ANAK DESA MENGEJAR MIMPI

ANAK DESA MENGEJAR MIMPI
SATU TAHUN KEMUDIAN DIFAN DI SMA


__ADS_3

Suatu hari nanti Difan akan menjadi mahasiswa di perguruan tinggu ternama di INDONESIA.


Langkah demi langkah melalui proses yang sangat serius Difan sudah lalui. sekarang Difan sudah berada di tahun pertama masuk SMA dan beranjak ke bangku SMA kelas dua " sebentar lagi " . Difan selalu ingat kakaknya yang kerja di luar Negri untuk membiayai dirinya. membuatnya selalu semangat belajar.


Suatu hari Difan di percayain untuk menjadi seirang ketua kelas. Difan mulai kelas datu SMP sampai SMA selalu dapat kepercayaan menjadi ketua kelas. Difan hanya bisa menjalankan amanah yang diberikan oleh wali kelasnya.


Difan mulai faham apa itu cinta, dan bagaimana caranya bercinta. saat ini Difan mulai bertanya tanya tentang cinta kepada temannya. dan dia ingin punyak cinta yang bisa menghiburnya. tapi sayang di sekolahannya dia tidak ada kelas putri atau tidak ada siswa. sehingga Difan tidak bisa meng ekspresikan cintanya.


Suatu hari ada panggilan dari wartel, mendengar panggilan itu Difan segeran bergeges kewartel dengan maksud memenuhi panggilan itu. setelah lima menit kemudian ". tulut....tulut...tulu...! diangkat oleh petugas * halo...halo...ini siapa..? tanya petugas. bisa ngomong sama Difan ya mas..? tanyak Halimah." saya mau ngomong ke dia".


Oh...! bisa, ini, siapanya ya..? tanyak petugas wartel. saya temennya Difan mas. " jawab " Halima.


Ow....mau ngomong ke Difan...? tanyaknya, ini, dia...! kata patugas wartelnya. halo..! siapa ya..? tanya Difan.


Difan...ini aku " Halimah..


Ow...kamu Halimah " tanyaknya...iya, aku Halimah.

__ADS_1


Bagaimana kabar kamu Halimah...! kata Difan.


Aku baik baik saja Difan...! " kata Hlimah...


Kamu ngapain Difan...!? tanyak Halimah. lagi telvon... " jawab Difan.


Aku rindu kamu Difan, aku setiap hari selalu ingat kamu bahkan kadang saya tidak mod makan gara gara ingat kamu. " kata Halimah. apa kamu tidak rindu aku....? tanyak Halimah. aku sebenarnya sangat rindu juga .....! jawab Difan ke Halimah dengan hati dag dig dug di dada. tapi aku tidak punyak waktu lagi untuk pulang kampung selain nanti kalau udah lulus. ih...lama banget kamu mau pulanng " tutur Halimah.


Iya aku masih nunggu kelulusan SMA aku, kata Difan. eh...Halimah maaf ya aku tutup dulu telvonnya. kok...!gitu ....? kata Halimah. iya soalnya aku ada acara sama teman teman kelasku. " jawab Difan. iya uda gakpapa, jawab Halimah. sampai jumpa kembali Difan..


Eh...! kamu kok tidak bayar...? " tanya petugas baru di wartel itu. * yang biasanya menjaga di wartel itu sudah tidak kerja disitu lagi.


Iya saya mimang tidak pernah nembayar biaya telvonku, beda dengan yang lain, jawab Difan. pokoknya kamu bayar aku takut ke bos ku...! pintanya petugas baru itu. ow...iya udah, berapa ya Mas...? ini uangnya. duapuluh ribuh dek " kata petugasbya.


Setelah itu Difan langsung pulang ke asrama dengan rasa hati yang sangat bahagia. seasampainya di asrama Difan terlihat senang. Dimas yang melihatnya langsung penasaran, kok kamu senyum senyum gitu Difan, siapa yang menilvon kamu" ? tanya Dimas. aku dapat telvon dari teman SD ku " jawab Difan. cowok apa cewek? tanyak kembali Dimas.


Iya teman cewekku, hems...pantes kamu senang kelihatannya. " tutur Dimas.

__ADS_1


*Kok aku jadi mikirin Halimah ya...? tanyak Dimas, dalam hati. apa mungkin juga Halimah mikirin saya ya...? * Dimas ngomong sendiri, perasaannya dipenuhin tanda tanya*.?


Dimas semakin hari semakin kagum melihat Difan. Difan selalu ada peningkatan di setiap tahunnya. prestasi yang dia peroleh sudah bagitu banyak. dan perhatian dari para dewan guru Difan miliki juga. hal itu semua membuat Dimas kagum disertai dengan rasa iri. tapi Dimas juga faham bahwa dirinya yang sangat peduli dan sangat diharapkan sejak siswa baru.


Hari ini Difan jadi perhatian banyak orang, dia semakin banyak yang memperhatikan. dari golongan siswa sampai golongan para dewan guru. Difan sering di undang ceramah di sekitar lingkungan sekolahannya. karena hal itu juga tidak sedikit yang benci dan iri ke Difan.


Suatu hari Difan di jadikan nara sumber diskusi dalam acara musyawarah di sekolah. " dengan matere jual beli". waktu itu diikuti oleh para siswa dan maha siswa. penjelasannya sangat gamplang dan jelas dan semua pertanyaan dari audien terjawab dengan tepat. mendengar penjelasan itu semua paserta geleng geleng kepala. dan merasa puas dengan jawaban yang Difan berikan.


Se usai dari mengisi diskusi itu banyak yang bilang." Difan hebat, Difan hebat. kebanyakan dari mereka memuji dengan tulus.


Saat itu Difan hanya tersenyum dan keluar ucapan terimakasih untuk mereka. Difan awalnya merasa tidak pantas, tapi ahirnya dia punyak prinsip bahwa dirinya harus bisa berani tampil di depan para teman temannya.


Difan sadar akan dirinya dari desa, tapi dia punyak target yang ingin dicapai. sehingga membuatnya melebihi dari orang kota. kata Difan semua orang sama, punyak kemampuan dan kesempatan. tapi yang tidak banyak dimiliki oleh kebanyakan orang adalah ketekunan dalam belajar. " itulah yang membedakan. " kata Difan.


Difan selalu ingat keadaan ekomi keluarganya, dan selalu ingat pesan pesan baik dari keluarganya dan Difan selalu ingat mimpinya. " ingin mengejar mimpi mimpinya menjadi seorang Dosen terkenal dan ternama dimasanya nanti.


DIFAN TELADAN SEMUA SISWA

__ADS_1


__ADS_2