ANAK DESA MENGEJAR MIMPI

ANAK DESA MENGEJAR MIMPI
DIFAN PULANG KARENA RINDU


__ADS_3

Hari hari kelulusan bagi siswa siswa yang sudah mengikuti ujian nasional akan tiba. dan mereka semua mengharapkan kedatangan hari hari itu, maskipun ada yang tidak senang dengan datangnya hari itu, dikarenakan kehawatiran yang menyeliputi hati hati mereka. kelulusan bagi mereka merupakan hari yang sangat indah bagi yang lulus dan hari yang sial dan menyakitkan bagi mereka yang dinyatakan tidak lulus.


Hari itupun tiba dan semua siswa sedang berkumpul dalam satu ruangan atas perintah kepala sekolah. kepala sekolah saat itu langsung berdiri didepan para siswa dengan maksud ingin memberikan sedikit pencerahan dan semangat kepada mereka." kepada semua siswa yang akan lulus saat itu. semua siswa terlihat tegang sekakali kecuali yang terlihat santai hanyalah Difan.


Saya harap semua siswa yang dinyatakan lulus nanti agar supaya tidak merayakan kelulusannya dengan hal hal yang tidak pantas dilakukan. dan jangan berhenti mengejar mimpi mimpimu sampai tercapai." sabutan dari kepala sekolah. iya pak...! jawab semua siswa.


Semua yang yang lulus harus disukuri, dan bagi yang terbaik akan dapat penghargaan dari kepala sekolah. baiklah sekarang kalian bisa mengambil surat keterangan lulusnya kepada wali kelasnya masing masing." tutur kepala sekolah.


Semua siswa diperintahkan oleh wali kelasnya masing masing untuk memasuki kelas. waktu itu untuk kelas tiga ada enam kelas. setelah semua siswa berada diruangan , masing masing wali kelas langsung membagikan surat kelulusan kepada mereka. setelah mereka siswa semua menerima surat kelulusan itu, wali kelas memerintahkan untuk keluar dari ruangan. dan bagi yang dapat terbaik satu, dua, dan tiga diharap kembali lagi kekelas.", intruksi dari wali kelas.


Semua siswa dag dig dug membuka suratnya. sebagian dari mereka sangat panik dan sebagian dari mereka pasrah. Alhamdulillah dari mereka semuanya lulus dengan nilai diatas rata rata. Difan waktu itu nampak sangat bahagia setelah membuka surat kelulusannya. ternyata dia dapat terbaik satu, Difanpun saat itu langsung bergeges menuju ruang wali kelasnya dan menujukkan surat kelulusannya. wali kelas Difan saat itu melihat surat kelulusan dari Difan langsung tersenyum dengan wajah yang berseri seri.


Kamu hebat....! Difan, kamu hebat", tutur wali kelasnya. iya... Pak terimasih", jawab Difan. tapi itu tidak seberapa pak dibandingkan dengan teman teman yang lain, itu hanya kebetulan saja." jawab Difan.

__ADS_1


Ah...kamu ini memang pintar kalau merendah, tapi kamu ini benar benar bagus nilainya." kata wali kelasnya dengan memuji Difan.


iya pak makasih atas ucapannya, semoga saya selalu bisa belajar dengan baik. itu, semua, berkat doa~doa Bapak.


Setelah bercakap cakap, wali kelas Difan langsung memasukkan tanganya kesaku bajunya. ternyata dia mengambil AMPLOP. ini hadiah dari saya untuk kamu ya Difan", kata wali kelasnya. wah... Bapak ada ada saja kata, kata Difan dengan wajah cerah. itu adalah hadiah buat orang berpestasi Difan, kamu pantas dapat hadiah ini", kata wali kelasnya. sudah sekarang kamu bisa pulang ke asramanya. iya... pak, sekali lagi saya terimakasih ya Pak...!


Difan keesokan harinya setelah menerima surat kelulusannya. langsung Difan siap siap untuk pulang kampung sementata waktu, hanya beberapa hari saja. Difan pulang karena atas testu orang tuanya dan orang tuanya sendiri yang menyuruhnya untuk pulang. madkipun ibuknya pernah mintak ke Difan untuk tidak pulang selama tujuh tahun.


Satu hari sebelum pulang Difan pergi kerumahnya para dewan guru dengan maksud ingin pamit untuk pulang dan bermaksud untuk mintak doa dan restu mereka para guru. dan semua para guru merestuin kepulangan Difan. Difanpun juga tidak lupa waktu itu pamitan kepada teman temannya. seperti Doni, Dimas dan Alfin. saat itu mereka semua menangis berseduh seduh, sperti orang yang tidak sanggup ditinggal oleh Difan.


Keluarga Difan sedang menunggu kedatangan Difan di pelabuhan. mereka ingin semua secepatnya bertemu denagan Difan, rindu yang mereka rasakan sangat membuat mereka tidak sabar menunggu.


Kira kira satu jam di pelabuhan Difan sampai ke pelabuhan dengan kondisi yang sangat bahagia. setelah kapal yang dinaiki oleh Difan itu mau menyandar Difan terlihat oleh mereka. Difan....!Difa....Difan..." mereka memanggil Difan sambil melambaikan tangannya. kerinduan dari mereka sudah mulai terobati setelah melihat Difan dari kejauhan.

__ADS_1


Takalama kemudia kapal nyandar Difan pun turun dari kapal, setelah Difan turun mereka langsung memeluk Difan." apa kabar anakku, kamu udah besar nak ," kata ibuk seraya bertanyak tanyak. saya baik dan sehat buk " jawab Difan. senyum kebahagian bertebaran tampak jelas di pipi pipi mereka. sekarang kita naik kemobil yuk biar cepat pulang *" pinta super mobil. iya super kita segera pulang, kasian sama Nak Difan " .kata ibuk Difan.


Sesampainya Difan sampai rumah, Difan kaget melihat rumah yang dulu dia diam di rumah itu. buk...buk...buk..., rumahnya kok semakin kecil buk, udah diganti ya buk ? tanyak Difan dengan serius. haha...mereka semua ketawa. bukan rumahnya yang kecil nak, kata ibuknya. tapi kamunya yang udah semakin besar. hem..." sambil malu malu senyum, Difan merasa malu sama ibuk dan kepada mereka, setelah sadar bahwa dirinya udah besar dan bukan rumahnya yang kecil.


Satu jam kemudian, pacar Difan waktu SD nongul dari arah timur. "namanya Halima " , Halimah melihat Difan semakin putih, bersih, dan semakin ganteng membuatnya semakin mencintai. sesampainya di rumah Difan, Halimah langsung menyapa, hai Kak Difan " dengan suara lembut Halimah menyapa. eh... kamu Halimah ya...? hai juga, kata Difan. kamu apa kabar Halimah " tanyak Difan dengan penuh senyuman. baik kak ....! " jawab Halimah.


Kak Difan mangkin ganteng ya...! kata Halimah. ah...Halimah ini, kamu, ada saja " jawab Difan.


Kamu udah kelas berapa sekarang Halimah..? tanyak Difan. saya baru kelas satu SMP kak.., jawabnya. percakapan seru terjadi diantara mereka berdua selama beberapa menit.


Ibuk Difan dan keluarga yang lain sibuk didapur menyiapkan makanan untuk Difan. mereka memasak yang miwah miwah khas masakan desa, dan kesukaan Difan, ibuk Difan ingin anaknya makan yang enak enak selama ada di rumah.


Difan anak desa, sudah tiga tahun menghilang dari kampungnya membuat orang didesanya runduh, semua tetangga dan teman teman Difan pergi kerumah Difan " setelah mendengar Difan datang ". hanya sekedar ingin melepas rindu. rindu yang tertanam selama tiga tahun sudah terobati.

__ADS_1


Satu bulan kemudian Difan pergi kerumah tetangganya dengan maksud pamitan kembali ke kota untuk melanjutkan pendidikannya. diantara mereka yang di pamitin Difan, " memberi uang, dan ada yang memberi baju dan ada yang mendoakan.


Difan hanya bisa berucap terima kasih kepada mereka..


__ADS_2