ANAK DESA MENGEJAR MIMPI

ANAK DESA MENGEJAR MIMPI
HARI HARI INDAH BAGI DIFAN


__ADS_3

Sudah beberapa hari Difan dan semua siswa tidak masuk sekolah alias libur setelah mengikuti ujian kenaikan kelas, Difan lalui hari hari liburnya dengan penuh keindahan. Difan menghabiskan waktu liburnya dengan


memperbayak baca novel, membaca buku dan dihabiskan dengan belajar puisi.


Dipagi yang indah dan menyegarkan saat itu, datanglah Doni dari arah timur dengan membawa sebungkus makanan. Difan melihatnya..!, merasa bahagia dicampur senang. Difan merasa senang karena bisa bertemu Doni, dan bisa jalan bareng kemana saja Difan mau. saat itu Dimas tidak ada di tempat itu pergi dengan temat kelasnya.


Tak tik tuk tak...!


Suara sandal Doni semakin dekat menghampiri Difan. sesampainya disana Doni mengucapakan", salamat pagi Difan, bagaimana kabar kamu, tanya Doni.., dengan wajah berbinar binar, tanda kebahagiaan


muncul di wajahnya. Selamat pagi juga kawan. aku baik baik saja, dengan segera menjawab..


Nmpaknya kita lama takjumpa kawan kata Difan. silahkan duduk pinta Difan ke Doni seraya menanyakan itu apa....? Don...!tanya Difan. ow ini makanan ringan buat sarapan pagi. kamu pasti belum sarapankan tanya Doni sambil membuka bungkusan jajan yang dia bawa. ayuk makan Difan, aku bawa ini buat kita sarapan pagi ini. masa iya sih...! ? sahut Difan dengan wajah malunya.


Difan...by the way Dimas kemana? tanya Doni. itu apa artinya " by the way itu", aku bener bener tidak ngerti katanya Difan. bohong kamu Difan, masa kamu tidak faham artinya? iya aku emang tidak faham, kata kata itu asing ditelingaku jadi aku belum faham artinya. baiklah...! itu artinya " ngomong ngomong Dimas kemana?. itu artinya Difan...!

__ADS_1


hehe ....kamu pintar bahasa ingris, tapi mudah di Prank atau mudah di bohongin. jadi kamu faham artinya itu ya...? tanya Doni dengan wajah sedikit malu. maafka aku ya Doni...! pliz...! katanya. iya gakpapa Difan, tapi aku malu kekamu soalnya ngajarin orang yang sudah faham itu malu maluin.


Obrolan merekapun terus berlangsung dengan candaan mereka masing masing. mereka terlihat senang sekali hari itu, karena bisa bisa saling tatap muka. ditengah tengah pembicaraannya, Difan tiba tiba diam seakan ada yang dipikirkan. Difan kamu kenapa kok dari ketawa berubah jadi merenung gitu sih...? kamu pikirin apa? tanya Doni dengan rasa cemas. aku tidak apa apa, hanya saja aku tiba tiba teringat teman kita, siapa maksud kamu...? tanya Doni.. Dimas maksud kamu Difan? iya siapa lagi kalau bukan dia.


Tidak lama kemudian datanglah Dimas dengan satu temannya, namanya Alfan. Dimas datang dari rumahnya Alfan dengan membawa buah manggis. setelah sampai ke asramanya, Difan dan Doni berkata" PANJANG UMUR".....mereka serentak berkata bagitu. Dimas merasa kaget mendengarnya apalagi Alfan yang tidak mengenal mereka. kok kalian berkata seperti itu...? kata Difan ke Doni, jelaskan maksudnya Doni...!pintanya Difan. Baiklah saya jelaska, tadi kita asik asiknya ngobrol tiba tiba Difan diam, eh ternyata dia ingat kamu Dimas. ow gitu ya...? tiba tiba kamunya nongol.


Uh...pershabatan mereka itu memang luar biasa. kompak dan saling melengkapi disaat salah satu dari mereka membutuhkan.


By the way, Dimas punyak teman baru nie....? tanya Difan. <>>. tidak..! Alfan bukan teman baru, dia justru teman lamaku, teman satu kelas. cuman saya belum sempat mengenalkan dia sama kalian, tuturnya. jadi sekarang saya punyak teman baru donks...! tanya Difan. di blog apa asrama kamu Alfan? tanya, aku blog "G" nomor dua lima, jawab Alfan singkat.


Mereka menikmati sebungkus makanan yang dibawa oleh Doni dan sebungkus buah yang dibawa oleh Dimas dan Alfan. Dimas merasa senang melihat Difan selalu tersenyum. aku senang rasanya kalau melihat Difan ketawa, dulu waktu santri baru sulit rasanya aku bisa melihat senyumnya. sekarang suda selalu tersenyum dengan berjalannya waktu, tidak terasa kamu sudah sampek satu tahun disini...<<>>.


Obrolan mereka kurang lebih sudah satu jam, ahirnya Doni dan Alfan mintak pamit ke Dimas dan ke Difan bermaksud pulang. Dimas... Difan...aku pamit pulang ya...! pinta Doni kepda mereka. aku juga mohon pamit kata Alfan. oke..! sampai jumpa dilain waktu kawan kawan...! eh... jangan lupa saya mintak tolong katanya Difan ke Doni..! kalau ada pemberi tahuan pembagian RAPOR infokan ke saya ya Don, aku takut lupa. oke...!


Hari berjalan dengan indah tiada masalah apapun, membuat hari hari Difan bahagia. Difan seorang penyabar dan peduli ke siapapun, tidak mengenal benci dan dusata saat itu.

__ADS_1


Satu jam kemudian, datanglah Alfan ke kamarnya Dimas dan Difan dengan maksud mengabari mereka tentang pembagian RAPORT. tak tik tuk tak....


langkah kaki Alfan menuju Asrama Dimas dan Difan. setelah sampai kekamar mereka ternyata mereka tidak ada di kamarnya. putar kekanan, kekiri dan kearah yang mungkin Alfan bisa pandang dengan maksud mencari mereka, tapi tidak ada.


Alfan yang sedari tadi mencarinya memutuskan untuk menunggu di asramanya mereka. Alfan duduk duduk di depan kamar mereka sambil baca baca komik kesukaanya. satu komikpun usai dibaca oleh Alfan merekapun belum nongol. kok lama ya...? mereka belum datang, kemana ya kira..? apa aku pulang saja sekarang nanti kesini lagu tuturnya. tapi aku mau nunggu mereka sepuluh menit lagi deh..! menitpun berlalalu mereka juga belum kunjung dtang "Alfan ngomong sendiri. ahirnya Alfan memutuskan pulang kekamarnya denga rasa sedikih sedih tidak jumpa mereka.


Satu jam kemudian Difan dan Dimas datang, abis dari jalan jalan sambil membeli nasih. sesampainya dikamar, anak kamar sebelah mendekati mereka. assalamualaikum.....! kata anak sebelah kamarnya Difan dan Dimas dengan maksud memberi tahu mereka bahwa ada yang mencari mereka satu jam yang lalu. Waalaikumsalam ....! kata Difan dan Dimas... masuk pintanya mereka. tidak usa mas, sambil menongolkan kepalanya ke dalam kamar. ow ada apa mas ....? tanya Difan ke anak sebelahan kamarnya itu. anu mas tadi ada yang mencari kamu, nitip salam kesaya suru sampaikan ke kamu, kalau tidak salah namanya Alfan. ow terimakasih ya mas kata Difan kepadanya. iya uda mas saya balik kekamar, tuturnya anak sebelah kamarnya itu sambil melangkahkan kakinya.


Dimas ayo kita pergi ke kamarnya Alfan yuk tadi katanya anak sebelah Alfan mencari kita. ada apa ya kira kira kok Alfan cari kita.? tanya Dimas, makanya kita kesana!, segera.! kalau bagitu ayo kita segera kesana ajak Dimas. oke kita berangkat. tak...tik...tuk...tak...langkah kaki mereka menuju kamarnya Alfan. tidak kemudian mereka sampai ke kamar Alfan dan langsung mengucapkan salam sapaan. saat itu di depan asramanya Alfan ramai dengan teman teman kamarnya. saat itu Alfan ada didalam kamar, tiba tiba satu orang dari temanya memanggil Alfan. ada orang yang mencari kamu, kata salah satu temannya. Alfan tidak langsung keluar kamar saat itu, dia meninguk dari dalam kaca. mengetahui bahwa yang datang itu adalah orang yang dia cari satu jam yang lalu, langsung Alfan keluar. eh...kalian kata Alfan. iya maaf" kata Dimas kalau kefatangan kita mengganggu. stop kata Alfan aku tau tujuan kalian.


Iya...itu maksud kita kesini, mau tanya katanya anak sebelah kamar saya sampean mencari kita' tuturnya mereka. ada apa, ? tanya Dimmas dan Difan, katanya kamu ada penting kekita, sampek sampek kamu menunggu lama dikamar kita tadi pagi. memang kamu belum dengar bahwa besok hari selasa pembagian RAPORT sekaligus pembagia hadiah bagi pemenang lomba CLASS MEETING kemaren. tutur Alfan kemereka. kita belum tau hal itu Alfan kata mereke. makasih ya infonya dan kita pamit pulang, sekali lagi mohon maaf dan terima kasih ya...! iya sama sama, kata Alfan.


Ahirnya hari selasa pun tiba, memanggil semua siswa untuk mendatangi kelasnya masing masin. waktu itu pembagian Raport di berikan di kelasnya masing masing oleh wali kelasnya. setelah pembagian raport semuanya berkumpul di AUDITORIUM untuk mengikuti penutupan lomba dan penerimaan hadiah bagi para pemenangnya." kata wali kelasnya.


Singkatnya pemenang lomba pidato bahasa indonesia di raih oleh Difan Alkan. saat itu hadiahnya PIAALA dan uang tiga ratus ribu rupiah. pujian pujian kebahagiaanpun muncul dari teman teman Difan. tidak hanya pujian dari temannya dari wali kelasnya juga mendapatkan hadiah uang sejumlah seratus ribu tupiah.

__ADS_1


Difan waktu itu penuh dengan kebahagiaan yang sangat membahagiakan. Difa anak desa menjuarai juara satu di sekolahan ternama itu, membuat para siswa yang lain termutivasi.


__ADS_2