
Sore itu suasana kabut, grimis grimis disertai mendung lebat, mata hari sembunyi di balik awan tebalnya, yang menutupi mata hari membuatnya tidak bisa memperlihatkan sinarnya kepada dunia sore itu. Petir dengan suara kerasnya, menyapa mahluk mahluk rajanya sedang ketakutan kepada suara petir yang sangat kencang itu.
Sore itu kira kira jam empat tiga pulu, siswa siswa keluar dari asramanya masing masing, satu persatu dengan tujuan berangkat ke kamar mandi. Difan dan Dimas melihat orang orang pergi ke kamar mandi yang tersedia di tempat itu, Difan juga hendak mandi bersama Dimas, mandi untuk menunaikan sholat magrib dengan berjamaah.
Difan anak desa, selalu merasa kaget dengan ke nora'annya, Difan emang anak desa dan norak, tapi cerdas". Dimas saat itu masih antri di kamar mandi, Dimas anak lama di Asrama itu. tapi anehnya dia masih ngantri." antrinya lama lagu", Difan anak baru yang belum banyak kenalannya dan belum pengalaman. tapi dia bisa mendahului Dimas. padahal waktu berangkat", Difan dan Dimas bareng berangkatnya, itulah salah satu kecerdasan seorang Difan yang datang dari desa.
Dar dur dar, bunyi peduk menunjukkan waktu magrib sudah tiba. mendengar suara peduk penanda tibanya waktu sholat, siswa siswa tampa ada yang memerintah langsung mempersiapkan dirinya. Difan satu orang yang blango blango, tidak faham maksud dari dandanan mereka.
Fan..Fan..Difan...! suara halus memanggil" ayo kamu juga siap siap untuk sholat magrib, Difan tampa menyadari dari arah mana datangnya suara langsung bangun menyiapkan diri juga. Difan bangun seraya senyum tipis di bibirnya disertai rasa malu malu dikit." karena dia sendiri yang tidak siap siap saat itu, pikiranya tetap bertanya tanya tentang suara halus yang menyuruhnya untuk bersiap diri.
Dimas..senyum rahasia didepan lemarinya sambil memperhatikan Difan yang masih memasang wajah malunya. waktu sholatpun tiba. Waktu itu tiba tiba berdirila satu orang dibarisan pertama dengan maksud menjadi imam sholat. Difan pun, mulai memunculkan pertanyaan baru dalam hatinya". siapa dia, kok tiba tiba muncul berdiri dibagian shof terdepa? tanya Difan pada dirinya .
ASSALAMUALAIKUMWARAHMATULLAH.,Suara salam dari arah imam, semua anak asrama wajib mengikuti semua aktivitas yang ada di asrama"< pemberi tahuan dari seoarang leader pada bawahannya.>. setelah sholat lima waktu wajib pulang ke asrama untk mengikuti kegiatan kegiatan yang sudah di yetapkan." Difan hanya diam, tidak terlalu faham maksud dari penjelasan tersebut.
Dasar anak desa",lucunya, Difan ngomong sendiri dalam hatinya. sewaktu aku didesa, aku selalu bareng dengan keluarga, terutama ibuk dan kakakku tercinta. ahh..disini sama mereka mereka orang asing, tidak tau dari mana asalnya dan siapa namanya juga? Difan, sibuk ngomong sendiri, anak rantau selalu ingat suasana rumah di desa. tapikan aku anak desa yang ingin mengejar mimpi,"tuturnya," niat mengejar mimpi itulah yang selalu buat aku terus semangat," bincang bincang kecil dalam hati Difan. so aku harus selalu belajar.
Aktivitas Difan sehari hari belajar tampa waktu yang kosong dari belajar. sampek sampek anak kamarnya iri akan Difan. tapi ada juga yang termotivasi, sehingga buat orang lain juga bisa ikut belajar. Difan paling senang pelajaran SENI BUDAYA, dan BAHASA INDONESIA. banyak teman teman sekolahnya yang mintak bantu saat ada pekerjaan rumah . maskipun terkadang ada dari mereka sebenarnya bisa mengerjakan, tapi malas. Tapi ada juga yang benar benar tidak faham akan tugasnya.
__ADS_1
Dimas teman akrabnya Difan yang selalu ada buat Difan. waktu itu Dimas lagi santai dengan teman temannya, sementara Difan mojok ditemani beberapa buku sekolahannya. Dimas yang agak jauh duduknya ke Difan, seraya memperhatikan Difan dari jarak yang tidak terlalu jauh. Difan terlihat serius disertai dengan pusing membuatnya bergeges untuk mendekati Difan. taklama kemudian Dimas menghampirinya. Uhhhh...nampaknya serius banget kamu Fan" sapa Dimas sambil senyum, iya nie....banyak kerjaan.. jawabnya. kalau bagitu kerjakan sampek selesai ya...! nanti panggil aku kalau udah selesai, pesan Dimas.
Beberapa menit kemudian Difan usai dari tugasnya, teringat pesan Dimas, Difan pun langsung memanggil Dimas dengan maksud mau bilang bahwa dirinya sudah usai dari tugas sekolahnya. Dimas...!berulang sampek tiga kali panggilan ke Dimas itu dilontarkan. Dimas yang lagi asicck ngobrol dengan temannya yang lain, membuatnya sedikit tuli"galfok, bahasa jaman anak sekarang. panggilan ketiga barulah sampai ketelinganya Dimas.
Setelah mendengar panggilan Difan, bangunlah Dimas seraya menjawab paggilan Difan. sesampainya kedekat Difa, Dimaspun langsung ngomong" tanyak Dimas, Iya kawan ca..capek banget inie, jawab Difan. Aku pengin jalan jalan dulu nie sebelum kita tidur. kalau kamu mau aku penginnya gitu...! agak sedikit ngeles..mau..mau..mau..ya..! merayu Dimas. Oke...oke..!kita mau jalan jalan kemana? tanya Dimas.,..Hemm aku disini orang baru...! belum tau tempat tempat yang menyenangkan,^ jawab Difan.
Baikla kita sekarang jalan jalan ke warung kopi atau minuman yang sangat enak dan lengkap, kata Dimas ke Difan dengan wajah senyumya buat orng lain tertarik atas ajakannya. Hore..hore...hore kita jalan jalan......
Mreka sepakat jalan jalan malam itu ketempat yang sangat pepuler di kota itu, Difan dan Dimas pergi dengan membawa sejumlah uang dua ratus ribu rupiah. Uang yang mereka bawa cukuplah untuk memuaskan dirinya, pokoknya malam ini kita senang senang menghibur diri menghibur hati......Mantul kawan...! respon Dimas dengan wajah senangnya meng ekspresikan bahasa MANTUL...!.
Tak tik tuk tak...berkali kali sudah langkahan kaki mereka di langkahkan menuju warung terfavorit di kota itu, perjalanan sepuluh menit ketempat itu. setelah beberapa langkahan kaki mereka langkahkan tiba sudah mereka ketempat itu. didepan warung itu terdaftar menu milihan, dengan berbagai macam menu minuman sudah terdaftar. Difan anak desa, melihat menu minumannya terkejud sejadi jadinya dan banyak menu yang Difan tidak ketahui sebelumnya.
dari menu yang level rendah sampai level tinggi. Dimas memilih minuman Nyuklat,..seharga lima belas ribu. Difan kamu mau minuman yang mana? tanya Dimas, kama yang mana kawan? tanya balik Difan.....ditanyak malah tanya balik kata Dimas. aku Nyuklat kata Dimas, aku mau donks...! samain aja dengan punyak kamu ," tuturnya sambil senyum".
Diantarkanlah pilihan menunya oleh Difan ketempat pesanan. dengan PD nya Difan menyudorkan pilihan menunya," seraya berkata, ini embak cantik pilihan saya.....!
dari berbagai macam pembeli, tidak ada yang berani bilang embak cantik ke karyawatinya. Ihhh...Difan anak desa dengan PD nya bilang gitu.
__ADS_1
Tiga menit kemudian datanglah karyawati cantik membawa pesanan mereka. wah udah datang nie pesanannya Dimas, kata Difan. ini adek tampan minumannya,...kok tampat banget ya kamu dek..!? terlihat pasang wajah wajah canda di muka mvak itu, rupa rupanya karyawatinya mau ngojlok Difan. Difan saat itu tidak bisa melontarkan satu katapun, hanya bisa senyum dan masang wajah malunya. Oke saya banyak pesanan, jadi saya harus melayani pesan mereka...",embak itu bilang ke Difan. iya embak cantik...! jawabnya.
Dimas hanya mendengarkan percakapan Difan dengan karyawati itu denga banyak pertanyaan yang muncul dalam hatinya. Nah sekarang kita nikmati adegan minumannya yuk...!
Dimas membuang rasa malunya, beratanya ke Difan akan hal yang terjadi antara Difan dengan karyawati yang beberapa menit yang lalu terjadi. Difan aku boleh menanyaka sesuatu tidak ke kamu?, tentang sesuatu yang sangat membuat aku kagum akan dirimu. Bolehla, mau tanya apa kamu kawan? tanya Difan. kamu kok bisa kenal ke embak tadi itu? tanya Dimas. Hem...! itu^^^^¿ awalnya aku waktu ngantar menuh pilihan kita tadi, aku bilang hai embak cantik ini pilihan saya"..< aku bilang seperti itu saja>. Dimas geleng geleng kepala atas apa yang terjadi pada Difan.
Perbincangan berlanjut sambil menikmati adegannya. minuman yang iya pesan emang sangat mantap lebih lebih bagi Difan, waktu itu adalah kesempatan pertama merasakan minuman itu, didesanya tidak pernah minuman yang iya minum saat itu. €nakya minumannya...? tanya Dimas dengan perasaan yang dipenuhi kekaguman. iya emang mantul pesanan kita saat ini.
Tik..tik...tik...bunyi jam, jam menunjukkan jam sepuluh malam, mereka nyantai di warung itu tidak terasa sudah jam sepuluh nampaknya. Ahirnya Dimas dan Difan pulang ke Asrama", tentunya dengan perasaan senang, karena sudah terhibur dan merasa fresh lebih lebih Difan yang sudah punyak kenalan baru di Warung itu.
Sesampainya di Asrama, Difan mintak jadwal kegiatan Asrama ke Dimas. pokoknya semua kegiatan Asrama itu ada banyak kegiatan. setelah sholat lima waktu pasti ada kegiatan dan wajib diikuti....<~tutur Dimas ke Difan>, banyak banget ya..? kegiatan kita, kata Difan dengan sedikit suara ngeluh. iya itu sudah menjadi keputusan atasan Fan...~. kata Dimas, yang terpenting kita jangan males. bener itu kawan, dan kita juga harus bener bener iklas dengan itu semua. percakapan mereka, nampak saling memotivasi.
Tibahla mereka waktu tidurnya, jam sudah menunjukkan waktunya tidur. merekapun harus tidur jam sepuluh tiga puluh. Difan selalu tidur berdekatan dengan Dimas, mereka sudah seperti kakak dan adek. terlihat kesehariannya selalu bersama. Difan sangat senang punyak teman seperti Dimas. Dimas perhatian, selalu membantu dan selalu ada buat Difan. pokoknya Dimas di hati Difan top friend.
AHA...aha...aha.. aku anak desa bermimpi menjadi Dosen terkenal dan ternama. Dimas anak kota menjadi teman anak desa...!~~ seru tidak ya kira kira kalau penggemar baca, membaca dua anak yang berbeda ini....!?
.
__ADS_1
LANJUT BACA EPESOD SELANJUTNYA JANGAN SAMPAI KETINGGALAN YA..!