ANAK DESA MENGEJAR MIMPI

ANAK DESA MENGEJAR MIMPI
AKU HARUS PERGI


__ADS_3

Satu bulang yang lalu aku belajar bareng sama mereka di kelas, bercanda bareng sama mereke teman temanku di kelas, makan bareng sama mereka di Asrama, bahagia bareng bersama mereka dimanapun kita berkumpul, mengerjakan tugas bareng sama mereka dan bermain bareng sama mereka.


Kemaren banyak yang melihatku...! karena prestasiku, banyak yang senang kepadaku..! karena kecerdasanku, banyak yang melihatku...! karena kebaikannku..! dan banyak dewan guru melihatku ...! karena membawa nama baik sekolah. Dan sekarang pula banyak melihatku, karena aku sudah dikeluarkan dari sekolah, banyak melihat aku, karena aku dianggap sudah mencoreng aturan yang sudah diterapkan.


Sekarang aku harus meninggalkan mereka pergi jauh dari mereka. orang orang yang dulu memuji muji aku, sekarang udah berbeda pandangan dan berbeda ucapan kepadaku " hanya karena aku dikeluarin dari sekolah ". yang dulu mereka tutur katanya lemah lembut dan sopan, sekarang udah tidak lagi mereka seperti dulu. " aku menyadari bahwa aku salah, tapi aku tidak berubah sama mereka ".


Sulit rasanya mempertahankan kebaikan kita dalam berteman. kini aku harus bener bener berpisah jauh dari mereka. aku sudah tidak boleh lagi bersama mereka, tidak seperti dahulu kala. mungkin ini adalah ujian bagiku, kalau ini ujian semoga aku diberi kekuatan, kalau ini cobaan semoga aku bisa mengambil manfaat dari masalah ini " gumam Difan ".


Aku harus membuat semua keluarga bahagia karena kecerdasanku, mereka harus bahagia karena keberanianku, dan mereka harus bahagia karena ke kuatanku dalam menghadapi ujian ataupun cobaan. mereka harus tersenyum karena kesuksesanku dan aku harus bisa menggapai mimpi mimpiku dan menggapai pesan pesan baik yang mereka titipkan kepadaku.

__ADS_1


Satu bulan yang lalu aku bilang kekakak aku, untuk belajar di luar sekolah " yang masih lingkungan sekolahku kemaren " hanya untuk mengisi waktu waktuku yang kosong. tapi nampaknya aku tidak kuat kalau harus ketemu mereka dan aku merasa tidak pantas lagi diam di area sekolahan itu " maskipun ada yang memintaku untuk tetap diam di lingkungan sekolah itu ". Difan meratapi nasipnya ".


Ahirnya aku harus mencari acara atau kegiatan, agar wsktu wsktuku tidak kosong. kalau aku pulang kampung maka pasti banyak yang bertanya. " kenapa pulang belum waktunya...? itu pasti akan muncul dari para tetangga ~ kata Difan ~. dikampungku banyak orang yang sudah mengetahui kecerdasanku, keberanianku dan kejuaraanku selama ini. kalau aku pulang kampung mereka pasti mencari tau tentang aku. " Difan bicara dalam hati.


Difan ahirnya punyak rencana pergi ke Kadiri dengan maksud mencari tempat kursusan bahasa ingris " maskipun Difan sejak SD sampai SMA tidak senang ke Bahasa ingris " terpaksa Difan harus senang belajar bahasa ingris. demi untuk mengisi waktu yang kosong, Difan mencari informasi tentang kursusan bahasa ingris. dan konon informasinya di kadiri ada kursusan itu, dan semua orang di tempat itu berbicara dengan menggunakan bahsa ingris. " informasinya membuat Difan kaget dan takut dengan area yang berbasis bahasa ingris itu ".


Satu hari setelah dapat info itu, Difan pergi bersama temannya " namanya Lamri. Difan dan temannya itu berangkat ke kadiri naik BUS jurusan SURABAYA, dan waktu itu Difan tidak faham rute rute menuju kesana. Difan dan temannya pergi hanya mengikuti jalur jalur yang bisa sampai ke kadiri. kepergian Difan ke kadiri sangat tidak menyenangkan, karena dia tidak senang bahasa ingris " kok sekarang tiba tiba mau kursus bahasa ingris ". aneh tapi nyata dan harus dijalani, demi kebahagiaan mereka nanti * gumam Difan * kamu harus semangat Difan. ~pesan Dimas, Doni dan Alfin waktu aku mau pergi ~ pesan pesan mereka itu yang selalu menyemangati Difan disaat malas dan putus asa.


Waktu itu Difan sehabis turun dari BUS, Difan dan temannya duduk duduk di tempat duduk yang ada ditempat itu. sambil memperhatikan omongan orang orang yang ada disana " konon kabarnya, di kadiri tukang tukang becak juga ngomong dengan bahasa. tiba tiba sepuluh menit kemudian ada tukang becak menyampiri mereka " Difan dan Lamri " dan bertanya, dek kamu mau kemana..? tanyak tukang becak...eh...tidak ngomong pakek bahasa " Difan berbisik ke temannya " iya...! jawab temannya.

__ADS_1


Kita mau kursus bahasa ingris pak...! jawab mereka. iya...! tempatnya di mana, kursusan apa namanya...? tanyak tukang becak. ah...! kita tidak faham tempat tempat kursus yang ada disini , jawab Difan dan temannya.


Kokbisa...? tanyak kembali tukang becaknya. apa kamu baru partamakali kesini...? iya pak, kita anak baru disini, jadi tidak faham tempat tempatnya. ow...gitu, iya udah kalau bagitu ikut saya aja. " uh...gimana ini, ? aku tidak faham lingkungan disini, jadi hawatir deh..." * gumam Difan dalam hatinya.* disini itu banyak tempat tempat belajar bahasa ingris. dari yang mahal sampai pada yang murah, dari yang bagus sampai pada yang jelek dan dari yang sudah terkenal maupun yang belum ~ tutur tukang becaknya, sambil berjalan ~.


Kek...kek...kek... suara rantai becaknya. dek aku antar kamu ke tempatnya Mr. Yoga ya..." pintanya tukang becaknya. ow.. iya pak, kita ikut saran bapak kalau menurut bapak bagus kita ikut.


Di pertengahan jalan menuju ketempat itu Difan melihat orang orang sedang belajar bahasa ingris. dibawah pepohonan mereka belajar terlihat sangat semangat dan seriu " seruh banget belajarnya " gumam Difan dalam hatinya. aku harus bisa seperti mereka mereka itu. maskipun aku tidak senang bahasa ingris, saatnya aku harus belajar senang terhadap bahasa ingris. mereka bisa aku juga harus bisa ~ tekad Difan dalam hatinya~.


Satu langkah demi satu langkaha becakpun sudah sampai ketempat tujuan. sesampainys ketempat itu, tukang becaknya langsung ngomong " good morning mr." eh...tukang becaknya bisa bicara bahasa ingris...! kata Difan dan temannya. good morning too..! jawab salah satu tutor ditempat itu. what happen mr..? tanyak salah satu petugas. ini mr. bingung mau belajar bahasa ingris " kata tukang becaknya. ow gitu ya...? iya mr.! jawab tukang becak.

__ADS_1


gini saja, kamu bayar dulu ongkos becaknya setelah itu kamu masuk dulu sambil lihat lihat materi apa yang kamu suka "saran dari salah satu tutor. ow iya pak, berapa ongkosnya pak...? tanyak Difan dan temannya. terserah kamu dek..." sahut tukang becaknya dengan suara yang lembut. ini pak ongkosnya, terimakasih atas bantuannya pak. iya sama sama dek " jawab tukang becak. Difan saat itu memberi uang sejumlah limapulu ribu rupiah.


DIFAN TETAP TIDAK KENAL LELAH TERUS BELAJAR.


__ADS_2