
Sepulang Difan dari sekolah dan membawa oleh oleh yang sangat mengembirakan Difan secara pribadi dan tentunya keluarga besar Difan tentunya, apakah oleh oleh yang dibawa Difan tersebut? hemzz penasarankan....!! ternyata oleh oleh difan dari sekolah, bukan roti, bukan nasi, bukan buah dan bukan sejenis makanan, hem ternyata oleh olehnya adalah ijasah yang membuat keluarga Difan seeeenang banget.
Waktu itu Difan langsung di peluk sama ibuk, papa dan dua embak perempuannya karena sudah mendapatkan ijasah tanda kelulusan dari satuan pendidikan dasar atau dikenala denga istilah sekolah dasar/SD. Nah disaat semua keluarganya Difan gembira dan senang hati melihat dibagian keluarganya sudah ada yang punyak ijasah, satu yang tidak ada disaat itu, yaitu kakak Difan yang esok harinya menanyakan ijasah kepada Difan, Difan ditengah tengah kesenangan mereka Difan nampak merenung karena kakaknya tidak ada saat itu.
__ADS_1
Telolet....telolet....telolet....terdengar suara klakson dikejauhan rumah, Difan langsung keluar rumah dan memandang kearah suara klakson itu, terlihat oleh Difan yang naik pikep itu adalah kakaknya Difan langsung berteria" kakak...kakak...kaka..." teriak Difan,, aku udah dapat ijasah berulang kali Difan bilang sepweti itu ke kakaknya. sampai ahirnya kakak Difan turun dari mobilnya sembari bertanya,,ada apa Difan, kok kamu sampek teriak teriak seperti tadi itu? kata kakaknya, lalu embak Difan adek kedua dari empat saudara nyeletup" anu kakak adek Difan nieee udah dapat ijasah" iya kakak ini saya punyak ijasah SD sudah, kata Difan kepada kakaknya sambil dag dig dug karena belum ada jawaban dari percakan yang tertulis di epesod sebelumnya.
Setelah beberapa saat kemudian, Difan merapat ke kakaknya dengan maksud untuk menanyakan perihal atau percakapan yang terjadi di meja makan beberapa hari sebelumnya. kaka aku mau nanya atau mau menagi jawaban percakapan kita beberapa hari yang lalu, tentang ijasah itu, kenapa kakak bertanya tentang ijasah kesaya? tanya Difan, dan sekarang saya benar benar punyak ijasah.
__ADS_1
Aku adalah anak desa yang keberadaan ekonomi keluargaku menengah kebawa, kalaupun aku jadi disekolahkan ke jawa, akupun tidak tega ke ibu dan ke papa dan semua keluarga hususnya.
Difan termenungsembari berpikir tidak mampu dan merasa kasihan kepada keluarganya, melihat dari keluarga Difan adalah dari keluarga buruh tani. dan penghasilan keseharian dari mereka hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari hari. melihat dari keluarganya itu seakan akan Difan tidak sampai hati untuk kesekolah yang sudah ditentukan sama keluarganya, maskipun keputusan sepenuhnya ada padanya.
__ADS_1
Namun Difan juga berpikir tentang rencana dari keluarganya beberara hari sebelumnya. Difan nampaknya akan mempertimbangkan keputusan keluarganya dan akan menerima tawaran dari mereka itu untuk mewujudkan impian keluarganya.