ANAK DESA MENGEJAR MIMPI

ANAK DESA MENGEJAR MIMPI
TIGA TAHUN KEMUDIAN


__ADS_3

Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan dan tahun demi tahun berjalan bersama lika liku kehidupan. sudah tiga tahun Difan tidak pulang kampung karena mejalani proese pendidikan. tidak terasa waktu tiga tahun sudah terlewati, serasa baru satu bulan bagi Difan.


Setelah Difan menjalani pendidikannya dengan berbagai proses dilalui dan pahit manisnya kehidupanpun menyertainya. sekarsng sudah sampai kepada penghujung kelulusan. yaitu UN~ ujian nasional., tahun kepanikannya Difan. dan satu bulan lagi Difan lulus dari jenjang SMP akan pindah ke jenjang selanjutnya, yaitu pendidikan menengah ke atas atau dikenal dengan sebutan SMA. tidak ada kata malas bagi Difan untuk selalu berproses mencari ilmu dan semangat, untuk mengejar mimipi atau cita cita.


Kesemangatan Difan yang serius, sehingga bisa mengantarkan Difan sampai kepada penghujung kelas tiga SMP. dulu waktu SD Difan selalu bilang dalam hatinya~ nanti kalau saya disekolahkan ke kota aku janji tidak akan pulang selama tujuh tahub~, Difan memang sudah berjanji kepada keluarga besarnya bahwa tidak akan pulang semala tujuh tahun, dan merekapun meyetujui permintaan dari Difan.


Pengumuman^...disampaikan kepada seluruh siswa kelas tiga SMP, bahwa hari sabtu tanggal 22 maret akan dilaksanakan ujian nasional~UN ~, dan harus segera melengkapi peralatan peralatan ujian nasional. seperti pensil, penghapus dan lain lain. semua sisa wajib menggunakan seragam baju warna putih. dan tidak boleh ada yang terlambat datang sekolah. waktu itu hari senin tanggal 17 maret, kira kira ujian nasionalnya tinggal tiga hari lagi.* pemberi tahuan dari pihak sekolah melalui pengeras suara.


Saat itu mereka sedang duduk berkumpul~, ada Difan, Dimas, Alfin dan Doni. mendengar pemberitahuan itu mereka semua kaget sekage kagetnya disertai rasa bahagia. setelah itu Difan langsung mengajak teman temannya untuk membeli peralatan yang diperintahkan oleh petugas. dan merekapun menyetujui dan meng iyakan ajakan Difan. tak tak tak....suara sandal mereka bergeges menuju pasar peralatan sekolah. mereka selalu kompak pergi kemana mana.


Hari ujian Difan sudah tiba, ujian ahir sekolah menandakan sebentar lagi akan selesai pagi pagi banget mereka para siswa siswa sibuk masing masing menyiapkan dirinya untuk berangkat kesekolah dalam rangka mengikuti ujian ahir sekolah. pagi itu Difan sebelum berangkat kesekolah di sempatkan dulu pergi ke wartel untuk menilvon ibuknya. sesampainya ke wartel ruangan sepi, hanya ada beberapa tempat yang ada orangnya.


Tut...tut...tut...daring hp masuk, dan waktu Difan telvon langsung di angkat oleh ibuknya sendiri. Halo...


ibuk ini Difan...


Ow iya nak ada apa pagi pagi banget telvon..? tanya ibuknya.

__ADS_1


Iya ibuk...! dengan suara lembutnya, saya telvon pagi pagi banget ini mungkin buat ibuk kaget ya...? tidak apa apa nak...!


Hari ini Difan ujian ahir buk, makanya Difan telvon ibuk untuk mintak do'a ibuk. doakan ya buk...! semoga ujiannya lancar dan bisa sampai lulus.


Iya...amin nak, ibuk selalu mendo'akan nak Difan.


Iya ibuk makasih.. !, uda itu saja dulu ya buk...! soalnya waktu ujiannya bentar lagi akan dimulai.


Iya nak....! hati hati dan semangat terus belajar, dan yang paling terahir jangan lupa berdoa sehabis usai sholat lima wsktu.


Iya ibuk, terimakasih doa dan nasehatnya, saya tutup telvonnya ya ibuk...!


Hari pertama Difan mengikuti ujian nasionl, saat saat membuat membuat semua siswa bermuka susah. siswa saling pandang memandang saat ujian berlangsung, dengan maksud mencari jawaban dari teman keteman. saat itu kehidupan nafsi nafsi bagaikan hari kiamat, tidak ada satupun siswa yang bisa memberikan mkunci jawaban dari soal yang mereka kerjakan. mereka hanya memikirkan keselamatan dirinya tidakbisa memikirkan orang lain. semua siswa terlihat panik, kecuali Difan yang tidak terlihat panik. Difan mengerjakan soal ujiannya sangat tenang tidak menunjukkan rupa rupa kehawatiran.


Menit berjalan, sehingga ujian menuntut untuk diahiri, karena wsktu". waktu kalian tinggal lima menit lagi dan setelah waktunya habis semua siswa harus meninggalkan ruangan, lembar jawaban tetap diletakkan di mija. bagi siswa yang tidak meninggalkan ruangan dianggap tidak mengikuti ujian nasional.~ pemberi tahuan dari petugas kepada peserta ujian~.


Ahirnya semua siswa beranjak keluar ruangan dengan rasa penuh kehawatiran. saat semua siswa keluar hanya satu siswa yang tidak diizinkan untuk keluar" yaitu Difan. Difan disuru diam di ruangan oleh petugas karena suatu hal. keadaa itu membuat Difan hawatir. kamu yang namanya Difan ya....? salah satu petugas bertanyak. iya..., saya Difan. ada apa ya pak?, kok saya disuru diam disini. " tanyak Difan.

__ADS_1


 


Bagini, tadi waktu ujian semua siswa kami perhatikan terlihat tegang. nah kami melihat dari depan yang tidak gelisah atau panik hanya kamu. apa kamu punyak jawaban...? tanyak penjaga ujian. tidak pak..! jawab Difan. tapi kok kamu tenang tenang saja waktu mengerjakan soal, sementara yang lain pada susah...? tanyak penjaga ujian.


Iya...! saya tenang mengerjakan soal soal ujian, karena saya tau dan yakin bahwa doa ibuk akan diterima.~jawab Difan kepada penjaga ujian itu, dengan penuh percaya diri... maksud doa ibuk keterima itu bagaimana Difan....? tanyak mereka.


Waktu saya mau berangkat ujian saya sempatkan telvon ibuk mintak didoakan, dan ibuk waktu itu bilang iya..., iya untuk mendoakan, jadi saya diberi ketenangan dan kelancaran mengerjakan soal soal ujian.


Jadi itu rahasia yang bisa membuat kamu tenang dan lancar mengerjakan soal" tanyak petugas.


Iya pak...! jawab Difan, kita harus selalu ingat kepada orang tua kita, apa lagi kita mau ujian wajib bagi saya minta restu dan doak' orang tua. karen doa orang tua keanak pasti diterimah"~ jawab Difan disertai nasehat.


Kamu cerdas sekali...! kata petugas dan patut di contoh oleh teman teman kamu. bisa pak, asalkan mereka mau kalau mereka mau pasti gampang kok" tutur Difan.


Jam menujukkan jam 12 mangajak Difan harus pamit pulang kepada mereka. terimakasih atas info sekaligus nasehatnya ya Difan..!, iya sama sama pak, saya mohon maaf pak mau pamit pulang. iya silahkan, kamu bisa meninggalkan ruangan sekarang dan mohon maaf saya sudah mengganggu waktu kamu. iya pak tidak mengapa..! sampai jumpa besok ya pak.. !


Difan sepulang dari sekolah dia tidak habis pikir kokbisa ...? fikir Difan saya di tanyak tanyak seperti itu.? apa ada yang aneh ya... dalam tingkah saya. apa mungkin ini gara gara doa' ibuk. ? aku yakin pasti ini semua berkat doa ibuk, jadi banyak ke anehan mulai kemaren.

__ADS_1


Tak tsk tak suara kaki Difan menuju pulang. sesampainya di asrama Difan merasa sangat lelah. waktu itu Difan langsung istirahat untuk menenangkan jiwanya.


DIFAN ANAK DESA YANG SELALU NURUT KEPADA ORANG TUANYA.


__ADS_2