ANAK DESA MENGEJAR MIMPI

ANAK DESA MENGEJAR MIMPI
DIFAN DIKELUARKAN DARI SEKOLAH


__ADS_3

Siapa nyangka seorang Difan yang terkenal kebaikannya itu, bisa dikeluarkan dari sekolah. siswa teladan di sekolahan itu, siswa yang sudah mengharumkan nama sekolah dengan juara satunya ikut lomba, siswa yang menjadi pusat perhatian semua kalangan pelajar " karena ke pandaiannya, dan keberaniaannya " , siswa yang sudah menjuarai beberapa perlombaan, siswa yang selalu menduduki rengking satu sejak SMP kelas satu. sampai kelas dua SMA.


Waktu itu Difan menilvo adek bungsunya yang ada di Malaysia, dengan maksud menanyakan kabar kapada adeknya. karena saa itu Difan mendengar kabar bahwa adek bungsunya kabur dari rumah kakak Difa yang nomor tiga. Difan waktu itu sedang menilvon adeknya " daring HP sudah masuk, tapi sayang waktu itu keduluan petugas datang " petugas langsung membawa Difan ke ruang Sel. kamu disini baca al-qur'an sampai dubuh, dambil berdo'a agar dapat keputusan yang terbaik buat kamu " dalah satu petugas menyeruhnya.


Difan hanya terdiam seribu bahasa, saat mendapatkan surat panggilan atau surat SK dari pihak petugas saat itu. dan tidak menyangka akan terjadi seperti itu pada dirinya. Dia tidak terlalu memikirkan keadaan dirinya " dia kepikiran keluarganya dirumah, kepikiran orang orang yang mengaguminya, kepikiran ke kakaknya yang membiayainya dan kepikiran kepada para dewan guru yang mengaguminya. " mereka semua pasti kecewa banget tuturnya.


Difan dikeluarkan dari sekolah karena tidak mematuhi aturan, yaitu aturan atau larangan tidak boleh membawa HP. maskipun Difan bertujuan baik, dia tetap salah menurut aturan yang berlaku kepada semua siswa yang ber Asrama. salah satu aturan yang berakibat sampai dikeluarka dari sekolah, yaitu tidak boleh bawa HP, tidak boleh merokok dan tidak boleh mencuri. kalau hal itu dilanggar oleh salah satu siswa maka akan dikeluarkan dari sekolah.


Hura hara problems Difan sudah menyebar luas di lingkungan sekolah dan asrama. Difan merasakan malu yang sangat tinggi kepada orang orang yang selama ini membanggakan dirinya. terutama kepada teman se Asramanya " hal yang nampak nigatif terdengar kepada mereka, membuatnya tidak sanggup ketemu mereka. tidak hanya itu, Difan juga merasa keceawa kepada dirinya. karena sudah melakukan pelanggaran asrama.


Ke esokan harinya, satu hari setelah Difan ketemu melanggar, surat SK dari ke amanan itu dampai ke Difan dan ke beberapa lembaga yang betkaitan dengan Difan. saat itu Difan, saat membaca isi surat itu " Difan langsung menangis " , isi suratnya. * berdasarkan kepututsan pinpinan lembaga bahwa semua siswa yang melanggar aturan asram, maka sepantasnya dikembalikan ke orang tuanya. dalam hal ini saudara Difan dinyatakan melakukan pelanggaran yang sangat berat. oleh karena itu saudara Difan, dinyatak keluar dari sekolah ". surat yang menyakitkan bagi Difan.


Difan ada siswa yang tidak pernah melanggar sebelum kejadian itu, dan tidak pernah nerasakan masuk selan. selama lima tahun berjalan, Difan tidak pernah dapat masala dengan sekolah, dengan asrama, dengan teman apalagi dengan pihak petugas lembaga. tapi sekali masuk langsung membuatnya keluar dari sekolah.


Setelah Difan mendapatkan surat SK itu, secara otomatis semua hak Difan sudah tidak berlaku. seperti sekolah, asrama dan hak hak yang lain. sudah tidak boleh sekolah dan diam di asrama, Difan mau tidak mau harus keluar dari asrama dan sekolah. " Difan menyadari hal itu. maka dari itu sebelum keluar dari sekolah itu, Difan pamitan ke semua teman temannya.

__ADS_1


Difan adalah siswa yang terkenal kerajiannya dan kecerdasannya. makanya wajar saat Difan pamitan kepada mereka, semuanya menangis dan tidak nenyangka akan seperti itu. semua teman temannya merasa tidak percaya dan tidak terima " kita harus sabar, harus bisa menerima takdir, harus bisa menerima kenyataan dan yang paling terpenting kita harus mengakui kesalahan kita masing nasing " . kata Difan kepada mereka semua.


Setelah Difan pamitan ke teman temannya. Difan juga pamitan ke para dewan guru " saat itu semua guru sudah tahu msalah Difan " semua dewan guru berkata saat Difan berjabat tangan * yang sabar semua itu adalah ujian * . terahir Difan berjabat tangan kepada guru yang manganggapnya sebagai anak *nama oak gurunya disembunyikan*. kamu kenapa nak Difan...? tanya pak guru. saya terkenak masalah pak, dan saya sangat tidak nyangka pendidikan saya akan seperti ini." jawab Difa. terus kamu mau kemana sekarang, mau pulang kerumahnya atau kemana..? tanyak pak guru. iya mau tidak mau saya harus pulang pak " jawab Difan sambil menangis.


Iya maaf pak, saya tidak bisa lama lama diam dusini, iya sudah tidak apa apa " jangan sampai lupa belajar, ~kamu harus tetap belajar, belajar tidak hanya dibangku sekolah~ " pesan pak guru. iya pak terimakasih atas semua nasehat dan kebaikan bapak selama ini kesaya. dan saya mintak maaf kalau ada kesslahan ke bapak. baik kesalahan yang disengaja atau tidak disengaja " tutur Difan. iya sama sama nak Difan.


Semua keluarga Difan tidak ada yang mengetahui tentang masalah Difan. Difan belum berani mau memberi tahu kepada keluarganya. hal ini pasti sangat mengkagetkan mereka semua " tuturnya. dan yang paling saya hawatirkan adalah kakak saya, yang banting tulang dan nyawa taruhannya bekerja hanya untuk membiayaiku. ~Pasti kakak sangat marah ke say ~ bisikan hati Difan selalu berbicara ketidak mungkinan.". Dimas, Doni dan Alfin adalah teman Difan yang selalu ada buat Difan. mereka semua tidak sanggup kalau harus ditinggal pergi oleh Difan. " mereka semua sangat sayang ke Difan".


Difan sekarang bukan siapa siapa lagi di sekolah maupun asrama itu, dia sekarang bagaikan orang asing. maskipun namanya tetap harum disekolah dan kenangan kenangan keharuman tetap ada disekolah. Difan membendung kabar tidak baik itu dari keluarganya untuk tidak mengetahui dulu sementara waktu. hari demi hari Difan merasa tidak sanggup merasakan beban itu sendiri.


Haripun berjalan semakin jauh, Difan hanya bisa berdoa agar supaya tetap bisa mengejar mimpinya, walaupun tidak disekolah itu. karena Difan sadar bahwa tidak akan bisa kembali kesekolahan itu lagi.


dipagi pagi banget Difan pergi ke salah satu wartel terdekat di sekitar asramanya untuk menilvon. " maskipun Difan sama pemilik wartel di lingkungan sekolah itu tetap bisa menilvolnya disana ". Difan udah tidak mau lagi, karena tidak kuat merasa beban malu.


Tut...tut...tut...daring telvon, waktu itu Difan telvon ke kakaknya yang ada di Malaysia. Assalamualaikum kak...!

__ADS_1


Waalaikumsalam, iya ini siapa...? tanyak kakaknya. aku Difan kak " bicaranya sangat kecil dengan nada yang penuh nada nada hawatir.


Kok...! suara kamu seperti itu, kenapa, ada apa? tanyak kakaknya.


Iya saya mohon maaf kak, saya sekarang dikeluarin dari sekolah.


Apa.....,? tanyak kakaknya dengan suara yang keras. kenapa kok kamu dikeluarin dari sekolah, ada masalah apa? tanyak kakaknya.


Aku ketemu memegang HP kak, saat itu aku mau telvon adek, dan ketahuan oleh petugas " tutur Difan. terus bagaimana kalau seperti itu? tanyak kakaknya, iya kalau di izinkan saya mau belajar di luar sekolah, untuk mengisi waktu waktu kosong, soalnya katanya kepala sekolah saya tiga bulan lagi udah bisa masuk sekolah lagi.


Ow bagitu...? tanyak kakaknya dengan nada sudah mulai merendah. iya kak " jawab Difan. kalau bagitu, saya izinkan belajar diluaran dengan syarat tidak boleh main main, harus tetap belajar. " tutur kakaknya. iya kak saya akan selalu tetap belajar dan sebisa mungkin untuk tidak mengecewakan lagi. iya udah dulu kak. Selamat jumpa kembali. iya hati hati" kata kakaknya. iya kak " jawab Difan seraya menutup telvonnya.


Setelah Difan menilvon kakaknya, terlihat sangat senang karena sudah dikatahuin masalahnya oleh kakaknya. dan diizinkan beljar diuar sekolah. untuk ibuk dan keluarganya yang lain Difan tetap tidak memberi tahukan dan kakaknya juga tidak mengizinkan hal itu itu diketahuin oleh keluarga.


" DIFAN KAMU HARUS SABAR DAN TETAP SEMANGAT, TETAPLAH KEJAR MIMPI MIMPIMU " < pesan dari Dimas, Doni, ALFIN dan para dewan guru >

__ADS_1


__ADS_2