
Setelah semua berdiskusi masalah Difan yang akan di sekolahkan ke sekolahan ternama yang ada dijawa, Difan merasa sangat seeenang banget maskipun disisi lain Difan sendiri merasa kasihan sama keluarganya, karena difan merasa jadi beban kepada mereka.
Nampaknya semua keluargaku benar benar serius untuk menyekolahkan saya ke sekolahan ternama itu, mau....tidak mau ....aku harus menghargai mereka, maskipun kakak bilang keputusan utama ada padaku kata Difan.
Setelah Difan mendengar keputusan dari semua keluarganya (yang seakan akan keputusan yang tidak bisa diganggu gugat) Difan terlihat senang terseling sedih, Difan tau keluarganya tidak punyak banyak penghasilan seiap harinya.
Kemudia sang ibuk memanggil Difan, Diiiifan, Diiifan, kata ibuk Difan memanggil dengan panggilan penuh rasa kasih sayang. iya....iya...ibuk, maaf buk baru dengar sahut Difan, jawaban Difan seakan merasa penuh kesalahan karena ibuknya berkali kali manggil baru panggilan terdengar.
Ibuk Difan sambil ngelus ngelus pundak Difan, gini nak Difan, besok hari Sabtu nak Difan berangkat ya!!! kata ibuk Difan dengan suara lembutnya, kemana ya buk, kesekolahan ternama itu ya buk? tanyak Difan, ....iya anakku! ...sahut ibuknya.
__ADS_1
Baiklah buk aku akan berangkat, dengan senang hati aku akan patuhin semua keputusan ini, aku berangkat demi restu mereka semua yang sudah bulat dan dengan niat tulus mereka, pasti ada jalan dan hikmah dibalik ini semua, Difan bicara sendiri.
Hari demi hari...jam demi jam...detik berlangsung ...detik.
ahirnya waktu berangkat Difan pun kesekolahan ternama itu tiba.
lambaian tangan dari mereka dan senyuman mereka dengan wajah berseri seri, mengiringi keberangkatan Difan, seraya terucap dari mulut mereka semua" semangat ya Difan dipondok jangan nakal, dan harus rajin belajar" ucapan mereka, ucapan semangat dan pesan kepada Difan.
__ADS_1
Beberapa jam bemudian nenek Difan menangis dan merenung, terlihat sedih karena sudah tidak lagi mendengar suara dan melihat cucunya itu.
Hari...hari berjalan nenek Difan pun tetap ke ingat cucu tersayangnya, Difan dari beberapa cucu dari anak anaknya,.. adalah cucu yang paling disayang, pastaslah dia susah sekali lupakan cucu kesayangannya. semoga kamu menjadi anak yang membanggakan orang tuanya cucuku, dan menjadi orang yang sukses kelak biar bisa memenuhi kebutuhan keluarganya, Do'a nenek kepada cucu tersayangnya.
Difan berangkat bersama seorang kakak yang tidak pernah lelah bekerja cari uang untuk menyekolahkan Difan dan beker demi kesuksesan Difan.
Difan...! panggilan kakak dengan nada yang menyenangkan.... iya kakak, sahut Difan. nanti sampai kesekolaha ternama itu harus kerasan disana ya!!!, iya kak, dan Difan harus semangat belajar dan mengaji, jangan ikut teman temanya yang kurang baik, " pesan sekali gus nasehat seorang kakak pada adeknya". saya pokoknya harus menjadi siswa yang paling cerdas, disiplin, rajin dan pintar, Difan semangat ngomong mimpi mimpinya buat nyemangatin seorang kakak.
Mendengar niat Difan yang suci itu ditengah perjalanan yang jauh dan melelahkan, kakak Difan tersenyum, karena ada harapan cerah dari adeknya.
Kakak Difan selalu mengelus ngelus Difan seraya berdo'a dalam hatinya" semoga kamu jadi anak kebanggaan keluarga kita adek, dibarengi aliran air mata". itu Do'a seorang kakak. dan Difan patut di dukung untuk selalu semangat belajar, karena sedari SD kelas satu sampai lulus, selalu ada di rengking pertama dari tigapulu siswa.
__ADS_1
Hems perjalanan anak desa mengejar mimpi, gimana ya maksudnya!!!!!!? jangan malas membaca di epesod epesod selanjutnya, saya yakin pasti kamu penasarankan? makanya ikuti terusya!!!!!