
Berhari hari sudah Difan lalui..
Asrama baru dan kehidupan baru, dari kehidupan desa ke kota belum bisa membuatnya menikmati kehidupan di kota.
Difan melewati hari harinya dengan pikiran tampa ke kebahagiaan. "no happy of him" . kehidupan di desanya terasa sangat lebih indah tuturnya.,.kehidupan di kota bagi Difan semuanya nampak terlalu asing. bagaimana, tida"? kebiasaan kota dengan desa sangat berbeda, bagaikan langit dan bumi. 'masakan serba instan, nyuci baju mesin yang kerja, minumanpun serba beli "botol wadahnya". dan masakan tinggal mesan." mudalnya uang.
Sementara kehidupan desa serba alami "no instan", masakan serba api dari kayu bakar..hidup dengan kehijawan rumput rumput indah buatnya " tidak bisa lupain desa kampung halamannya". kehidupan desa secara kesehatn memang lebih segar buat benafas. tidak banyak evolusi dan makana makanan didesapun lebih terjamin kesegarannya.."tutur, Difan.
Aku rindu ibuk, papa, kakak, tetangga dan teman temanku. Difan belum bisa menghilangkan mereka dalam pikirannya." rindu di atas rindu kepada mereka" kerinduannya kepada mereka masih terlalu kuat, buatnya belum menyatu dengan kehidupan barunya..rasa rindu memang buat orang tidak nikmat hidup, namun indah pada waktunya..
Difan seorang diri yang berasal dari desanya" tampa seorang teman yang satu desa", no close friend, ". wajar dehhhh... alam barunya sulit di cintai." bahasa cinta ". seperti making love".
...
TULILIT.....TULILIT......
Dering HP, terdengar keras masuk ke pengeras suara..
Deringan telphone rumah itu terdengar suaranya ke masing masing Blog..
Saat itu Difan sedang duduk berduaan dengan temannya didepan Asramanya..Dengar deringan telphone yang sangat keras itu, Difan kaget sekaget kagetnya,..anih baginya suara itu. itu suara apaya? tanya Difan ketemannya. ", suara telphone". jawab temannya.
Dimas...Dimas...Dmas...
Difan 'memanggil temannya yang paling dia senangi,. ada apa Difan? kamu bilang suara yang keras tadi itu suara deringan Telphone, bukankah demikian? tutur Difan ketemannya.
iya...! tadi itu suara deringan Telphone, itu biasanya kalau berdering ada orang telphone, ,.dan biasanya itu wali murid mau telphone anaknya yang di sini." penjelasan yang sangat lengkap dari temannya itu buat Difan sangat faham.
"...benarkah bagitu..."! tanya Difan dengan Ekspresi yang sangat senang pada waktu itu.
" iya, jawab temannya, dengan senyuman tipis dibibirnya.
Nahhh...
kalau bagitu Dimas antar aku ketempat itu, tempat apa Difan? temannya tanya...uhhh Diiimas, itu' ' ' ', tempatnya orang telphone..
Ow.. tempat itu yaaaa..!??
Hemsss pasti kamu mau vonnn ya...!? tutur temannya itu, dengan gaya bahasa alai...
Iya Dimas, aku mau telphone keluarga,", aku rindu mereka, terutama dan yang utama ibuku.
__ADS_1
Dimas,,nanti disan kasih tau caranya ya!! kata Difan, iya kawanku..sahut Dimas..
dig... dig...dig...
suara sandal mereka menuju Wartel, sesampai disana ada beberapa murid, ada yang sedang Von, ada yang sedang masuki nomor tujuannya dan ada juga yang sedang menunggu panggilan dari keluarganya..
Udahh sampai ruangan Wartel Dimas dan Difan, pandangan sana sini di arahkan dari mereka mencari Telphone yang kosong..
terlihat di pojok satu meja yang masih kosong diruangan itu..
Fan..Fan Difan, suara kecil keluar dari temannya, apa Dimas? respon Difan, itu ada meja kosong, mari kita kesana ajak Dimas, mari...
sit....sit...suara geseran kaki mereka dengan gaya jalan mereka menghampiri tempat yang kosong, saat itu meja telhpone sudah penuh, tinggal satu diujung membuat mereka jalan miring menuju ketempat itu.
Tek...tek..tek...Dimas masukin nomor Von keluarganya Difan.
derrrt...derrt...derrt..."dering HP", diatas meja yang berada diruang tamu..
Ayu..Ayu..Ayu..
iya ibuk, ada apa buk kata Ayu,. itu nak Hp ibuk berdering tolong ambilin di meja ruang tamu..
halo, halo.
Assalamualaikum..ucapan salam dari Ayu, waalaikumsalam embak...aku Difan embak, siapa, Difan? tanya Ayu dengan ekspresi gembira berbinar binar, " wajah yang berseri seri, efek rindu yang terobati " buk..buk..buk adek buk, adek buk" kata Ayu sambil lari lari kecil,..sampaila Hp itu ke ibuknya.
...
Assalamualaikum mas Difan " mas itu panggilan seorang ibuk sedari kecil"
Waalaikumsalam, ibuk..gimana kabarnya ibuk? " baik mas, mas sendiri gima kabarnya,? baik juga ibuk.." ibuk, aku rindu sama ibuk, " aku rindu sama papa, kakak dan rindu semua orang kampung buk..
Iya mas" kitapun disini semua juga sangat merindukan kamu, tapi kita harus kuat Nak " sekali kali panggilan anak keluar dari ibuknya", sebagai tanda kasih sayang seorang ibuk terhadap anak.
Kita harus kuat Nak, terutama kamu disana " percakapan berlangsung diantara mereka saling melepas rindu". lebih lebih kamu disana, ingat pesan kakak kamu, pesan ibuk dan pesan semua keluarga" Difan hanya mendengarkan omongan ibuknya". bukankah mas Difan pindah sekolah dari desa ke kota untuk mengejar mimpi mimpi kamu?..iya ibuk, doakan Difan ya buk, titip salam buat semua keluarga dikampung.."iya nak,.
Pokoknya mas Difan harus bisa mewujudkan mimpi mimpinya, jangan bolos sekolah biar jadi orang pintar dan cerdas." iya buk", jangan lupa jaga kesehatan lahir dan batin, jangan enggan membantu teman temannya, dan yang paling terpenting jangan sampek lupa tujuan kamu, pindah sekolah itu untuk lebih giat belajar dan mengejar mimpi.." iya buk" nasehat seorang ibuk kepada anak kesayangannya selalu baik..
Tidak terasa percakapan mereka sudah berlangsung selama setengah jam",ibuk Difan pun nampaknya senang banget bisa melepas rindu pada anaknya,.ibuk, ibuk udah duluya ibuk, Difan meng ahiri percakapannya.." iya nak Difan." hati hati disana ya anakku..iya ibuk..sahut Difan..
Assalamualaikum
__ADS_1
"ibuk"......
waalaikumsalam
"Nak"......
Maaf ya Dimas, buat kamu nunggu lama.....
Tidak apa apa Fan, jawab temannya, seraya menunjukkan ke ihlasan dan kesenangannya menunggu Difan..
Mereka bergeges menuju kasir, berapa mas ? tanya Dimas..
Sepuluh ribu mas sahut penjaga kasir itu..ini mas, terima kasih ya mas ucap mereka sambil melangkahkan kaki menuju pulang ke asramanya.
Dipertenganhan menuju pulang mereka mampir kesalah satu" mini market", kepunyaan pesantren dengan tujuan membeli peralatan mandi yang masih kurang..
di mini market itu, 'tiba tiba ada suara memanggil Dimas," Dimas..Dimas..dari arah belakang mereka.
Siapa ya, seraya memalingkan wajahnya ke arsh suara itu.
Hai katanya Doni, teman Dimas..ini siapa? dampil menjulurkan jari telunjuknya ke arah Difan? tanya Doni, teman Dimas." Difan hanya senyum tipis di bibirnya.
Ow ini...
Ini Difan teman baruku, dia juga mau sekolah di sekolahan kita. tutur Dimas ke Doni..
Ayo kenalan," pintanya Dimas ke Doni dengan penuh harap mau berkenalan ke Difan.
Hai aku Doni teman Dimas sapanya....!
Iya aku Difan teman barunya Dimas...Nah sekarang Difan punyak teman baru namanya Doni, iya makasih jawab Difan.
Eh.... Doni kita pulang dulu ya...! oke kawan jawab Doni, sampai jumpa dilain waktunya " kata Dimas dan Difan", dambil melangkahkan kaki mereka pulang Asrama.
Sesampai ke asrama Difan dan Dimas bermaksud langsung mendaftarkan Difan sebagai murid baru,.tapi sudah ada edaran ke asrama masing masing bahwa pendaran di tunda tiga hari mundur......
Terlepaslah rindunya" kini Difan" terlihat lebih cerah daripada sebelumnya..setelah menilfon keluarganya keluar sudah wajah tenangnya." tampak kecerahan di daun pipi putihnya buat orang melihatnya terkesima...!
AKU ADALAH ANAK DESA INGIN MENGEJAR MIMPI.
jangan bosan bosan ya untuk membaca epesod selanjutnya,....!
__ADS_1