ANAK DESA MENGEJAR MIMPI

ANAK DESA MENGEJAR MIMPI
AKU HARUS BERPISAH KARENA WAKTU


__ADS_3

Aku dan Indah sudah dua bulan kurang lebih menjalin hubungan cinta dengan perjalanan yang sangat indah. hari hariku dilalui dengan penuh kasih mesrah menghibur bareng saat aku dan Indah merasa jenuh, makan, minum dan ngerjakan tugas tugas bahasa ingris selalu berdua. bahkan terkadang saya istirahat bareng dengan Indah maskipun tidak ada kegiatan kegiatan yang menureh kesucian.


Aku dan Indah selalu adem tampa emosi dan kemarahan yang menyebabkan kita berjauhan. kehidupan sehari hari persis suami istri kelihatannya tapi kita tetap menjaga aturan agama kita. itulah hubunganku yang kujalani bersama dia, bantu membantu terjalin diantara aku dan dia. semua keluarga kita sama sama mengetahui tentang hubungan kita, mereka ngerestuin demi kenyamanan anaknya, maskipun mereka tahu bahwa apa yang dilakukan anaknya itu tidak dapat izin dari agama kita.


Suatu pagi bapak Indah telvon Indah, " halo nak, bagaimana kabarnya, tanyak bapaknya. aku baik baik saja bapak, jawab Indah. bapak bagimana dan ibuk kabarnya disana? tanyak Indah, bapak dan ibuk baik baik saja nak, Aalhamdulillah jawab bapaknya Indah.


**Nak Indah sama siapa disana? tanyak Bapaknya Indah. jangan bilang bilang kamu bareng aku, ujar Difan seranya mendekatkan mulutnya ke telinga Indah. apaan sih kak Difan? papaku tanyak, masa aku mau berbohong, jawab Indah dengan suara pelan sekali. iya papak Indah bersama kak Difan, papa mau ngomong sama kak Difan? tanyak Indah. iya nak, aku pengin bicara ke calon menantuku, jawab bapaknya.


" Kak, kak bapak mau ngomong sama kamu, ujar Indah dengan lirih. what papa kamu mau ngomong? tanya Difan dengan nadah agak tinghi. iya,, ? jawab Indah, ayo sini, pintanya. iya iya, halo pak, Assalamualaikum, bagaimana kabarnya pah? tanyak Difan dengan bagasa penuh sopan santun.


Waalaikumsalam, aku baik baik saja Difan, kamu sendiri dan keluarga kamu bagaimana kabarnya? tanyak papanya Indah., baik semua pah.


" Aku nitip Indah ya Difan, pintanya bapaknya Indah ke Difan. iya donks Pah, pasti aku jagain indah kok, dengan senang hati aku rela jagain indah, jawab Difan. iya syukurla low seperti itu, jadi senang aku dengarnya terima kasih ya Difan, ujar bapaknya Indah. iya pah sama sama, balas Difan. iya udah ya Difan sekali lagi aku mintak maaf sama kamu, ujarnya, iya pah sama sama, balas Difan. kasih lagi ke nak Indah lagi Difan, suruhnya, " ow iya pah Assalamualaikum pah, Waaalaikumsalam.


Ini papanya mau bicara lagi sama kamu, omong Difan seraya mengulurkan tangannya ke arah Indah. iya, sini kak, tutur Indah seraya mengambil Ponselnya dari tangan Difan.

__ADS_1


halo iya pah, ngomong apa pah sama ka kak Difan? tanya Indah. iya biasa tanyak tanyak kabar dia dan keluarganya, " ujar papanya. kak Difan itu orangnya baik lho pah, " tutur Indah ke papanya seraya promukan Difan. oh...iya, tanyak papanya, bagusla low bagitu, kamu senangkan sama dia? tanyak papanya. iya papa.


Papah, kapan kapan Indah ajak kak Difan ya kerumah, " tutur Indah kepapanya dengan suara penuh harapan dan restu. iya, emang dianya mau apa? tanyak papahnya. iya papah, dia mau asal papah ngizinin katanya kak Difan. papa pasti ngizinin anakku, demi kebahagiaan kamu, tapi satu jangan sampai ngelakuin hal hal yang dilarang oleh agama kita, pinta papanya. iya papa aku faham kok.


Salam ke Difan ya tolong baik baik disana, " salam papanya ke Difan. iya papah, jawab Indah. iya udah dulu pah aku mau masuk kelas dulu, " kata Indah, iya nak, jawab papanya. Assalamualaikum pah, Waalaikumsalam nak.


Difan sedari tadi nungguin Indah ngomong sama papahnya. eh....lama amet telvonnya, ujar Difan ke Indah, iya kak, soalanya papah kangaen katanya kemaren waktu aku telvon ibuk, papah tidak ada, " jawab Indah.


Senang aku dimintak ngomong sama papa kamu dek, ujar Difan ke Indah seraya tersenyum dan nampak happy. iya,, papaku juga senang katanya ngomong sama kak Difan, ujarnya.


Iya udah dek kita masuk kelas yuk, tutornya udah datang kayaknya. iya ayo kak, kata Indah, seraya mereka berjalan menuju ke arah kelas dengan tangan bergandeng. sesampainya di kelas mereka duduk bareng satu bangku, seneng aku low gini terus dunia terasa milik kita berdua yang lain pada ngontraj, " tutur Indah dalam hatinya.


Difan kaget waktu itu, karena baru kali itu Indah tiba tiba duduk bareng satu bangku, " kok tumben Indah duduk bedua, tidak pada biasanya dia duduk bareng satu bangku kayak gini, " tutur Difan dalam hatinya. hemz...ada apa ini,? tanyak Difan kedirinya sendiri. eh...kak, kamu kok bengung sedari tadi ? tanyak Indah, eh..tidak, aku tidak mikirin apa apa ko...! jawab Difan.


" Satu minggu lagi aku pulang ke kampung dan aku akan berpisah sama kak Difan, aku tidak kuat menahan rindu sama kak Difan, pasti dia kalau tau aku mau balik kampung pasti dia kaget. aku tidak sanggup bilang ke kak Difan sekarang, " tutur Indah seraya mengalirkan air mata tampa Indah sadari. Difan diam diam mengusap air matanya dan tidak menanyakan sebab mengapa menangis, udah kamu jangan nangis, pinta Difan. apaan sih wong aku tidak nangis, jawab Indah seraya mengusap air matanya.

__ADS_1


" Eh...Indah, sapa Dewi dari arah pintu, ngong ngomong kamu beneran mau pulang hari senin besok,? tanyak Dewi, eh...jangan brisik tauk...! pintanya Indah ke Dewi. aku tanyak Indah..., apa kamu bener mau pulang hari senin besok? tanyak lagi Dewi. Difan kamu mau ikut Indah ya...? tanyak Dewi ke Difan. beneran kamu mau pulang kampung ya dek? tanyak Difan ke indah, iya kak maaf aku tidak bilang bilang ke kamu.


" wow jadi kamu tidak bilang ke Difan Indah,? tanyak Dewi. iya Dewi..., aku rencana mau buat kejutan ke kak Difan, sahut Ingdah ke Dewi. iya udah aku keluar dulu, ujar Dewi.


Dek beneran kamu mau pulang hari senin besok? tanyak Difan. iya kak, maafin adek ya...sahut Indah. kamu tega ninggalin aku bagitu saja, tutur Difan dengan suara lirihnya seraya air matanya mengalir. jangan nangis aku pulang sebentar kok, dan kita kan bisa telvonan, " jawab Indah.


Aku pasti rindu banget sama kamu adek nanti kalau kamu tidak ada disini dan kamu kan tau aku tidak punyak Ponsel, " tutur Difan. iya kak, aku juga sebenarnya tidak ingin pulang tapi sama ibuk aku dipaksa pulang, karena ada acara keluarga tutur Indah. kak Difan kenapa kok tidak beli HP,? tanyak Indah. adek kan tau kirimanku hanya cukup untuk makan saja, tidak lebih dari itu.


Eh...ada kabar gembira buat saya dan kalian hari ini Mr Kemplang tidak bisa masuk, karena ada acara yang tidak bisa ditinggalkan, tutur Dewi berdiri di pintu. hore hore, ujar teman teman yang lain. Ih.. kok tumben Mr Kemplang tidak masuk, ujar Difan. iya kak tidak pada biasanya, jawab Indah. ayok kita pulang, ujar Indah. iya, jawab Difan seraya melangkahkan kakinya menujuh pulang.


Kak kita pisah disini ya, tutur Indah, iya dek hati hati dijalan ya, jawab Difan, iya kak, ujar Indah seraya melangkahkan kakinya. tempat tinggal mereka tidak satu arah.


Difan sepanjang jalan merenungin perpisahan yang akan terjadi satu minggu kemudian saat itu. emang sih kita empat hari lagi kelas kita udah bershir dan Indah dimintak pulang oleh keluarganya, " ujar Difan dalam hatinya. karena wsktu yang tidak memungkinkan kita selalu bersama, ujarnya.


" Sesampainya Indah ke tempat Kosannya, tiba tiba Ponselnya berdaring, telvon dari mamanya. Halo mah, kok telvon mah? tanyak Indah. iya nak, ibuk mau tanyak nanti Indah pulangnya di jemput apa pulang sendiri? tanyak ibuknya. kayaknya saya pulang sendiri mah, biar tidak ngerepotin mama, jawab Indah. kok ngerepotin nak, iya udah nanti pulangnya hati hati ya dijalan, ujar ibuknya. iys ibuk, pasti kok. udah ya mah, kata Indah sambil matiin Ponselnya.

__ADS_1


Eh,...mama aku mintak kirimin uang donk....! mau beli Hp baru buat Kak Difan, pinta Indah telvon lagi satu menit kemudian. buat apa nak? tanyak ibuknya. buat beli Hp baru untuk kak Difan ko...! jawab Indah. iya udah besok taksaya transfer, ujar mamanya. iya, mah Indah tunggu ya....!


Difan berpisah dengan Indah karena waktu yang tidak mengizinkan mereka untuk selalu bersama, mereka harus berpisah.


__ADS_2