, kokbisa takut sama pak guru. lucu ternyata setelah tau yang sebenarnya. padahal pak guru yang mereka maksud itu adala guru yang sangat lemah lembut hanya saja pak guru ekting, biar mereka bisa serius dalam belajar. hem...lucunya mereka dan pak guru.


Sesampai Difan ke kamar, Dimas yang lagi duduk di depan kamarnya melihat Difan dari barat, Difan langsung bangun dan menyibukkan diri bertanya ke Difan. hai kawan kamu dari mana...? kata Dimas ke Difan. biasa ...! saya abis dari rumah pak guru yang terkenal keras itu disekolah." jawab Difan. kok ada guru keras sih...? tanya Dimas. iya adalah..! tapi bagi saya guru itu menyenangkan sih...! tutur Difan...!


Difan adalah anak desa yang ingin mengejar mimpinya. sekarang sudah kelas dua SMP dan menjadi pemberani dalam hal kebaikan.


Semua guru yang ada disekolah pasti kenal ke Difan, dia selalu konsultasi kepada para guru hal hal yang dia tidak mengerti hal itu.


Difan yang dulunya dipandang rendah karena anak desa, sekarang dia dikenal oleh semua para guru. guru yang terkenal keras oleh Difanpun di labrak, prinsipnya yang penting apa yang dia lakukan akan berdampak baik dan akan bisa membuat orang orang merasa nyaman dari hasilnya.


Setelah para guru sepakat, mereka semua bergeges ke kelasnya Rahman, waktu itu ada enam guru yang mendatangi Rahman dan memintanya datang keruang guru untuk di introgasi atau untuk di tanyakan kebenaran informasi yang sedang menghebohkan sekolahan itu. Rahman segera mendatangi ruang para guru itu, sesampainya di ruang guru itu, semua dewan guru langsung menanyakan apakah dia benar benar merokok ataukah tidak. Rahman...! apakah kamu bener merokok? tanya satu guru diantara yang enam itu, dengan nada yang keras. iya...! pak..!, maafkan saya pak...! jawab Rahman sambil menangis, karena takut. iya sudah sekarang saya sudah tau kebenarannya dan boleh kamu balik kekelasnya.


Jawaban Rahman membuat semua dewan guru geleng geleng kepala. dan menimbulkan banyak pertanyaan. kok bisa...kok bisa..kok bisa...! seruh mereka dengan sedikit ada rasa curiga dengan kejadian yang dilakukan oleh Rahman. Rahman adalah siswa yang terkenal baik dan rajin. sekarang orang yang tidak disangka sangka itu mengegerkan banyak orang.

__ADS_1


Difan tau Rahman adalah siswa yang baik dan kesehariannya juga selu menyenangkan banya orang. dari itu Difan sangat penasaran dengan kejadian itu, dari kepenasarannya itu, Difan memutuskan untuk menanyakan langsung ke Rahman. waktu pulang sekolah Rahman dipanggil oleh Difan. waktu itu Difan ada diruang kelas, Rahmanpun memenuhi panggilan Difan. Rahman segera mendatangi Difan diruangan kelas.


Maaf Rahman kalau saya harus memanggil kamu kesini. saya mau tanya dan jawab dengan jujur". pinta Difan ke Rahman. memangnya mau tanya apa ya kak Difan, kok serius banget sepertinya.,?tanya balik Rahman. mau jujur apa tidak kamu kesaya Rahman? iya sekarang saya mau jawab jujur apapun yang ditanyakan oleh kakak, asalkan bantu saya dalam masalah ini, apa pertanyaanya kak? tanya Rahman.


Baikla pertanyaan saya adalah berkaitan dengan keheboan disekolah kita saat ini."tutur Difan. dan saya sangat mengharap kejujuran kamu....! iya kak Difan saya akan jujur.


Baikla, apa benar kamu merokok? tanya Difan. iya kak, semua itu adalah benar, saya benar benar merokok. jawab Rahman sambil ketakutan, itu kemauan kamu sendiri ya Rahman? tanya Difan, Difan sedikit memaksa dengan maksud untuk memancing mancing kebenaran yang sebenar benarnya.


Kak Difan saya sebenarnya merokok itu bukan kemauan saya sendiri, tapi dipaksa anak sebelah. namanya Riki, Riki dan teman temannya memaksa saya untuk merokok. waktu itu kalau saya tidak merokok mereka semua akan memukuli saya, jadi saya lakukan itu semua karena dalam keadaan darurat.


Mendengar jawaban Rahman yang sebenarnya langsung Difan mencari Riki dan teman temanya. Difan tidak ngomong lagi ke Rahman. mendengar jawaban itu, Difan segera mencari mereka saat itu mereka ada di asramanya. Difan datang ke asrama mereka dan menanyakan langsung tentang kejadian itu. tapi mereka mengelak alias tidak mengakui perbuatan tindak kriminal itu. Difan hanya diam mendengar jawaban mereka tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya.


Ke esokan harinya Difan langsung mengumpulkan Rahman sebagai korban tindak kriminal, Riki dan temannya sebagai pelaku. Difan mintak mereka ngumpul di depan ruang guru. setelah mereka kumpul semua, Difan langsung memanggil kepala sekolah dan para dewan guru. ini sudah pak pelakunya, Rahman merokok gara gara di ancam mereka, merekapun mengakui tampa disuru.

__ADS_1


Ahirnya kepala sekolah dan para dewan guru meminta maaf kepada Rahman, karena tidak bersalah dan berterima kasih ke Difan, karena sudah berhasil menemukan kebenaran.


HUI DIFAN ANAK DESA PEMBONGKAR KETIDAK ADILAN.


__ADS_2