
DIFAN....
Satu tahun sudah waktu berlalu menyertaiku dengan penuh kenangan pahit dan manis bersama mereka. sekarang saya sudah naik kelas delapan atau kelas dua SMP. tidak terasa waktu sudah mengantarkanku ke umur tiga belas tahun. keananganku di tahun sebelumnya, mengajarkan aku untuk menjadi orang dewasa dan mengajariku semakin tahu tentang kehidupan. sekarang aku tau bahwa kehidupan itu harus dijalani dengan serba kesabaran yang kuat. kuat menahan diri dari kemandirian dan harus kuat menghadapi lika liku kehidupan.
Hari ini aku sudah melewati satu tahun di kelas SMP dan ternyata sekolah disekolahan ternama ternyata banyak kelebihannya. sekolahanku mengajariku disiplin, dari mulai berangkat sekolah, belajar dan mengajari aku disiplin mengerjakan tugas. dari kedisiplinan itulah aku tumbuh dewasa.sekarang saatnya bagi aku untuk menambah ke cerdasanku memahami pelajaran dan pada ahirnya aku bisa meraih mimpi mimpiku dengan segera.
Aku akan buktikan kepada dunia bahwa aku bisa meraih apa yang aku inginkan, aku sadar aku ana desa, maka dari itu aku harus diri.
Aku tau aku anaknya petani didesaku, makanya aku harus rajin belajar untuk bisa mengejar mimpi mimpiku dan bisa membuat mereka semua bangga.
Aku tau banyak orang merendahkan anak desa, makanya aku harus bisa membuat mereka diam dari kebiasaannya merendahkan orang.
Aku tau aku bodoh, makanya aku berusaha sekuat tenaga untuk menghapus ke bodohannku.
Difan..
Dia di sekolahannya menjadi orang yang terkenal dalam ilmu agama, tapi sangat lemah di bidang ilmu MTK, makanya ketika pelajaran MTK dia tidak bisa mengerjakan soal soal yang di berikan oleh Gurunya. tapi kalau pelajaran agam sangat faham, sementara temannya yang lain biasa biasa saja pengetahuannya dibidang agama. dia emang pandai soal agama sejak di kampung halamannya sudah jago, tapi sangat lemah di bidang bahasa ingris dan MTK.
Disetiap usai ujian waktu itu sekolahannya selalu mengadakan acara CLASSMEETING yang diadakan oleh organisasi internal sekolah, atau di kenal dengan sebutan OSIS. Semua siswa wajib mengikuti lomba itu tampa terkecuali, dalam surat edarannya terdaftar beberapa macam perlombaan. ada lomba puisi, lomba pidato, lomba mengerjakan soal MTK dan lomba cerdas cermat. petugas OSIS mengidarkan surat edaran lomba itu ke asrama asrama.
__ADS_1
Difan dan Dimas sepakat mengikuti lomba tersebut, mereka bilang kesempatan untuk melatih mintal" ujar mereka berdua,. kita lomba untuk mengasah mental kita masing masing. mereka mengikuti lomba itu dengan maksud cari pengalaman dan menguji mental. Dimas,..kamu mau ikut lomba apa? kamu tinggal pilih sesuai dengan kehendakmu, kata Difan ke Dimas. dengan wajah wajah tidak serius dalam hal ini.
Difan, kamu tadi tanya aku milih lomba yang mana? tanyaknya, aku ikut lomba puisi dan cerdas cermat. wow...! seru amet tu CERDAS CERMAT "tanggapan Difan. iya deh...! seru banget nampak, jawab Dimas. kita nanti rebutan siapa yang tercepat ngacungkan tangan. terus kalau kamu ikut lomba yang mana Difan..¿ tanya balik Dimas. aku ingin ikut lomba pidato bahasa INDONESIA, dan yang kedua aku ikut lomba Bahasa ingris. "saat itu ada dua macam lomba Bahasa, yaitu Bahasa INDONESIA dan INGRIS.
What....! kamu serius....! Difan mau ikut itu...? tanya Dimas dengan nada sedikit merendahkan diri.. Hem... nampaknya kamu ini tidak percaya dengan kemampuanku ya Dimas kata Difan..., haha enjoi kawan kata Dimas, sambil ketawa ketawa, kok ketawa kamu tanya Difan..iya...kawan kitakan ikut lomba hanya pengin melatih mental...HAHA iya..iya...! kita tidak perlu serius tapi wajib tampil. itu rencana dan ide kita yang bagus.
Setelah tiga hari setelah masa edaran itu disebarkan tibalah saat pendafataran lomba yang di adakan oleh sekolahnya, ahirnya Difan dan Dimas pergi ketempat pendaftaran dengan maksud mendaftarkan diri. biaya pendaftaran saat itu, satu jenis lomba lima belas ribu rupiah. Difan dan Dimas mengikuti dua lombah, otomatis biaya yang dibutuhkan sejumlah enam pulu ribu rupiah. sementara mereka berdua hanya bawa uang limapulu ribu rupiah.~..< haha lucu sekali kita..>..tutur Difan.
Satu jam kemudian setelah pendaftaraan itu selesai." Diumumkan kepada semua siswa yang sudah mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba, diharap segera memasuki ruangan yang telah disediakan oleh panitia lomba, . terdengar suara pengumuman dari arah sekolah. saat mendengar suara pengumuman itu, Difan dan Dimas kaget sejadi jadinya, dengan perasaan penuh dag dig dug didada mereka.
Ahirnya semua peserta memasuki ruangan yang telah disediakan oleh panita lomba itu, dengan wajah penuh rasa sedikit tidak percaya diri, terbebani akan penampilan penampilan mereka masing masing membuatnya berwajah susah, dan taklama kemudian semua peserta lomba berkumpul ditempat itu. keculi ada beberapa orang yang belum datang. dikarenakan ketinggalan informasi.
Sekarang saatnya semua peserta maju kedepan untuk mengambil nomor undi sesuai dengan lomba yang dipilihnya" pengumuman dari panitia terlontar lagi. Difan dan Dimas bergeges ke depan untuk mengambil nomor undi, dengan perasaan dag dig dug, Difan kok saya takut ya ikut lomba ini", tutur Dimas pada Difan. Eh...tenang saja Dimas kata Difan, tujuan kita hanya untuk menguji mental kita kata Difan. Benar juga ya..! iya...! kita harus ingat tujuan awal" tutur Difan.
Baiklah para peserta lomba semua yang saya hormati, semua peserta sudah berkumpul dengan persiapan yang sudah bener bener mantap. maka dari itu, ada beberapa tata tertib perlombaan yang perlu kalian ketahui bersama.
Pertama peserta bisa dinyatakan sah menjadi peserta apabila sudah mendaftarkan diri.
Kedua, peserta dinyatakan sah sebagai peserta apabila ada surat utusan dari wali kelasnya.
__ADS_1
Ketiga peserta harus serius menyampaikan penampilannya.
Para peserta semuanya itulah tadi beberapa tata tertib yang perlu di perhatikan oleh kalian semua.", Himbawan panitia.
Baiklah kita panggil peserta dengan nomor undi kosong satu, atas nama Ali saputra. kepadanya waktu dan tempat disilahkan. peserta ini utusan dari kelas tuju "C " dengan wali kelas bapak Walit. bangunlah peserta yang dipanggil dari barisan belakang sebelah kana. inilah dia peserta dengan nomor undi kosong satu. tepuk tangan buat saudara Saputra. pak pik puk pak" tepukan tangan dari peserta yang lain disertai dengan kata ini" maju maju maju. kata semua peserta dengan penuh rasa semagat.
Satu jam berlanjut kegiatan lomba masih berlanjut dengan penampilan penampilan peserta, sesuai dengan undiannya masing masing.
Pserta yang terahir dengan nomor undi lima puluh satu atas nama Difan Alkan, utusan dari kelas satu, dengan wali kelas Bapak Junaidi. " <<<***berikan tepuk tangan yang meriah buat saudara Difan Alkan*.>>>>
Difan..... Difan .....Difan**.....
Semua peserta memanggil nama Difan membuatnya semakin tidak PD. marilah kita saksikan penampilan dari peserta dengan nomor undi lima puluh satu, pserta ini merupakan peserta yang terahir.
Detik detik jampun berjalan menyertai penyampayan Difan waktu itu. dengan berahirnya peserta yang terahir menuntut acara perlombaan itu diahiri.
Sauadara saudara sekalian itulah tadi penampilan dari semua peserta. dan sekarang semuanya sudah berahir. namun sebelum kita tutup acara ini ada pemberi tahuan dari penitia lomba, kepada panitia disilahkan. <<< Tutur panitia lomba >>>
Baiklah teman teman peserta semua, bagi para pemenang lomba jara satu, dua fan tiga dari berbagai jenis lomba akan diumumkan pada hari penerimaan RAPORT nanti. itu saja dari saya mohon maaf atas semua. sampai jumpa nanti.
__ADS_1
HEHE...kata Difan dan Dimas. kita sedah legah kawan sudah bisa tampil dengan penampilan yang baik. maskipun badanku gemetaran sekali.. sama kawan " tutur Dimas.
<<<<<>> SELAMAT MEMBACA SEMUA YA...................!!!!