ANAK DESA MENGEJAR MIMPI

ANAK DESA MENGEJAR MIMPI
DIUJUNG KELAS TIGA SMP~NYA DIFAN.


__ADS_3

Difan pergi ke WARTEL untuk menilvon keluarganya yang ada di desa. sudah lama Difan tidak menilvon keluarganya di desa membuatnya rindu berat. kerinduan waktu itu benar benar datang dalam perasaanya yang sangat merindu. berbulan bulan Difan tidak menilvon keluarganya, dikarena tidak sempat gara gara kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan saat itu.


Difan sejak menjadi ketua kelas tidak bisa menilvon keluarganya kalau harus tiap satu bulan satu kali. Difan sebenarnya ingin setiap satu bulan satu kali menilvon semua keluarganya yang ada jauh du desa. tapi wsktu yang tidak mengizinkan untuk menilvon. ada saat saat rindu kepada keluarga taipi sayang semuanya serba tidak mungkin untuk di penuhi.


Di wartel tersedia telvon rumah yang diperuntukkan untuk siswa yang ingin menilvon keluarganya yang ada di kampung. sesampainya di wartel semua telvon sudah ada yang memakainya. ahirnya Difan duduk di tempat antrian tidak lama duduk di tempat tersebut tiba tiba ada yang menyentuh dari belakang sambil menanyakan." ngapain kamu disini ?. kaget Difan saat tau yang menyapanya adalah guru paling keras mwnurut persepsi para siswa, yang pernah Difan kunjungi beberapa minggu yang lalu.


Difan waktu itu sedang duduk, saya antri, mau menilvon keluarga didesa ",jawabnya, kok belum nilvon kamu ? tanyak balik pak guru itu. iya pak..!, saya antri disini lagi penuh pak, ada yang makek semua.~jawab Difan. mendengar jawaban dari Difan demikian. Pak guru langsung menyuruh Difan menggunakan milik pribadinya yang ada di pojok belakang sebelah utara.


Pemilik Wartel itu...!, ternyata punyak pak guru yang terkenal keras itu.


Saat itu semua yang sedang menilvon kaget melihat Difan diperlakukan sangat spesial itu mereka memandang dengan penuh tanda tanya dalam pikirnya. bahkan tidak hanya siswa yang kaget melihat kejadian itu, petugas wartelpun sangat kaget melihat Difan yang saat itu menggunakan telvon milik pribadinya pak guru itu.

__ADS_1


Saat itu Difan diberi waktu satu jam oleh pemilik wartel itu. tik tik tik...!, Difan memasukkan nomor HP yang dituju, yaitu nomor HP ibuknya. tut...tut...tut....suara tanda masuk panggilan ke nomor yang di tuju. berkali kali Difan memanggil nomor tujuaanya, tidak ada yang mengangkat telvonnya, baru panggilan ke tujuh ada yang menerima panggilan dari Difan. waktu itu yang angkat telvon dari Difan adalah kakaknya, yang waktu santri baru mengantarnya kepondok. kakak ke sayangannya.


Assalamualaikum, kakak ya...? tanya Difan. iya kata kakaknya.~ ini siapa ya..? tanyak kakaknya, saya Difan kak. Alhamdulillah ...! kamu Difan, kok lama tidak ada kabar adek..? tanya kakaknya dengan suara terdengar sangat bahagia. iya kakak mohon maaf saya lama tidak ngasih kabar kakak, ibuk, papa dan keluarga yang lain. apa kabar adek..? Alhamdulillah baik kak, kakak sendiri bagaimana juga kabarnya? tanya Difan.


Bagaimana kamu disana udah banyak temankan..? tanya kakak Difan. alhamdulillah kak udah banyak teman yang senang ke Difan, bahkan ada yang menganggap saya saudara. tidak hanya itu dari kalangan dewan guru ada juga yang sampai menganggap saya anak. kok bisa bagitu...? tanya kakak Difan dengan rasa senag. iya kak saya juga tidak tahu" ,tuturnya Difan. pokoknya teman teman saya hampir semuanya senang ke Difan. iya sykurlah kalau seperti itu, kamu juga harus senang kepada mereka. iya kakak...!


Kak mohon maaf kalau boleh saya mau telvon ibuk lama tidak telvon ibuk, ow iya dek saya panggil dulu ya...! eh..! ibuk ada disini ternyata dek mulai tadi dengarin kita ngomong." tutur kakak Difan. oh...! kalau gitu langsung kasih ke ibuk kak, rasanya sudah tidak kuat sudah menahan rindu ke ibuk.


Ini buk Difan mau ngomong, daat itu telvon di kasih ke ibuknya. Assalamualaikum...! waalaikumussalam..! ibuk, ~ apa kabar, ibuk sehat ya buk dan bagaimana keadaan tetangga semua? ibuk baik Mas, papa juga baik dan semua tetangga juga baik semua, Mas Difan sendiri bagaimana kabarnya? tanyak ibuk Difan. saya juga baik ibuk dan senang hari ini Difan bisa menilvon ibuk. Difan senang banget sekarang buk, soalnya teman teman saya banyak yang senang ke saya. maskipun saya dari desa saya tetap banyak yang menyayangi. syukurla Mas..! jadi senang ibuk mendengarnya.


Pertama saya sudah dipilih menjadi ketua kelas dan itu yang memilih wali kelas langsung waktu itu.

__ADS_1


Kedua saya pernah mengikuti lomba pidato bahasa INDONESIA dan bisa menjuarahi level satu ibuk. aku ingin saat pembagian hadiah dilihat oleh semua keluarga lebih lebih ibuk.


Uh..! anak ku sudah pintar sepertinya sekarang ya...? tutur ibuknya. iya ibuk doakan semoga tetap bisa bertahan dalam prestasi ini.


Ibuk....! Difan juga pernah dirayain oleh semua dewan guru bahkan kepala sekolah waktu itu juga hadir ditempat itu. dan semua siswa menyaksikan perayaan itu,~ tutur Difan..


Ibuknya ~, perayaan apa maksudnya Nak Difan...? tanyak ibuknya. iya ibuk. bagini waktu aku dapat juara satu lomba bahasa INDONESIA..**kata Difan.wah...!.ternyata Nak Difan pernah juara satu ya..? dan sekarang banyak yang senang disana...alhamdulillah anak saya banyak teman sehingga ibuk tidak perlu hawatir dan cemas dengan keadaan Mas Difan disana.


Ibuk tidak usa hawatir ya...! saya disini selalu baik dan berbuat baik pada mereka. ~ tutur Difan~. pokoknya Difan disana harus selalu belajar dan bisa mengejar mimpi mimpinya.", nasehat ibuk keanak. ibuk saya kira untuk hari ini cukup dulu ya buk..! soalnya saya pinjam punyak Pak guru, iya Pak guru yang nganggap aku sebagai anak itu buk, yang aku bilang tadi. oh....! iya sudah nak kalau bagitu hati hati disana dan jangan lupa belajar dan belajar setiap hari."" pinta ibuknya...~ iya ibuk,... sampai jumpa dilain waktu ibuk...! by...by.. by.. ibuk.


Setelah selesai menilvon Difan dikasih uang sama pemilik wartel itu, sejumlah kurang lebih seratus ribu, seratus ribu saat itu lumayan banyak. makasih ... pak guru", kata Difan, sebagai ucapan terima kasih.

__ADS_1


Pemberian uang dari pemilik wartel ke Difan itu...! lagi lagi membuat heboh bayak orang di tempat itu, timbul lagi pertanyaan dari berbagai sudut pandang. ada yang mengira Difan itu adalah anaknya, ada yang mengira Difan itu adalah keluarga dekatnya. padahal Difan adalah hanya anak desa yang baru datang kekota. sementara pak Guru itu adalah orang dari jauh, yaitu dari bandung.


HEM...DIFAN....KAU HANYALAH ANAK DESA.


__ADS_2