
Setelah berjam jam bahkan dua hari perjalana dari desa Difan lelah menyertai mereka. Melihat dari kejauhan nampak gedung gedung pendidikan dan tempat tempat ibadah menjulung tinggi Difan geleng geleng kepala, Difan anak mengejar mimpi mimpinya dari desa ke level sekolah ternama, jadi wajar anak desa ke kota terlihat nurak sekali. hehe... kasian nasib anak desa.
Baru kali ini aku melihat gedung gedung setinggi ini, didesaku aku tidak pernah melihat bangunan setinggi ini, ohhhh no aku adalah anak desa jangan kelihat norak sama mereka kata Difan merasa minder alias tidak percaya diri.
Langkah demi langkah Difan dengan kakaknya semakin jelas melihat bangunan bangunan yang ada di lingkungan dimana Difan akan menjalani hidup barunya di tempat tersebut.
Difan bangunannya bagus bagus ya, bertingkat tingkat dan tempatnya ramai sekali," tutur kakak Difan" iya kak, kelihatannya mereka semua anaknya konglomerat kalau dilihat dari cara hidup mereka, tidak biasa aja dehh perasaan kaka, sama dengan kita tutur kakaknya, kakaknya bilang sama dengan mereka kasihan Difan biar tidak minder sama mereka, maskipun nyatanya benar benar berbeda.
Beribu ribu langkah sudah terlangkahkan, ahirnya Difan dan kakaknya tiba gerbang komlek sekolahan ternama itu, Difan dan kakaknya mulai memasuki komleks itu kebingun yang mereka rasakan seakan tampa arah yang menuntunya. taklama kemudia dari kebingungannya itu, seorang sukariti menghampiri seraya bertanya" kalian mau kemana?" tanya sukariti...saya mau mensekolahkan adek saya ditempat ini tapi kita bingun tidak tau caranya bagaimana? tutur kakaknya, kalau kita mintak bantu!!!" tolong pak bantuannya.
Baiklah kalau kalian butuh bantuan bapak gakpapa tuturnya, iya bapak kami butuh arahan bapak, " ditenganh percakapan Difan dan kakaknya dengan pak sukuriti itu" setiap murid yang lewat peda melihat kepada percakapan mereka dengan pandangan sedikit tidak suka sepertinya.
Lanjut paksukuroliti menjelaskan cara cara mendartar di sekolahan ternama itu. disini semua siswa harus ber asrama, asrama itu maksudnya kamar kamar yang diisi dua puluh bahkan sampai empat pulu orang perkamar," tuturnya pak sukuriti.
Ow...gitu ya pak???? tanggapan Difan dan kakaknya.
Gimana caranya pak biar bisa masuk ke Asrama itu pak? kitakan orang baru disini pak, tanya Difan.
Coba kalian datang ke Asrama blog A nomor tiga pulu, sembari nunjukkan dengan tangan kanannya ke arah timur. tutur pak sukuriti.
iya pak...makasih arahannya...! ucapan terima kasih yang tulus dari kakak Difan dilontarkan ke pak sukuriti itu buat pak sukuriti tersenyum. iya dek...iya dek...sama sama. " kata pak sukuriti yang bertugas jaga pintu Gerbang di komleks sekolahan ternama itu"...
Difan dengan kakaknya bergeges dari percakapan dengan bapak sukuriti itu menu asrama yang ditunjukkan oleh paksukuriti itu. dig....dig....dig...langkah kaki terus berjalan mencari asrama tersebut.
muter muter Difan dan kakaknya mencari blog A nomor tiga pulu, sebentar dari kebingungannya tiba tiba Difan melihat blog asrama yang ditujunya, itu kak...blog yang kita cari "kata Difan ke kakaknya....ow iya itu dek...sahut kakaknya. mari kita kesana, iya kak....
dig...dig...dig...langkah kaki mereka mendekati asrama tujuannya.
__ADS_1
Setelah mereka sampek di depan asrama yang dituju, salah satu dari mereka terucap salam...assalamualaikummm....kata kakaknya.
Serentak anak di asrama itu menjawab salam yang terucap dari kakak Difan.
Waalaikumussalam.....jawab semua anak kamar di asrama itu.
Mari dek masuk!! salah satu dari mereka ngajak masuk ke Difan.
Percakapanpun berlangsung antara Difan dan kakaknya dengan semua anak yang berada di asrama tersebut.
Saling tanya menanyakpun terjadi dan saling memperkenalkan diri mereka masing masing.
Obrolan terahir dari kakak Difan setelah panjang lebar ngobrol ngobrol",,,,saya mohon maaf mau nitip adek saya pada kalian semua",, kata permohonan sekaligus kata titipan kepada mereka yang sangat mohon nitip adek kesayangannya.
Serentak jawaban dari mereka" iya...iya.. Mas kata mereka.
Here...here....here...aku punyak teman baru...punyak teman baru....punyak teman baru...satu yang palin kecil dari mereka sangat happy karna punyak teman baru.
Kakak Difan merasa senang karena adek kesayanganya diterima oleh mereka...terima kasih ya...! kalian nerima adekku sebagai keluarga di asrama ini dan saya sangat seeenang sekali melihat ke akraban kalian ke adek saya...
Pokoknya saya nitip adekku pada kamu sekalian dan tolong di ajari yang baik baik ya adek ade...tuturnya kepada mereka.
Difan adalah keluarga baru kita sekarang... kata mereka semua.
Difan anak baru di asrama itu hanya senyum..senyum.... dan senyum...dengan senyuman penuh rasa malu malu dan gagal fokus.
Semua pandangan ter arah kepada Difan buat Difan salting" kata kids jaman now" tampa satu katapun yang terucap dari Difan.
__ADS_1
sebenarnya Difan saat itu sudah terangkai beberapa kata yang disiapkan atau sudah terkinsep selama perjalanannya, tapi saat itu Difan tidak mampu keluarkan satu katapun.
rasa malu menyertainya dan rasa tidak percaya diri buat Difan terdia beribu ribu bahasa.
saat itu yang nampak di bibir manis dan imutnya hanya senyum senyum kecil yang terlihat pada mereka.
Dasib anak baru jadi pusat perhatian tutur Difan dalam hatinya. satu persatu dari anak asrama itu mengajak Difan bicara tidak ada yang berhasil, Difan hanya ngerespon mereka dengan senyuman.
Difan dikala waktu itu menundukkan kepalanya tidak sanggup menanggung rasa malu kalau harus ngerespon pandangan mereka satu persatu.Uhhhh....palang aku ini tutur Difan sibuk ngomong sendiri dalam hatinya.
Mereka semua melihatku kata Difan, tenang Difan...kamu anak baru harud percaya diri...nanti kamu juga akan hilang rasa malunya,.."bisikan hati kecilnya" selalu memotivasi Difan biar PD.
Kaka Difan pun juga memandanginya seraya mengalirkan air mata yang tak tertahankan" aku kasian sama kamu dek, kakak harus meninggalkan kamu disini tampa bapak ibu, tapi tidak mengapa demi mengejar mimpi mimpimu kakak harus pasrah demi kesuksedanmu sendiri"
tutur kakaknya dalam hatinya.
Kakaknya tau bahwa Difan anak pendiam dan tidak banyak tingkah.
Difan adalah anak yang rajin semasa TK sampai SD jadi kakak tidak perlu menghawatirkan Difan disekolah barunya nanti.
dan kakaknya Difan yakin, Difan akan secepatnya bisa bergaul denga teman teman barunya. maskipun Difan seorang pendiem tapi Difan bisa cepat akrab dan di akrabi oleh teman temanya.
Difan sejak Sekolah SD teman temannya banyak yang seneng padanya, karna Difan sering dimintahin bantuan oleh teman temannya kalau ada PR atau pekerjaan rumah yang diberikan oleh gurunya, tidak hanya teman sekelasnya yang dibantu oleh Difan bahkan kakak kelasnyapun dibantu untuk mengerjakan tugas tugasnya.
HEMSZZZ Difan anak desa yang datang kekota untuk mengejar mimpinya. seorang anak petani bermimpi jadi seorang Dosen kelas tinggi dan ternama.....hemmm...penasaran dehhh...!!!baca dan ikuti terus epesod epesod selanjutnya ya!!!....wahai para pembaca kelas tinggi,...
wes....ikuti selanjutnya ya...!
__ADS_1